kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Kisah Guru : aku & pekerjaanku

Sepanjang hidupku, aku belajar Tuhan tak ragu memaksakan mauNya kepadaku yg seringkali tidak ragu melawanNya. Pertama, ketika Dia memanggil ayahku dan kedua ketika Dia memilihkan karier yg kujalani saat ini.

Jika saja waktu bisa kuputar kembali, aku tidak akan berkeras meminta Tuhan untuk memperpanjang hidup ayahku yang hanya berujung pada 12 hari sengsara di ICU. Aku menyesal atas kekeraskepalaanku itu dan setelah sekian tahun berjalan, akhirnya aku bisa memaafkan diriku.
Untuk yang kedua, aku tidak akan pernah berhenti tersenyum mengenangnya. Beberapa minggu setelah aku wisuda di Februari 2006, aku sebenarnya sudah ditawari beberapa kali untuk menjadi asisten guru. Namun seperti biasa, aku dengan jalan pikiranku sendiri, begitu enggan berurusan dengan anak-anak apalagi sekolah. Aku bukanlah orang yang sabar & Psikologi Pendidikan adalah hal yg kuhindari sewaktu kuliah. Namun ketika seorang pria memaki-makiku karena aku belum dapat pekerjaan juga setelah 6 minggu wisuda dan menolak mentah-mentah lamarannya untuk jadi istrinya, langsung lah kusambar tawaran ulang seorang teman untuk bekerja di Australian International School. 
Dengan berderai-derai air mata, hari Kamis, 9 Maret 2006, kuketik surat lamaran ke Peter (Kepala sekolah saat  itu) dan Greg (wakil principal saat itu). Jumat paginya kukirim lwt warnet. Sorenya berdasarkan wawancara dgn Greg & Ronnie Holyoak, aku mendapat pekerjaan jadi asisten guru. Rasanya pingin nangis terharu. Senang karena dapet pekerjaan walau gaji saat itu cuma Rp. 2,4 juta tapi aku juga sadar ini rencana Tuhan.. Dia ingin aku bekerja di sekolah.. Sepanjang aku menjadi asisten, aku menikmati waktu luang dengan berdansa dan bebas dari tanggung jawab berat tapi beberapa kali aku berpikir untuk bikin ulah melawan Tuhanku sendiri.
Aku memutuskan keluar di akhir November 2008 untuk terjun ke dunia SDM tapi sayang situasi krisis ekonomi global membuatku tidak bisa bertahan lama di dunia kerja paruh waktu (maklum waktu itu pendapatan sudah 2,9 jt..sudah punya cicilan motor pula). Untungnya, aku menuruti permintaan temanku untuk mencoba tes mengajar di Sekolah Cita Buana beberapa minggu sebelum aku keluar dari AIS..di masa krisis di kerja paruh waktu tersebut aku diterima di sekolah *lagi*. Disitulah aku terbahak-bahak dan kubilang kepada Tuhan-pacar tetapku- : Iya Iya, g ngerti maksud lu, dunia mengajar emang dunia g kan? Iya g juga inget dulu waktu TK g dgn lantangnya bilang cita2 g mau jadi guru. 
Buatku, petualangan tersebut membuat hidupku lebih berwarna. Aku jadi lebih serius dengan dunia mengajar terutama dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Buatku, sekolah sudah menjadi surga keduaku setelah Little Heaven-sebuah rumah mungil di Pasar Minggu tempatku dibesarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/07/2009 by in cuapcuap and tagged , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: