kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

pulang..

Ketika aku pertama kali mendengar Happy Salma menulis kumpulan cerita pendek “Pulang”, kata itu ntah mengapa begitu merekat di kepalaku. Aku mulai melihat begitu banyak orang di sekitarku yang ingin pulang dan tidak sedikit yang ingin menjadi tempat berpulang.


Ketika PULANG dihubungkan dengan ikatan manusia terutama perkawinan, PULANG bisa menjadi begitu pelik & membingungkan. Dikelilingi oleh orang-orang yang tidak pernah cukup dengan satu perempuan (ataupun satu laki-laki) untuk selamanya, aku akhirnya belajar, menyangkut kata PULANG, aku tidak memaksakan nilai-nilai hidupku kepada orang lain untuk PULANG ke tempat (yg menurutku) benar dan tepat.

Beberapa tahun yang lalu, aku dengan begitu tegasnya menolak mentah-mentah pakdeku yang selingkuh untuk datang ke rumahku. Sampai saat ini pun kami belum berbicara. Tentu sms Selamat Natal & Tahun Baru bukanlah indikator bahwa kami berkomunikasi lagi seperti dulu. Aku harus akui dulu aku begitu naif, yang ku tahu hanya hitam dan putih tanpa pernah benar-benar mencoba untuk menempatkan diriku di posisi orang lain. Empati kata orang psikologi, cuma ada di kepalaku tanpa pernah benar-benar kulakukan.

Lepas dari kisah Pakde A yang sebenarnya memiliki WIL sejak 1 tahun pernikahan mereka (saat ini mereka sudah 25 tahun menikah), tak lupa di kepalaku ketika tahun lalu, pakdeku yang lain, Pakde B, akhirnya benar-benar mengumumkan secara resmi istri keduanya yang selama ini dirahasiakan lengkap dengan dua anaknya yang sudah berusia 23 dan 21 tahun di resepsi anak perempuannya dari perkawinan pertama yang saat itu berusia 26 tahun. Jadi bisa bayangkan berapa lama perselingkuhan itu ada? Seumur perkawinan pertamanya sendiri. Alasan mengapa dia punya perempuan lain? Tak lepas karena dia tidak merasa dirindukan oleh anak-anak dari istri pertamanya. Rumah hanya sekedar bangunan tanpa ada yg pernah merindukan dirinya untuk pulang.

Tapi diatas semua itu, yang paling membuatku syak adalah ketika tanteku memutuskan untuk meninggalkan suaminya dan pergi dgn laki-laki lain. Aku marah dan kecewa. Aku pun tak sanggup bertemu dengan om ku karena aku tak tahu cara menyembuhkan luka, tak tahu harus berkata apa.

Sama seperti tabiatku yang sebelum2nya aku berhenti bicara dengan tanteku. Aku berpegang teguh dgn pola pikirku yan, perkawinan seharusnya begitu sakral sehingga sahabat terdekatmu sendiri seharusnya adalah partner hidupmu, bukan orang lain. 

Namun seiring keinginanku untuk belajar menjadi bijak, aku akhirnya bertemu lagi dengan om ku. Kami berbicara panjang & lebar yg membuatku teringat lagi dengan kata PULANG. Dia bilang, dia tenang kehidupannya sekarang tanpa tanteku karena selama 10 tahun perkawinan dia tidak pernah merasakan rindu untuk pulang. Hidupnya seperti hanya untuk skuat tenaga mengumpulkan uang, lalu ntah kemana perginya uang itu menguap. Saat ini, walaupun mereka tidak pernah bercerai, ia memiliki teman perempuan yang bisa ia ajak bicara. Walau tanpa seks, perempuan ini selalu menimbulkan rasa ingin PULANG walau PULANG itu bukan ke sebuah rumah, tapi hanya obrolan 30 menit di tengah jam makan siang.

Sejak itu (yang terjadi ketika aku demam parah beberapa minggu yll), aku semakin belajar, di dalam pernikahan, PULANG bisa muncul dalam berbagai wajah. Ntah itu tenggelam dalam pekerjaan, perselingkuhan, atau kembali bersama pasangan (sesuai gambaran idealku tentang pernikahan). Hanya satu yang menyakitkan, ketika orang yg dinikahi itu bukanlah yang dirindukan untuk kembali PULANG. Padahal dalam setiap individu, selain ingin punya tempat utk diPULANGi, manusia juga ingin menjadi orang yg selalu diPULANGi.

Tentu untuk manusia lajang sepertiku, aku bisa PULANG kemana pun aku mau, tapi untuk yg terikat dalam perkawinan, haruslah dengan bijak memikirkan, apakah ingin PULANG ke tempat yg sama, atau mencari PULANGnya sendiri-sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20/07/2009 by in pernikahan dan pra nikah and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 1 hour ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 1 hour ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: