kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Jadi Ibu…

Hal yang paling menakutkan untuk kulakukan selain pergi ke rumah sakit adalah bertemu dengan bayi atau balita. Aku terlalu kikuk untuk berbahasa bayi, menyapa, mengajak bermain apalagi menggendong . Itu yang membuatku selalu khawatir bertemu dengan ibu muda bersama bayinya. Aku tahu pasti mereka berharap aku memberi respons seperti perempuan pada umumnya: semangat, ceria, langsung berbahasa bayi, gendong, dst dst. Sementara reaksiku paling cuma memegang sebentar lalu mencari cara untuk lari. 

 
Mungkin itu alasannya aku terlalu gugup untuk punya anak. Namun lucunya, diam-diam aku sudah menyiapkan nama jauh sebelum anakku lahir. Aku sering cari-cari informasi sekolah yang baik, buku-buku cerita, bahkan sampai memperhatikan harga susu. .. Bahkan sebenarnya keinginanku untuk jadi pekerja lepas semata-mata karena aku ingin punya waktu lebih banyak ketika lima tahun pertama usianya.
 
Yah andai untuk menjadi ibu perlu mendapat SIMi (Surat Ijin Menjadi ibu) terlebih dulu, aku rasa aku bisa lulus dengan nilai memuaskan: masih perlu berlatih utk akrab dengan bayi, tapi sudah siap untuk mendidik anak usia SD sampai SMA..Aku sudah bisa membayangkan apa saja yang ingin kuajarkan pada anakku tentang hidup..Aku akan terbuka kepadanya dan membiarkan ia tahu dan belajar dari kesalahan yg pernah aku buat dalam hidup (entah itu dalam urusan akademik, gaya hidup, ataupun relationship). Aku ingin menghabiskan banyak waktuku dengannya..tapi aku juga tidak ingin menjadi posesif..  Bahkan kadang di waktu lengang aku berbicara pada diriku sendiri, apa yang tidak perlu kuulangi kesalahan orangtua membesarkanku. 
 
Semua rencana tinggal rencana, aku tidak akan pernah tahu kapan aku punya anak. Jalan hidupku masih panjang,,masih banyak yang mesti kulakukan & masih banyak yg mesti kupelajari. Jadi untuk calon bayiku? kamu ada, aku happy, kamu ga ada, aku senang-senang aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 06/09/2009 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 2 hours ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 2 hours ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: