my own iep
di tulisan sebelumnya tentang IEP, saya memang belum berpanjang menuliskan dengan detail bagaimana rupa IEP. Maklum butuh perjalanan panjang untuk menguasai penulisan IEP. Sampai saat ini pun saya masih belajar untuk mampu menuliskannya dengan lengkap dan terukur. Mengapakah harus terukur? Karena dari hasil pengukuran itu lah ditulis sebuah rapot. Hmm menjemukan..
Baiklah saya menggunakan diri saya sendiri sebagai seorang murid yang perlu dibuatkan sebuah Individual Educational Program dalam kaitannya menjadi partner yang lebih bisa bersosialisasi sekaligus menjadi pribadi yg mencatat keuangan lebih baik. Mengapa saya perlu membuat IEP untuk urusan ini? Begini latar belakangnya, tiba-tiba saja di penghujung tahun lalu saya berubah status menjadi partner seorang pria yang dalam beberapa hal berbeda dengan saya. Perbedaan itu sempat menimbulkan gesekan dan saya pikir sudah saatnya saya sendiri duduk & merumuskan hal-hal apa yang di dalam diri saya perlu diperbaiki demi hubungan yang lebih baik. Sama seperti murid-murid yang saya buatkan IEP, ada kondisi diri yang masih bisa dilatih untuk diperbaiki, ada juga yang memang tidak bisa diubah namun setidaknya bisa diarahkan sesuai kapasitas. Misalnya saya yang tidak suka lebih dari dua jam berkumpul dengan orang banyak untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul bisalah diarahkan sampai 4 jam asal setelah itu diberikan waktu to calm myself down :D Yang saya cantumkan disini adalah yang saya jadikan target utama dalam tahun ini karena saya nilai urgent.
Name of Student : Vivi
Curriculum Domain : Social & Communication Skills I
Annual Goal : Vivi will improve her communication skills toward partner’s family
Current Level Functioning : Vivi is showing her listening skills by nodding her head and saying ‘yes’ only
Objectives : During meeting sessions, Vivi will say at least 3 (three) sentences (3 words per sentence) within 10 seconds after a verbal request is mentioned
Evaluation method : Incidental checklist
Curriculum Domain : Social & Communication Skills II
Annual Goal : Vivi will be able to manage her non verbal interaction
Current Level Functioning : Vivi used to punch, hit, or pinch during meeting sessions with partner
Objectives : During meeting sessions, Vivi will not hit any body part in three days per week in two consecutive weeks.
Evaluation method : weekly checklist
Curriculum Domain : Independent & Life Skills
Annual Goal : Vivi will improve her skill in using money
Current Level Functioning : Vivi shows inconsistency in recording her money expenses
Objectives : Vivi will make a budget plan and make an expenses record for six consecutive months independently
Evaluation method : monthly budget plan in her agenda and book keeping
Curriculum Domain : Independent & Life Skills II
Annual Goal : Vivi will be able to manage her belongings properly
Current Level Functioning : Vivi lost or left her belongings quite often
Objectives : Vivi will complete all the checklists : (i) sebelum tidur (ii) sesudah tidur (iii) sebelum pulang (iv) sebelum berangkat (v) sebelum berenang independently with no more than two items missing or left in three consecutive weeks
Evaluation method : Daily checklist
Yah begitulah kira-kira contoh IEP yang saya buat. Tentunya untuk murid-murid jauh lebih banyak aspek yang dilihat, dari domain akademik sampai domain leisure & recreational skills. Kalau untuk saya sih cukup segitu aja, tapi sekalipun sedikit, tidak gampang untuk menjalaninya. Supaya ketahuan apakah target tercapai atau tidak dibuatlah condition yang jelas seperti yang saya garis bawahi ini:
‘ During meeting sessions, Vivi will say at least 3 (three) sentences (3 words per sentence) within 10 seconds after a verbal request is mentioned‘
Buat murid yang menjalani IEP dia tahu harus mencapai target apa, buat guru maupun orang tua tahu apakah anak mencapai target atau tidak.. dalam pengukuran perilaku anak (atau manusia usia berapapun) tidak bisa subjektif berdasarkan pengamatan mata atau kemampuan memori. Ketika standar pengukuran jelas tercantum semua pihak akan sama-sama senang dalam menjalani











hihihi….
ada yang kurang vi…
“vivi will work on her cooking skills at a minimum of 1 per week”
piss!
Oh IYAAAAAAAAAAAA.. boleh boleh dicantumkan yuk yak yuk