kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Lumbung Tak Beralas


..Begitulah biasa bapak memanggilku, tak pernah bisa atur uang. Dari sudut pandangku sendiri, itu artinya.. tak mau berpikir pusing soal atur uang. 


(Oh iya..Seperti biasa tulisanku terjadi dari hasil perbincanganku dengan teman,,untuk urusan ini bukan cuma 1 teman..)

bERApa kali orang bertanya soal pendapatanku, berapa kali itu pula aku selalu bingung menjawabnya. Buatku selama kebutuhan bulan ini terbayar semua, cukup sudah.

Pendapatan yg tidak jelas ini terjadi karena pendapatanku tidak menetap per bulannya. Statusku yg guru kontrak membuatku berada dalam kondisi pro rata alias sekolah libur gaji libur. Pendapatanku dari memberi les privat pun tidak bisa diprediksi. Ada hari-hari dimana aku tidak masuk ntah karena aku kelelahan ataupun karena ada urusan lain di sekolah. Alasan kedua, pendapatanku bercampur pula dengan pendapatan kost ibuku. Istilahnya kami bahu membahu menutup biaya hidup bulan lepas bulan. Memang akhirnya tidak ada istilah ini pengeluaran gw, ini pengeluaran lo. Smua dianggap pengeluaran bersama dan ditanggung bersama.

Tiga eh Empat eh Lima teman tercengang ketika kubilang aku tidak punya tabungan. Bukan mencari pembelaan, semakin besar pendapatan semakin besar pengeluaran bukan? Serinci apapun aku berusaha memprediksi pengeluaran bulan depan, selalu saja ada kejutan ditengahnya. Ntah itu pompa rusak, satpam kena kanker, pembantu tiba-tiba keluar dsb. Padahal pengeluaran rutin bulanan saja sudah cukup menyita perhatian.

Lalu bagaimana bisa hidup sampai saat ini? Hmm, aku tidak tahu, yang kupercaya aku hidup dari mukjizat setiap hari lepas hari. Aku selalu berdoa (walau ga sampe berlutut & bercucuran air mata–lebay ah–pantekosta bgt gt loh): Pasti semua keperluan ini terbayar, mukjizat pasti terjadi. Dan memang selalu saja terjadi. Kupikir terlepas dari kepercayaan apapun yg orang anut, selama orang itu menggunakan & percaya dengan the Power of Subsconscious Mind, semua yang diharapkan pasti terjadi. Nah sekarang, ketika Tuhan sudah peliharakan aku hari lepas hari, bulan lepas bulan, bahkan tahun lepas tahun, buatku cukup lah itu semua. Aku tidak memikirkan hari esok, ataupun tabungan utk masa depan. Buatku, kalau aku mau punya sesuatu, langsung saja kubeli dengan cicilan (yang itu pun kubawa dalam doa pula wakakakakak..). Soal antisipasi sakit di hari yang akan datang pun juga bukan gaya hidupku karena kalau sampai aku sakit pasti aku akan lebih baik altar call* (& lagi lagi berdoa) daripada harus ke rumah sakit. Terdengar ekstrim memang..ketika urusan uang kujalankan dengan tidak logika..tapi itulah aku & aku tidak menyesal untuk itu. Mungkin karena di bumi ini, selain aku, ada orang-orang yg juga berani modal nekat seperti aku & aku meneladani mereka smua (matur suwun sanget pakde Pariadji, Andreas Melkisedek, Joel Osteen, Joyce Meyer, Kenneth Copeland…terima kasih utk mengenalkan wajah baru seorang Bapak yg Benar, seorang wujud Allah yg masih memberikan mukjizat & membuatku selalu yakin aku anak Raja.. tidur pun diberkati..selalu jadi kepala..tidak dibiarkan sengsara)

NB: Jujur ketika pembicaraan dengan teman-temanku tersebut, aku cuma bisa cengar cengir kuda, karena kalau aku harus menjelaskan perkara doa-doa dan soal Bapa..bakal ga nyambung malah disangka berdakwah. Makanya satu kalimat diatas kugarisbawahi..Terserah lu percaya atau nggak, banyak orang dari latar belakang spiritualitas yg berbeda mulai percaya soal the power of subsconscious mind tsb atau kalau bahasa rohaniku…melangkah dengan iman..

* maju ke altar utk minta didoakan pendeta

One comment on “Lumbung Tak Beralas

  1. Pingback: Belajar Investasi dan Mengelola Uang Melalui Reksadana | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30/08/2009 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: