kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Dandan Dandan Dandan

Sakit cacar di liburan tengah semester 2009 membuatku jadi tahu video tutorial make up oleh Sarah Victor di Youtube. Aku merasa cukup dgn koleksiku yang sudah ada. Jelas aku perlu beli catok & hair dryer baru. Sama si shimmery satu ini.  Tapi kapan?

Peralatan make up ku sebenarnya sangatlah sederhana. Untuk pergi bekerja atau ke mall aku jarang sekali pakai make up karena akan tersapu helmku tapi kadang untuk merayakan diriku sendiri, aku berdandan. Aku punya prinsip dalam bermake up: bedak harus mantab, mata harus main, & terakhir senyuman yang tulus dari hati yang damai. hahaha.

Produk yang tidak akan kubeli:
1. Produk pencegah penuaan
2. Produk supaya kulit putih cemerlang, segar, kuning langsat apapun itu
(Buatku,
warna kulit itu genetik & awet muda itu cuma diatur dari dalam titik!)

Berikut ini adalah koleksi yang kusimpan di kotak make up ku:

  1. Pembersih dan penyegar muka setelah make up cap murah meriah: Viva Cucumber
  2. Pelembap wajah sebelum kena yang berat-berat: Sariayu Jeruk (6000 perak kalau ga salah)
  3. Alas bedak alias foundation. Yang ini, aku memang berani bayar mahal. Mengapa? kunci di make up (menurutku) terletak di foundation. Jangan sampai terlihat memakai topeng atau ketika sudah lama dipakai akan terlihat berkilat. Tadinya sih mau membeli MAC. OMG, harganya jauh dari kapasitas kantong. Untuk Max Factor, harus terbang ke Singapura. Akhirnya kujatuhkan pilihan pada Creamy Foundation Dazzling Mocca dari PAC Sariayu-KD Collection. Sumpah hasilnya mantab. Bisa bertahan selama lima jam lebih tanpa harus re-touched. (Rp.98.000 untuk harga tahun 2010)
  4. Tapi make up yang bertahan sempurna sebenarnya ga modal foundation aja sih. Untuk bedak, lagi-lagi aku tidak main-main. Sengaja kupilih PAC juga karena aku sudah cocok dengan PAC foundation sebelumnya. Untuk bedak aku sebenarnya punya dua. Loose Powder #2 (80ribu untuk harga 2010) dan yang kedua Nourishing Pressed Powder yang Light dari Ultima II (harga 150 lah)
  5. Sekarang lari ke mata. Orangsering bilang Viva is the best but well, I m thinking to use different technique (teknik yg kupilih sudah ada di koleksi video favoritku di Youtube hehehehehe..). Aku pakai eye shadow untuk menggantikan pensil alis.
  6. Eye Shadow. Hmm, aku hanya punya satu kotak produk dari Inez ya. Seri Venice terdiri dari warna coklat tua, coklat muda, putih dan tembaga (favoritku..ntah kenapa dalam pemilihan pakaian dan warna make up aku lebih suka coklat),Meniru teman dansaku si Indy: Cuma INEZ yang paling nampol Vi. Hahahaha dalam hal ini aku setuju sekali sama dia. Inez memang murah meriah tapi benar-benar nempel. Seingatku, dulu kubeli dengan harga 20ribu saja.
  7. Masih mata: Eye Liner. Aku suka eye liner cair dari Inez. Cepat kering, tahan lam
  8. Mata lagi: Maskara. Hmm, orang sering bilang Maybeline paling mantab, tapi harganya koq menyikat dompet ya? Dilema antara berhenti dari mascara Revlon dan berpindah ke Maybeline..smua lagi-lagi tergantung dompet..(Maklum maskara habis dan belum beli lagi). Kebetulan aku punya bulu mata yang panjang jadi tidak terlalu mengeluarkan effort yang besar di maskara
  9.  Lipstik. Waduh,,,buanyak lah..Oriflame & Ultima II. Liquid, Matte, Lip Gloss. Sampai berapa tahun ke depan tidak ada rencana beli baru lagi deh..

Sampai saat ini aku begitu enggan mengurusi rambutku. Setiap kali rambutku sudah tidak rapi, aku ingin segera memotongnya tanpa berusaha memblow atau apapun itu. Temanku sebenarnya sudah mengajariku cara untuk dry blow.. em tapi tetap saja.. aku tidak punya hair dryernya.. Untuk menata rambut buat ke pesta pun aku sebenarnya punya hair spray dan sisir sasaknya..lengkap dengan video cara menata rambut untuk rambut pendek.. yah tapi nanti-nanti saja lah dipelajari kalau ada undangan resepsi nikah

One comment on “Dandan Dandan Dandan

  1. Pingback: Ulasan Make Up : Foundation & Mascara Max Factor | kisah guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/09/2009 by in makeup and tagged .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: