kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Mental Age Basal Age

Saat ini merasa usia berapa?

Hal tersebut adalah pertanyaan yang kuajukan kepada 3 sahabatku. Proyek riset kecil-kecilan yang melupakan metode penelitian psikologi yang sahih dan adekuat. Aku menanyakan hal ini dalam rangka merayakan ulang tahunku. Setiap tahunnya aku selalu membuat perayaan yg berbeda. Sesuatu yang personal dan unik. Terima kasih buat 3 respondenku tercinta. Kamu sudah memberi kado ulang tahun yang unik untukku tahun ini.

Mari membahas hasil tiga temanku sebelum membicarakan diriku sendiri. Satu sahabatku merasa ia berusia 28 tahun sekaligus merasa 11 tahun. Mengingat usia basalnya sendiri belum menyentuh digit 28, tentu membuat penasaran bagaimana bisa merasa 28? Menurut dia, selain bahwa ia merasa telah bertanggung jawab atas diri sendiri, ia merasa usia tersebut usia yang layak untuk menikah.. Hmm, kutarik kesimpulan bahwa ia tipe orang yang siap nikah banget.. walau disatu sisi sangat menikmati berbagai rupa games sebagai sarana katarsis. Pilihan rentang usia dalam menetapkan mental age sebenarnya menunjukkan dirinya yang masih belajar untuk lebih bijak dalam menghadapi beberapa masalah hidup.

Sahabat kedua merasa berusia 23 tahun karena di usia tersebut ia merasa lebih baik dalam mengambil keputusan dan memandang hidup ini. Dia bisa introspeksi diri. Selain itu usia 23 tidak dikejar-kejar untuk menikah pun tidak dikejar-kejar lulus karena sudah lulus..


sahabat ketiga merasa berusia 21 tahun karena dia merasa masih dalam pencarian jati diri. Dibilang dewasa belum, dibilang remaja juga sudah kadaluarsa. Dalam bekerja, materi juga bukan prioritas utama, yang penting hati senang, coba-coba ini itu ga jadi kendala karena justru itu seni mematangkan diri sebelum settling down as a fully grown up

Aku sendiri selalu merasa berusia 21 tahun. Selalu merasa seperti anak kuliahan.. Ini bukan cuma karena penampilan yang masih dengan sepatu karet dan tas ransel. Lalu mengapa bukan 18? 19? atau 20? Karena ketika itu aku begitu angkuh ingin menunjukkan kemandirian, di sisi lain aku begitu ingin dicintai. Meloncat dari satu orang ke orang lain, aku menuntut, aku merasa berhak untuk marah, dan paling layak untuk dikasihani.

Aku sampai saat ini masih belajar di sekolah HIDUP  dengan berbagai mata kuliah wajib maupun pilihan. Aku memilih mata kuliah FORGIVENESS, DETACHED, Kejujuran Total, dsb. Sedangkan 1 mata kuliah wajib yang selalu menghantuiku belum sampai ujian akhir. Semakin hari aku bisa melihat diriku sendiri menjadi lebih baik dan aku tahu sekolah ini akan usai ketika aku tidak ada lagi di dunia ini. Sejak 21, pengajarku berganti-ganti. Ada  1 pria yang (hampir) kusangka My Soul Satellite ataupun manusia yang hanya kulihat dari layar kaca. Buku kuliahku kadang berasal dari karya tulis ataupun cuma sepotong kalimat yang kutemukan dari dunia maya

Aku masih sekolah. Jadi aku tidak pernah merasa bekerja. Buatku mengajar adalah penyaluran hobi. Memang dulu kuhindari, tapi harus kuakui Sang Sutradara lebih tahu yang kubutuhkan daripada yang kuinginkan. Dia tahu persis, aku senang memiliki waktu berkuantitas dengan orang-orang terdekatku sehingga bekerja kantoran sampai larut malam jelas-jelas bukan kapasitasku. Dia pun tahu aku lebih peduli dengan liburan daripada uang. Jadi dibawalah aku kembali ke dunia sekolah lengkap dengan 2 bulan libur plus PR.

-Basal Age-

Usia asliku sendiri semakin menjauh dari angka 21. Aku lahir di sebuah kota kecil di Jawa Timur 26 tahun yang lalu setelah ibuku marah besar dan memindahkan kasur sehingga ak
u jengah di dalam rahimnya.. Lucu juga menyadari bahwa akhirnya aku lahir setelah 10 bulan 2 minggu karena emosi besar.. Tidak heran kalau temperamental adalah sifat dasar yang sempat sulit kuatur. Ya, aku bukan di kandungan selama 9 bulan. Bahkan di dalam kandungan aku sudah belajar untuk menghindari kenyataan. Bapakku mencoba dua kali menunggu kelahiranku tapi gagal. Ketika usia kandungan 9 bulan dia pergi ke India, ketika 10 bulan dia berangkat ke Amerika. Jika bapakku hadir maka bisa dipastikan akta lahirku akan tercetak sempurna tanggal kelahiranku yang benar lengkap dengan nama Cattelya Sebayang. Terinspirasi dengan penelitian bertahun-tahun seputar anggrek maka dia terpikir menamaiku dengan salah satu spesies anggrek.

Takdir berkata beda, aku lahir Jumat Kliwon jam 6 pagi, diberi nama yang diadaptasi dari nama mbah putri Yuliana Evi. Akte lahirku menunjukkan angka 10 Februari karena tidak ada yang ingat untuk membuatkanku akte lahir. Aku bertemu ayahku 2 bulan kemudian & sampai aku TK dia sering memanggil anak perempuan satu-satunya ini dengan panggilan ‘Matahariku’. Aku selalu ingin protes mengapa ia memanggil  ‘Matahariku’. Bukankah matahari itu terdengar panas dan bikin gerah? Mungkin memang tepat..aku seringkali membuatnya panas dan gerah sekaligus menjadi poros revolusi hidupnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/01/2010 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: