kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Teman-temanku, Berlian-berlianku..

Tulisan di bawah ini ditulis tahun 2009. Waktu berjalan, seperti koleksi berlian, teman berkurang. Kalau berlian sih berkurang karena sudah ga dibutuhkan (halah bilang aja lebih butuh duit daripada berlian) sedangkan teman, tentu saja karena jarak (hidup di Depok membuat saya mikir 1000x ke Jakarta di akhir pekan kecuali urusan gereja) dan waktu. 4 Juli 2015 saya masih berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa bisa bertemu dengan beberapa teman lama dengan tema berbuka puasa bersama

Mengibaratkan teman seperti berlian semata-mata karena aku penikmat berlian tanpa bermaksud melihat manusia seperti benda. Menatap berlian berlama-lama itu tiada membosankan.. permainan cahaya yang timbul ketika terkena cahaya terasa mendamaikan. Begitu juga ketika aku dikelilingi teman-temanku. Dukungan sederhana yang mereka berikan ketika aku merasa sendirian terasa menghangatkan.

Mengingat aku adalah yang suka muntah kata-kata dan curhat kemana-mana rasanya aku bisa mati berdiri tanpa teman-teman. Setidaknya 10 temanku mengetahui satu masalah yang kuhadapi sangking begitu sukanya aku untuk berbagi kisah dan sebagai konsekuensinya banyak pula teman-teman yang curhat kepadaku.

Seperti layaknya berlian bisa di cincin, gelang, liontin ataupun giwang, begitupun teman buatku bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Temanku yang saat ini dekat denganku muncul dari tempatku bekerja saat ini. Kami baru mengenal sejak Februari 2009 tapi entah mengapa kami berbicara membahas segala hal entah itu spiritual atau makanan, pria atau tempat wisata seperti kami telah mengenal selama sekian tahun. Sebuat berkat ketika ia meminjamkan buku yang selama ini rindu untuk kubaca, atau ketika ia mengijinkan aku membaca buku agendanya. Mendengarkan angannya, masa lalunya, dan semuanya tentang dia adalah sebuah aktivitas yang selalu membuatku belajar tentang hidup. Tidak pernah habis rasa optimisku bahwa dia akan mengembangkan sayap dan beraktualisasi diri tanpa akhir.

Oh ya, Aku memiliki kelompok pertemanan dansa UI yang bisa kuajak bicara soal foto, video, sampai ke hal-hal personal seperti putus dan jatuh cinta. Beberapa teman memberikan nasehat (nasehat yg selalu kukenang adalah nasehat malam minggu yg disampaikan teman priaku dari sebuah warnet.. lu cuma akan terus menarik pria yg salah kalau baju lu bgitu terus), kritikan, sampai curhatan via sms (duh Vi, sewa gedung ballroom tuh rata-rata di Jkt 50-150 jt.. mau ngutang brapa gw buat kawin?).  Aku juga memiliki teman-teman dari tempatku bekerja dulu. Bercerita seputar masalah pendidikan, gosip-gosip sepele sampai mendadak nekat pergi ke Jogja. Satu temanku pergi mengajar ke Palangkaraya demi mengembangkan diri.

Berlian bisa dijual, teman bisa hilang. Bukan karena mauku tapi karena situasi dan kondisi, dia pun pergi. Ada rasa rindu untuk sekedar sapaan halus tapi sudah menjadi hak tiap individu untuk terus menjalani hidup dan tak menoleh ke belakang. Bukankah aku telah terbiasa untuk ditinggalkan? Ah, tiba-tiba aku ingin duduk di teras, meminum bergelas-gelas kopi dan berbicara panjang lebar dengan si pujangga cinta, entah itu sekedar mengenang lagu favorit PADI kami, dia bicara tentang wanita aku bicara tentang pria, lalu masing-masing dalam diam merangkai puisi.. Kalau sampai itu terjadi kuyakin dia akan bilang, ‘mbak?! aku gila, tapi mbak vivi lebih gila…

Berlian memiliki kadar, kejernihan dan warna yang beraneka ragam, begitupun teman. Ada beberapa orang teman yang kuakui dari lubuk hati terdalam: kukagumi dan kusayangi sebagai sebagai individu dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Aku memiliki teman yang sejak TK sampai Universitas selalu bersama. Di UI, kami hanya beda fakultas dan fakultas kami berdua cuma berjarak selemparan batu. Tanggal lahir kami sama (kami cuma beda 6 jam) sehingga sejak usia 10 tahun kami merayakan ulang tahun berdua. Dia lah yang selalu membuatku merayakan ulang tahun secara khusyuk. Tanpa temanku, aku hanya akan melewati ulang tahun seperti hari biasa. Aku dengan segala sentimentilku pernah membuat kue ulang tahun di usia kami yang ke-24 sama persis ketika kami 17 tahun. Kami bertemu sesekali di resepsi pernikahan teman SMA atau setiap kali kami ulang tahun untuk sekedar mengabarkan keadaan kami masing-masing selama tidak bertemu. Tidak ada pembicaraan yang mendalam tapi setidaknya kami masih memiliki tradisi tahunan yang membuat kami saling terikat.

Temanku yang lain adalah teman yang kukenal sejak SMA. Tubuhnya tinggi semampai dan tidak banyak bicara. Dibutuhkan keterampilan probing untuk membuat dia banyak bicara ketika kami masih SMA. Dibalik keheningannya, aku selalu dibuat terharu luar biasa. Dia di usia SMA, memilih spiritualitasnya sendiri tanpa mengikuti pemahaman orang tua semata. Aku memang yang menemaninya berangkat baptis (waktu itu di bilangan Hayam Wuruk), tapi semua pencarian tentang Tuhan dilakukannya atas kesadaran sendiri.. Aku masih ingat ketika ia duduk sendirian beribadah di gereja ketika banyak orang-orang yang hidup baru telah kehilangan semangatnya untuk terus mencari kebenaran dan mengenal Tuhan. Aku masih ingat hancur hatiku ketika ia gagal UMPTN. Dia lalu kost mendekati akademi Tarakanita yang membuatku khawatir akankah ia terpengaruh kehidupan mahasiswi-mahasiswi disana. Di tempat nun jauh disana pun ia masih rutin beribadah ke Bekasi. Sungguh aku jatuh hati dengan keteguhan dan ketekunan hatinya. Dia ada di sisiku ketika aku dalam ketakutan dan kegamangan ditinggal mati almarhum bapakku. Dia adalah orang yang selalu kuceritakan tentang kabar terbaruku dan kami tidak pernah bosan berbagi gosipan gereja. Aku ingat dua tahun yang lalu, ia berencana mengikuti doa semalam suntuk karena ia ingin menghadapi ujian s1 Ekstensi UI. Aku yang memang sejak 5 tahun sebelumnya memohon kepada Tuhan supaya temanku ini bisa sampai sarjana, langsung mengiyakan. Aku tidak pernah menolak tawarannya beribadah kemanapun itu karena apapun terjadi aku ingin selalu mendukungnya selama aku masih hidup. Ketika ia akhirnya diterima s1 Ekstensi dan kemudian wisuda beberapa waktu yang lalu, sukacitaku penuh. Lupa rasanya dengan semua keprihatinanku melihatnya bekerja sambil kuliah dan mengerjakan tugas di kantor. Sampai saat ini, setiap kali aku mengingatnya, aku selalu berdoa supaya dia mendapatkan jodoh yang bisa menjadi imam untuk keluarga, yang bisa ia jadikan sandaran, melindungi, dan mencintai dia secara penuh..

Temanku yang lain kukenal waktu aku kuliah. Ntah bagaimana dia mengorekku sehingga aku jujur mengungkap siapa cinta monyetku (padahal aku adalah orang yang paling pantang menyebutkan siapa orang yang kusukai atau pernah kusukai..). Kami kebetulan sama-sama mengawali masa kuliah kami di sebuah ruang kelas di Fak Ilmu Keperawatan. Dia terlihat tertutup, pemalu, dan pendiam. Di masa kuliahnya, aku nyaris bingung dengan nama pacar dan mantan-mantannya. Aku ingat ia seringkali menghilang dari jam kuliah entah itu urusan apa. Aku tidak pernah sreg dengan pacarnya, tidak habis dengan gaya belanja dan cara ia membuang uang utk aksesoris, make up, tas dll  tapi toh aku tetap menikmati waktu bersamanya. Menjelang akhir kuliah, dia jujur dan terbuka tentang keluarganya yang selama ini ia tidak pernah ceritakan kepada kami (kami berlima, tapi aku paling dekat dengan temanku yang satu ini). Disitulah aku melihat kedewasaan dan kekuatan yang tidak gampang dipatahkan oleh keadaan. Aku begitu bangga ketika melihatnya lulus menjadi psikolog dan sekarang berada nun jauh di Papua. Suatu keputusan yang membuatku lebih bangga karena jarang ada psikolog yang berdedikasi dan totalitas di suatu daerah terpencil.

Terakhir, temanku yang entah bagaimana bisa kami terlibat chatting ngalor ngidul di YM. Kalau tidak salah, kami terlibat pembicaraan di konferensi YM dengan teman-teman dansa tapi seingatku, tidak pernah ada pembicaraan lanjutan dan entah bagaimana kami bisa berpanjang-panjang chatting entah itu memberi masukan atau mengomentari hal sepele. OK lah kadang aku kesal diatur-atur, kadang ada hal yang ingin kusampaikan padanya tapi tertahan di ujung jari, ada hal-hal yang bisa membuatku tertawa, dan segala hal-hal kecil yang kupilih utk kusimpan di kepala.

Aku sering bilang, malaikat yang dikirim Tuhan untukku bukan malaikat bersayap putih tapi orang-orang biasa (termasuk di dalamnya teman-temanku) yang dengan caranya sendiri dipakai Tuhan untuk menjagaiku, mengingatkanku, melindungiku, dan mengajariku tentang warna lain kehidupan dari kisah hidup mereka..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30/11/2009 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

Kashmere & Goofy. I used to have ball for Goofy to play with but I lost it couple months ago. They seem happy to play with newspaper.. Ini kertas koran digelar supaya mereka bisa pipis dan pup waktu malam. Biasanya sih kl dibawa jalan, ga ada acara pipis malam. Cuma hari ini di Depok dingin jd gelar koran aja. Can I just write it : no caption needed just like selebgram? 
Kalau diperhatikan saya sekarang ga pernah cantumin tanggal apalagi harga karena saya tahu ada follower yang sekedar jadi mata2 dan ngomongin di belakang ;) Nah semua yang pernah wa ke saya jg nyadar saya akan selalu tanya nama dulu baru jelasin bla bla bla. 1. itu soal etiket ya dek. 2. saya selalu simpan semua data org2 yang tanya2. Beberapa bulan kemudian org tersebut cuma nanya sepele atau akhirnya daftar pasti saya jawab. Kadang aja suka kelewat :) Body Talk workshop. Further info please contact @drhrani :* So why some vets offer HUMAN birth control injection to cats? well many reasons I can't mention in social media of course. duuuhhh.

Is it safe? apakah aman? seminggu sekali saya selalu terima whatsapp org yang panik tanya apakah bisa steril kucingny pyometra segera. Begitu dari lubang vagina keluar cairan putih nanah, kejaran waktu dimulai antara : mendapatkan dokter hewan yang siap untuk tindakan operasi dan DANA. Kl pecah? ya RIP. sederhana. 
Lanjutkan suntik KB nya! lanjutkan sayang. Nangis2nya nanti ke dokter hewan yang suntikin ya. bukan ke saya.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Bulatan putih ini nanah yang kl sampai pecah berbahaya untuk kucingnya. 
Selain karena suntik KB, pyometra bisa terjadi karena beberapa sebab lainnya. #infosteril The main problem among Indonesian cat lovers: they can't afford neuter / spay fee. Even when they ask how much is it cost in Rumah Steril (±US$ 30), they still complaining the price is expensive. 
So what happen next? some vets in Indonesia offer human birth control injection. it is cheap with consequences. Pyometra for example. 
I do not mind. Feel free to keep doing it. not my cats anyway.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Belajar Yuk!
Ovarium yang sehat ada di kiri.
Ovarium yang tengah ada kista (bening jd memang susah keliatan sih).
Ovarium yang kanan penuh nanah. LANJUTKAN SUNTIK KB NYA. lanjutkannn.... #infosteril

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: