kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Aku bosan..

Iseng aku bertanya pada diriku sendiri apa yang membuatku bosan.. Aku tidak pernah bosan menunggu.. Aku bisa dengan tenang duduk diam 5 jam menanti pesawat di bandara budget airlines yang jauh dari kenyamanan dan makanan, aku bisa menikmati kemacetan hanya dalam sunyi tanpa musik ataupun buku yang bisa dibaca, aku pun bisa menikmati liburan hanya  sendirian di rumah tanpa melakukan aktivitas berarti.. Aku suka ngobrol dengan sedikit atau banyak orang asalkan dengan pembahasan yang mendalam bukan seputar pembahasan ringan basa basi.

Lalu apa yang membuatku bosan?

1. acara keluarga dari pagi sampai nyaris malam
Aku masih ingat beberapa tahun silam rutinitas tahunan dimana handai taulan entah dari sudut bumi mana datang ke rumahku. Sungguh aku mati bosan karena aku tidak tahu kapan mereka memutuskan untuk pulang. Pembicaraan pun tidak pernah mendalam. Hanya sekedar pertanyaan-pertanyaan klise yang menjemukan. Setelah mereka pulang, seringkali kelelahan yang kurasakan bukanlah kelelahan fisik melainkan kelelahan mental, memasang senyum kepura-puraan dan membahas hal yang sama kepada orang-orang yang berbeda.

2. curhatan yang sama tentang pesimisme
Aku bosan dengan curhatan pesimisme.. merasa tidak bahagia karena belum menemukan pekerjaan yang membanggakan.. merasa tidak bahagia karena tidak ada yang mencintai.. atau merasa kehidupannya menjemukan. Aku memilih untuk diam.. membiarkan semua tertumpah kepadaku tanpa berusaha memberikan semangat..

3. mall
Pergi ke mall buatku adalah sebuah kewajiban bukan kesenangan. Hanya mall tempat pertemuan yang diketahui teman-temanku. Jadilah aku pergi kesana untuk sekedar bertemu kangen. Sesekali aku pergi untuk membeli satu dua barang, tanpa tertarik berputar-putar mengelilingi mall..

4. Segala sesuatu yang ‘melihat ke atas’
Aku bosan mendengar orang yang terkagum-kagum dengan pernikahan mewah, gaya hidup jet set, atau segala sesuatu yang selalu menunjukkan kekayaan. Itu sebabnya aku tidak tertarik menonton acara-acara semacam My Sweet Sixteen, Celebrity Cribs apalagi list orang terkaya ala E!. Aku juga paling malas mendengar orang (secara terselubung atau blak-blakan) memamerkan barang-barang yang ia miliki (entah itu gadget terbaru atau kendaraan yang ia gunakan).

5. Orang-orang yang tidak tahu bagaimana membahas Tuhan
Kebosanan yang satu ini bisa jadi yang paling tidak bisa kubendung. Kebosananku terhadap 4 faktor diatas masih bisa kuatasi dengan sekedar anggukan kepala tanda ketertarikan, mengalah demi teman atau keluarga yang kucintai, ataupun diam tenang tanpa menyampaikan kritikan. Tapi kalau yang terakhir ini entah bagaimana aku tanpa ampun bisa angkat kaki seketika. Ada 2 tipe pembahasan Tuhan yang bisa membuatku bosan dan akhirnya kabur:

  1. Orang yang membahas Tuhan tapi sekedar omongan klise tanpa aku tahu apa maksudnya.
    Ini terjadi ketika aku sebagai seorang anak menunjukkan hormatnya kepada bapakku yang notabene pengurus sebuah gereja Protestan dengan cara menghadiri kebaktian di gerejanya. Setiap kali waktu khotbah datang, setiap kali itu aku mati bosan. Aku seringkali mengamati pendeta-pendeta ini, kenalkah mereka dengan Tuhan mereka? Kata-kata mereka begitu hampa.. dan sama sekali tidak memberi kekuatan buatku yang terus menerus mencari wajah Tuhan.. Ketika kebosananku telah memuncak, akhirnya aku menyatakan terus terang kepada bapakku, aku tidak bisa lagi menghabiskan hari Minggu di dua gereja demi menyenangkannya dan demi kebutuhan spiritualku. Aku tidak pernah lagi kembali ke gereja itu dan aku tidak menyesali pilihan itu..
  2. Orang yang membahas Tuhan sekedar cuma lawakan. Kalau ini terjadi setahun yang lalu di gerejaku. Aku selalu memilih untuk datang kebaktian terpagi di gereja yaitu jam 8 pagi dan entah mengapa sering sekali di jam tersebut dan di cabang gereja itu selalu saja pendeta ini yang berkhotbah. Aku sungguh-sungguh bosan mendengar orang ini menyampaikan Tuhan karena yang ia pikirkan hanya menyenangkan jemaat dengan lawakannya. Bukannya aku tidak suka pendeta yang menyampaikan lelucon tapi aku tidak suka membuang waktu mendengarkan orang yang sepanjang waktu hanya sibuk bergurau. Banyak jemaat yang menyukai pendeta ini, tapi aku tidak tertarik sama sekali. Akhirnya saat itu seringkali aku hanya mengikuti perjamuan kudus, lalu saat waktu khotbah, aku telah meringsek keluar gereja dan naik bis pergi makan bakmi babi di Pasar Baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 08/04/2010 by in cuapcuap and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: