kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Kisah Guru : Super Mario & Ms Viviong

Super Mario partisipasi 17an ;)

Super Mario partisipasi 17an😉

Bekerja dengan special needs students itu kuncinya optimis bahkan pada perubahan positif yang sangat kecil. Ini terjadi pada murid favorit kami si Super Mario.. Ya dia memang mengidentifikasi dirinya sebagai Mario dan memanggil mamanya sendiri dengan sebutan Mama Luigi.

Dia adalah anak yang luar biasa sulit dididik. Berulang kali mencoba kabur dari rumah sekedar mencari obsesinya pada gambar-gambar princess, melempar tas setiap kali tiba di sekolah, menendang, melepar kursi, swearing, apapun semua bisa terjadi dengannya. Dia adalah faktor utama mengapa kami empat guru sering berembuk bersama khusus membahas bagaimana mengubah rantai perilaku negatifnya ini. Tapi bukan berarti dia selalu muncul dalam keadaan yang buruk. Selama tujuh minggu ini ada perbuatan-perbuatan dia yang membuatku takjub. Beberapa minggu yang lalu, sesudah mandi, dia sisiran! Oh Tuhan, jujur kuakui anak ini bisa jadi ganteng asal mau rapi.

Yang kedua adalah ketika aku ditengah siang bolong di bulan puasa aku tiba-tiba begitu membutuhkan kopi. Kubuka lemari dapur & malangnya kopi habis. Maka aku harus menghadap ke Super Mario untuk meminta kopi karena dia telah didaulat untuk menjadi pencatat keluar masuknya barang di departemen Special Needs..dari tisu sampe kertas dari kopi sampai sabun cuci. Percayalah, jika situasi tidak kondusif, meminta Super Mario mengambil kopi dari lemari yang cuma berjarak 5 meter bisa memakan waktu berjam-jam. Dengan langkah gontai aku mendatanginya yang santai tidur-tiduran di ruangan kelas.

Aku masuk dan menyerahkan lembar request barang. “Bay, tolong ya, ibu Vivi lagi butuh kopi nih”

Dia menatap wajah iba dan memelas yang selalu aku munculkan setiap kali aku sudah meletakkan harga diri di depan laki-laki untuk minta bantuan (tampang ini biasanya kupasang setiap kali aku kebingungan parkir motor atau bingung mencari barang yg nyelip).

Dia lalu bilang, “Ibu Vivi yang bertampang Indonesia tapi beragama non Muslim dan tidak puasa butuh kopi ya?”

Ibu Vivi, “Iya nih, bay, tolong ibu Vivi ya..perlu banget nih”

“Baiklah, aku bersedia mengambilkan kopi Indocafe untuk ibu Vivi yang bertampang Indonesia tapi non Nuslim dan tidak puasa” sambil melangkah cepat dengan penuh senyuman mengambil stok kopi dari lemari.

Buat orang lain itu biasa, buatku luar biasa. Rasanya bersorak bahagia ketika 10 menit kemudian aku meneguk kopi itu. Biarlah kutanggung resiko akibat meminum kopi diluar kuota..rasanya kopi ini sebagai hadiah untukku sendiri merayakan Super Mario yang ikhlas membantuku.

Kejadian berikutnya terjadi sore ini. Ntah pembicaraan seru apa antara dua guru dan Super Mario, yang jelas ditengah-tengah diskusi tsb bunyilah telepon masuk. Dengan permintaan (dibumbui bujuk rayu tentunya) kedua guru, Super Mario kemudian mengangkat telepon tersebut.

Dengan suara sopan dia bilang, “Halo Selamat Sore ini TEC mau bicara dengan siapa?”

“Oo..Pak Adib” dia kemudian berbalik memanggil Adib dan melanjutkan diskusi dengan guru yang lain

Waaa…dua guru dan aku yang sedang mengurus murid lain langsung bertepuk tangan bahagia. Tak henti kami memujinya karena permintaan telepon itu berakhir indah. Sederhana memang tapi sukses membuatku tersenyum bahagia hari ini. Thanx Bay!

2 comments on “Kisah Guru : Super Mario & Ms Viviong

  1. Ramot
    03/09/2009

    *plok plok plok*

    tapi tetep harus traktir! ;))

    • vivi yuanita sebayang
      04/09/2009

      iya super mario

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/09/2009 by in lesson and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: