kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Kisah Guru : Aku dan anak-anakku

Setelah menulis soal pekerjaanku, rasanya ga mantab kalau aku tidak memperkenalkan anak-anakku yang pernah mengisi hari-hariku. Nama dibawah bukan nama sebenarnya

  1. Murid pertama adalah warga negara India yang lama tinggal di Indonesia. Dia memiliki tingkat kecerdasan rendah sehingga mengalami kesulitan belajar. Aku bersamanya ketika dia kelas 7 & masa-masa remaja membuat dia enggan menerima bantuan apapun walaupun dia sangat membutuhkan. Dia melakukan apa saja untuk membuatku berhenti membantunya melalui verbal abuse (e.g: u work here cos u r poor) tapi aku tidak semudah itu mengalah. Hal yang paling membuatku terharu adalah ketika aku memperjuangkannya untuk terlibat di pentas sekolah di Goethe. Guru yg mengkoordinir acara tsb jelas terlihat tidak mau ada muridku terlibat tapi aku berhasil meyakinkannya. Di akhir acara, muridku bilang: Thank you ms vv for giving me a chance to do something. aku cuma nyengir, tapi di dalam hatiku, aku menangis haru.
  2. Tahun 2007, aku bersama murid lain dengan kasus yang sama namun lebih mudah diajak bekerjasama. Dia sangat pemalu tapi pantang menyerah untuk belajar. Bersamanya benar-benar keberuntungan buatku. Selain muridku ini yang notabene orang Indonesia, aku juga membantu seorang murid dari Amerika yang tidak bisa diatur oleh asisten lain yang kebetulan berada di kelasku. Dia memiliki masalah Attention Defisit Hypeactive Disorder yang membuatnya merasa mengantuk berat setiap pagi. Anak ini minder luar biasa & aku tahu persis dia sebenarnya bisa. Aku membantunya sekuat tenaga. Membacakan buku & membuat simulasi untuknya. Beberapa kali dia bilang dia jatuh cinta padaku & menelponku. Yah begitulah remaja
  3. 2008 aku memegang 3 murid laki-laki kelas 7 yang dua diantaranya memiliki masalah ADHD dan 1 orang ADD. 1 diurus, yang 2 main-main, 2 diawasi yang 1 memukul teman di laboratorium. Berat sekali tanggung jawab yang kupikul mengingat aku diperhadapkan dengan orang2 tua murid yang tidak pernah puas. Perubahan kepemimpinan saat itu pun makin memperparah situasi karena aku tidak punya tempat untuk mengadu.
  4. Di tahun yang sama, aku dipindahkan ke bagian dengan kasus murid-murid berkebutuhan khusus yang masih membutuhkan pelajaran Individual Living Skills (masak, belanja dll). Disini aku belajar untuk mengajar dibuat sesederhana mungkin. Murid-murid dari Asperger, Autis, sampai Learning Difficulty with behavior problem menjadi tanggung jawabku selama semester kedua (Juli-Nov 2008). Kenangan indahku begitu banyak di ALC terutama setiap kali aku dipeluk erat oleh muridku dan ketika kami pentas bersama ‘Lion sleeps Tonight’
  5. Ketika aku kembali ke dunia mengajar di Feb 2009, aku seperti berada di dua dunia, antara murid-murid berkebutuhan khusus, anak mainstream, dan anak ESL (English as a Second Language). Sekali lagi aku dibuat terkagum-kagum oleh murid-muridku. Satu murid ADHDku yang hampir tidak bisa diam di kursinya selalu punya cara yang unik untuk menyelesaikan soal matematika yg kuberikan
  6. Murid lain yg begitu pemalu selalu membuatku terharu dengan semangatnya yang pantang menyerah utk terus belajar
  7. Satu murid ESLku dari yg tidak bicara sama sekali sampai akhirnya berani mengemukakan pendapat di kelas
  8. Murid tutorialku yang selalu berlari-lari sambil menangis sebelum memulai pelajaran denganku mengalami kemajuan di membaca. (mungkin yang paling mengharukan adalah ketika aku sangat terpuruk & kelelahan, dia bilang kepadaku: u r so beautiful ms vivi. aduh srot srot srot)
  9. Murid tutorialku yang lain sangat cocok dgn kucing peliharaanku. Dia beberapa kali menguji kesabaranku tapi aku tidak pernah tega melihat muka lugunya.. Akhirnya melunak..dan ketika waktu belajar berlalu dia selalu tahu dimana lokasi ice creamnya berada *reward dari mamaku utk muridku yg tahan kuajari*
  10. Dua murid lain yang pernah kuberikan private tutorial tentu saja tetap memberikan kesan..dari yang datang jam 7 pagi demi memberikan waktu murid utk pacaran sampai ke percobaan kacang hijau dan pocari sweat. (Ibu, kalau kacang hijau disiram pocari malah ga tumbuh, berarti pocari ga bagus2 amat buat tubuh? Duh logika berpikirnya..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/07/2009 by in lesson and tagged , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: