kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Cintah Es Em Peh

Ketika seorang muridku curhat soal tingkah temannya (cowok) yang berubah jadi sarkastis dan cuek sejak tahun ajaran baru, aku jadi berpikir mengapa anak laki-laki ini berubah total. Aku tahu persis dia adalah malaikatku yang paling manis, kesayanganku, pujaanku & akan kulakukan apapun buat punya anak laki-laki seperti dia . Aku dan muridku sadar betul bahwa si cowok ini pastilah naksir sama muridku. Namun mengapa bentuk perilaku yang ditunjukkan malah berlawanan?

Aku sebenarnya merasa seperti pernah mengalami hal ini, tapi selama mendengarkan ceritanya, aku belum bisa mengingat apapun. Sampai ketika aku menyadari bahwa tindakan anak cowok ini bisa jadi karena takut jika menunjukkan perhatian maka seluruh sekolah akan menggoda dia. Utk diketahui, sekolah ini kecil. Total jumlah murid cuma seratusan. Jadi semua orang tahu segalanya.

Langsunglah ingatanku berlari ke masa kelas 1 SMP. Kisah cinta pertamaku. Cinta monyetku . Dia pernah sebangku denganku (aku rasa aku mahluk tidak kreatif, salah satu pria yg pernah singgah di hidupku juga dulu teman sebangku waktu SD). Sumpah aku tidak tahu apa yang menyebabkan aku bisa sampai naksir sama nih anak (Hmm kapan juga aku pernah jatuh cinta dengan waras?). Dia anak terkecil dan memiliki 2 kakak yang semuanya kuliah di ITB. Selalu mau menang sendiri karena berasal dari suku yang menomersatukan laki-laki. Di sekolah selalu punya gadget terbaru. Bayangkan dulu waktu SMP sudah punya pager dan bau tubuhnya selalu White Musk Body Shop.

Kami berada di satu sekolah sejak TK kecil walaupun tidak selalu sekelas. Dia dan kakak-kakaknya sejak kecil diarahkan tantenya untuk bernyanyi sehingga dulu pernah mondar mandir di layar kaca. Ketika aku kelas 3 SD, mereka menyanyikan lagu ‘Mengapa Begini Mengapa Begitu’. Begitu pula jaman SMP pernah beberapa kali mengisi acara lagu-lagu tradisional dari suku mereka di Indosiar.

Nah aku dan dia selalu terlibat dalam pertengkaran untuk masalah-masalah sepele. Namun, beberapa kali kami telpon-telponan. Bodohnya aku menyelesaikan tugas Tata Busana berupa membuat tusuk mawar untuk dia . Aku pernah begitu sulit berkata-kata. Antara suka sekaligus cemburu, antara kesal tapi rindu lalu menyiram Aqua gelas yang ada di tanganku ketika kami menjelang pulang sekolah. Tentu dia membentakku dan aku berlalu naik ke mobil jemputan tanpa minta maaf. Selama bertahun-tahun aku mengutuki diriku mengapa aku begitu jahat dan kasar tapi kami sudah terlanjur terpisah.

Semua teman-teman tahu aku menyukainya tapi aku selalu menyangkalnya. Bahkan ketika aku kembali sekelas di kelas 3 aku tetap terlihat dingin dan lebih memilih untuk berbicara dengan teman-temanku yang lain. Saat itu dia sudah berpacaran untuk kedua kalinya. Pacar pertamanya anak SMP 115 dan yang kedua adalah teman sekelas kami. Ketika memilih SMA, dia memilih SMA yang berada di daerah Bulungan sementara aku di depan rumah saja. Nah sepanjang tiga tahun SMA, aku tidak pernah naksir, suka, atau jatuh cinta kepada pria lain. Kepalaku masih penuh tentang dia. Di masa SMA aku sudah tidak bisa menghitung lagi dengan siapa saja dia berpacaran. Aku tahu dia mengikuti Paskibra & di-bully-i senior sesuai standar SMA tersebut.

Ketika aku lulus SMA dan akhirnya aku masuk UI, aku tahu dia berada di fakultas di sebelahku. Saat bulan-bulan pertama kuliah pun kepalaku masih saja memikirkan dia. Padahal sudah enam tahun berlalu . Aku bertemu kembali dengan dirinya secara tidak sengaja di Balhut (tempat warung tenda yang ada di balik hutan di depan FPsi). Dia sudah tidak pakai behel lagi. Dia masih seperti ketika aku pertama kali mengenalnya dan tepat hari itu aku merasakan ketenangan yang luar biasa karena aku telah berhenti memikirkan dia . Menjelang akhir kuliah, aku sempat mendengar cerita bagaimana dia di Fakultas sebelah dan bagaimana petualangan dia dari satu perempuan ke perempuan berikutnya. Aku cuma tersenyum. Sungguhlah tidak heran. Dia tetaplah dia. Sekarang dia bekerja di salah satu majalah pria di Jakarta. Tetap menawan dengan jas ataupun kemeja, tapi sungguh aku sadar tidak akan ada kisah berulang diantara kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 08/02/2010 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: