kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

aku & doa

Satu hal yang tidak kukuasai sebagai orang yang mengaku memeluk salah satu agama monotheisme adalah kemampuan berdoa. Aku ingat ketika aku masa sekolah / kuliah, aku sering bingung mendengarkan teman-teman sebayaku berdoa. Aku heran bagaimana mereka bisa merangkai kata yang luar biasa untuk didengar.

Namun di satu sisi aku suka mencela orang yang berdoa berdasarkan lafal yang telah tertulis dan biasanya target pencelaan adalah bapakku sendiri sang penatua gereja protestan di Pasar Minggu. Buatku tiadalah perlu berdoa jika hanya membaca sebuah buku kecil yang isinya rupa rupa doa (untuk mulai pembacaan firman, awal kebaktian, akhir kebaktian dst).

Sekalipun kemampuan berdoaku pas-pasan ditinjau dari keindahan bahasa, aku suka mendoakan orang tanpa harus melipat tangan atau menutup mata. Aku mendoakan temanku yang akan mulai bekerja di karirnya yang baru, mendoakan muridku sendiri yang akan berangkat UASBN kelas 6 SD, bahkan dalam hati mendoakan tukang sekoteng yang masih berjualan di malam hari yang sepi.

Doa untuk diriku sendiri? Yang jelas aku hampir selalu lupa doa makan . Aku masih tetap berdoa tapi dengan caraku sendiri:

Hari ini aku melakukan ujian ulang IELTS. Mengapa? nilai band writing ku tidak cukup untuk apply S2. Hasil yang mengecewakan itu tidak membuatku terpacu untuk belajar lebih keras. Seusai jam kerja yang menyita energi dan emosi, aku merasa perlu memberikan reward pada diriku sendiri dengan mengurusi taman di depan kamar dan sibuk berlaga jadi fashion stylist. Aku tetap belajar dibawah bimbingan 2 guru : 1 guru IELTS examiner, 1 mantan guru bahasa Inggris di sekolahku. Namun itu pun kulakukan di waktu subuh dengan rentang waktu yang cukup pendek. Aku dengan sukacita melakukan tips-tips yang mereka berikan untuk banyak membaca dan menonton berita, tapi tidak dengan menulis.. Aku setengah mati mengumpulkan motivasi untuk membuat tulisan sebanyak 250 kata itupun dengan memilih topik yang aku suka.

Kemudian datanglah hari minggu yang lalu, ketika aku seperti biasa menghadap pada Tuhan sesembahanku jam 7 pagi di Soedirman. Sang pendeta ini bercerita mengenai anaknya yang harus ujian praktek IPA dan mengimani mendapat tugas praktek yang mudah. Dari seluruh murid IPA di SMA itu, hanya 1 murid yang mendapat tugas praktek termudah, dan murid itu adalah Jonatan, anak sang pendeta. Diam-diam aku pun berpikir: dia bisa, kenapa gue nggak..

Akhirnya sejak seminggu lalu aku pun sibuk berdoa dalam hati memerintahkan alam semesta ini supaya aku dapat topik essay dengan materi yang aku kuasai. Tanpa dengan bahasa berbunga-bunga pun tanpa lafal. Hanya dengan bahasaku sehari-hari.

Sambil sibuk mengucapkan jampi-jampi selera gue, aku pun asyik memandangi editan tulisanku tentang ‘why PE is still important for students bla bla bla‘. Percayalah editan temanku ini jauh lebih banyak daripada tulisanku sendiri. Aku dengan takzim mengamati hasil editannya sambil mengagumi pemilihan kata yang ia buat sama seperti aku terheran-heran dengan doa yang dirangkai teman-temanku kaum Rokris dan POSA UI.

Datanglah hari ini, hari yang kusambut dengan santai tanpa beban. Satu per satu soal kukerjakan, beberapa kupastikan jawabannya salah, hingga sampailah aku di penghujung writing test. Aku membalik halaman dan berikut ini yang harus aku tulis:

Prepare a written argument on the following topic: Because of the pressure of new subjects, many schools have dropped PE and Music from the curriculum. How important is sport for children?

Buatku ini jawaban doa.. sebuah kalimat sederhana yang kuucapkan di sela-sela aku menjalani hari-hariku.. Akhirnya setelah aku tiba di kost, aku pun berpikir:

DOA bukanlah sebuah ritual,
bukan sebuah lafal,
tapi sebuah pelimpahan energi dari dalam diri
untuk membuat alam semesta melakukan apa yang kita butuhkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 08/05/2010 by in rohani and tagged , , .

Ranah Rana

Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta leaving Pulau Kelapa this morning and bring this litte girl with me. 
Semalam ada anak kucing yang terpisah dari induknya. Saya sudah coba cari induk tapi tidak ada. Pagi ini dia dipukul anak kecil. Saya ngamuk. Lalu saya bawa kucing ini di dalam tas. 
saya tahu harapan hidupnya kecil tapi setidaknya kucing kecil ini tahu ada org gila yang memperjuangkan hidupnya sampai titik darah penghabisan. Kucing di pulau sebenarnya mudah ditangkap. Kalau fokus sterilin kucing jantan saja, dalam 3 hari bisa 100 kucing disteril dan kembali dilepas ke alam tanpa perlu perawatan pasca steril yang panjang.

Penduduk di sini tidak masalah berbagi ikan dengan kucing2 liar toh memang ikan ada di mana mana. Tidak ada juga yang akan nyinyir steril murah justru mereka sangat bersukacita karena ada yang kontrol jumlah kucing di sini. Tantangannya cuma satu : duit lagi lagi duit.

Stray cats in this island are so friendly. they are not afraid of human beings. It is easy to catch them. Spay the tom cats and hopefully we can manage cat overpopulation in this island. The challenge always about money money money. #piknikpeentar in Thousand Islands. Jakarta. A place where cats can enjoy meals from visitors without any threats.

Pulau Seribu - sebuah kabupaten di Jakarta dipenuhi kucing yang kebetulan jinak. Sepertinya asyik kl tim Rumah Steril tinggal di sini 3 hari 2 malam mensteril kucing2 jantan yang ada di pulau. Bagaimana? #piknikpeentar menurut @eunikeedian Klinik Hewan dinas Pertanian ini bisa steril kucing Semarang #infosteril #Repost @raratcat with @repostapp
・・・
Hewan kesayangan anda sakit?? Layanan klinik hewan ini lebih terjangkau dibandingkan dengan klinik hewan dokter pribadi / swasta. Melayani konsultasi, pemeriksaan dan pengobatan bagi hewan kesayangan anda. Daftar alamat tempat pelayanan:
- Klinik Hewan Dinas Pertanian Jl. Slamet Riyadi Gayamsari (024) 6714930.
- Pusat Kesehatan Hewan Gunungpati Jl. R.W. Sugiharto Km 11 / Raya Manyaran Gunungpati.
- Pusat Kesehatan Hewan Mijen Kelurahan Tambangan Jl. Raya Semarang Boja, Mijen.

Selain pada tempat pelayanan diatas, jg melaksanakan pelayanan aktif keliling melalui kegiatan Klinik Hewan Keliling & Pengobatan Massal. Biasanya tiap bulan ada jadwal pemeriksaan hewan GRATIS di tiap kelurahan. Namun sayangnya tidak banyak masyarakat yang tau mengenai info ini. Semoga bermanfaat. Monggo di share.

Kicauan

  • capek. ngerjain. printilan. tapi. memang. cuma. ini. bisanya. 2 hours ago
  • RT @arman_dhani: Boas: "Itu napa bis timnas ditimpukin batu?" Andik: "anu, tadi pas masuk stadion ga telolet teloletin bocah vietnam" #DiR2 hours ago
  • *genjrengan all by myself 7hr7mlm* 2 hours ago
  • besok hari yang berat sampai selasa. lalu rabu sterilan T.T 2 hours ago
  • RT @tbputera: [Harry Potter Indonesia] *pake sorting hat 🤓 Bismillah 🎩 hmmm...Kamu masuk...IPA!! 3 hours ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: