kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

aku & Film India

Ketika aku SD, hampir setiap tahun aku pulang ke kota kelahiranku di Pare-Kediri dan menghabiskan liburan kenaikan kelas disana. Di masa itulah aku pergi nonton bioskop untuk menonton film India. Entah apa yang menarik buatku menonton film yang lebih dari 2 jam dengan fasilitas ala kadarnya dari sebuah bioskop di desa. Kurasa aku suka rampaknya tarian india, ide ceritanya, dan sensasi pengurasan air mata ketika ada peristiwa sedih terjadi.

Aku ingat ada dua film yang kutonton sampai dua kali di Bioskop itu. Satu dibintangi Sridevi dan satunya lagi tentang keluarga yang memelihara gajah dari kecil karena si ibu gajah mati diburu. Aku ingat menangis tersedu-sedu menonton dua film itu bahkan untuk kedua kalinya menonton. Hobiku menonton film India berlanjut di layar kaca. Tidak semuanya kutonton karena aku pun ternyata punya selera dalam memilih film India. Beberapa film yang kutonton (berulang kali) ternyata kebanyakan dimainkan oleh Shah Rukh Khan.

Nah, entah mengapa aku suka mengikuti duet maut Kajol-Shah Rukh Khan. Pertama kali melihat mereka di film ini. Lalu terus berlanjut sampai yang terbaru My Name is Khan. Ketika film ini muncul, aku sengaja menghindari untuk menonton sekalipun teman-temanku dari kelas Special Needs memintaku untuk menonton. Lalu tanpa kuminta film ini masuk ke dalam laptopku hasil ulah temanku. Aku sendiri tidak tahu apa alasannya memberikanku film ini. Dia tidak tahu bahwa menonton duet Kajol-Shah Rukh Khan beresiko membuatku sentimentil dan mulai terbawa haru persis ketika aku menonton film-film mereka berdua sebelumnya. Entah mengapa setiap kali mereka beradu akting, ntah itu bagian norak atau bagian romantis selalu terlihat pas. Lebih parahnya film ini berkisah soal Asperger, sebuah dunia yang dekat denganku.

 Ok berikut ini adalah film India yang beberapa kali kutonton dan nyaris menangis..

1. Khamoshi: Tiap kali nonton tiap kali nangis terutama pas bagian bapaknya yang bisu tuli menceritakan betapa bangganya dia kepada anaknya dihadapan orang-orang. Si anak yang menerjemahkan jg ikut nangis tersedu-sedu terutama pas bagian si bapak cerita bagaimana anaknya membantu berjualan untuk mencukupi kehidupan mereka

2.  Dil Se... beuh manteb lah ini film.. kisah tentang seorang perempuan teroris yang malah jatuh cinta ama reporter tapi bagaimana dia bertahan untuk tetap dingin demi menjalankan misinya dan balas dendam kepada pemerintah India karena dia pernah diperkosa tentara India. Walau efek ledakan bunuh dirinya begitu norak.. Sumpah dah aku menangis melihat bahwa mereka akhirnya tidak bersama..

3. Asoka.. Satu lagi film India yang tidak happy ending yang kusuka..

4. Devdas yang Shah Rukh Khan.. suka sekali baju-baju dan tariannya.. Tentu saja menangis di kisah pelacur yang mencintai pangeran itu.

3. Kuch Kuch Hota Hai.. Wuahahahahaha… setiap kali melihat film ini setiap kali aku merasa senasib seperti Anjali.. Nangis di bagian apa ya? Nangis di bagian Anjali dijadiin latihan Rahul bilang I LOVE YOU.. wuahahahahaha.. Trus sambung nangis waktu Anjali menjelang nikah… wuah

4. Kabhie Kushi Kabhi Gham.. Film ini bagus soal keluarga. Keluarga bertengkar, keluarga berdamai. Manis banget ketika melihat si Rahul mengajak Anjali menikah (Ya… emang namanya sengaja dibikin sama mengenang KKHH) dan juga ketika Rahul berdamai dengan bapaknya (wah kalau yang ini aku pakai terisak-isak)

5. My Name Is Khan.. pengejaran akan happy ending memang bikin jadi film ini mentah lagi.. tapi tetep dapet dah nangis-nangisnya..

6. Bend It Like Beckham.. bukan produksi Bollywod tapi ide cerita sangat menarik.. Lengkap dengan tradisi India yang bertabrakan dengan gaya hidup anak muda India yang tinggal di Inggris dan punya cita-cita jadi pemain bola..

tentu saja yg terbaru Life of Pi. bukan produksi Bollywood juga tapi selama berhari-hari saya sibuk memikirkan gambaran Tuhan di harimau tersebut

 

One comment on “aku & Film India

  1. Pingback: Guardians of the Galaxy : oh okay | kisah guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15/03/2010 by in dongeng & film and tagged , , .

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 1 hour ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 2 hours ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: