kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Puas [bagian 2]

Genap sudah liburanku selama sebulan. Deretan minggu yang diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan pelajaran hidup yang memberi pencerahan.

Perjalanan & Petualangan
Liburan dimulai dengan belanja malam ke Pekan Raya Jakarta, lalu disambung mudik untuk selametan rumah keesokan harinya. Di liburan ini aku juga berulang kali mengelilingi Jakarta : belanja baju dan membeli laptop di Mangga Dua, mengajar sekolah minggu di Gd Panin Soedirman & Balai Sarbini, berulang kali ke Tanah Abang, menikmati Taman Burung di TMII. Selain perjalanan singkat tersebut, aku juga motoran ke Bogor, mengantar anak-anak sekolah minggu untuk outbound di Cibubur dan menginap di Cipanas, dua kali ke Jawa Timur, bahkan mengadakan liburan spontan menyeberangi lautan untuk ke Pulau Tidung. Jadi selama liburan aku telah mengarungi sungai, menikmati laut dan pantai (baik utara maupun selatan pulau Jawa), menenangkan diri di gunung (baik di Jawa Barat maupun di Jawa Timur).

Ada hikmah dibalik laptop yang sedang masuk ICU sepanjang liburan ini. Aku beranjak dari pojok kamar dan menata taman kecil di tempat kostku. Aku pun iseng mengacak-acak dapur dan berpetualang di super market untuk menghasilkan makanan sekedarnya semacam roti isi, sushi wannabe, dan mie rebus semau gue (aku tidak suka mie instan, jadi aku sibuk mencari formula mie yang sesuai selera lidah). Tolong dicatat, aku bukan memasak! cuma mengacak-acak. Karena aku suka berpetualang dan mencoba hal baru, selama liburan ini aku telah dengan konyol meloncat dari jembatan, terjungkal di arung jeram dengan kondisi demam, sampai iseng membeli beberapa potong pakaian dan tas lalu menjualnya kembali di kampung halaman. Lumayan untuk melampiaskan kemampuanku membeli barang yang sesuai selera orang. Well i am truly smart shopper Aku sebenarnya tidak tau persis berapa keuntungan yang aku peroleh karena semua laba kuserahkan pada ibuku. Sekitar 2 juta mungkin? Buatku uang bensin dan servis motor telah terbayar senanglah hati.

Tentu aku juga tidak melupakan kewajibanku selama liburan ini. Tidak melupakan tagihan kartu kredit. Membawa si Mio untuk servis bulanan ke bengkel, mengulang ujian yang telah tertunda selama setahun, memastikan kost aman terkendali,sampai memastikan kucingku kenyang tenteram (sepanjang aku menulis blog ini, dia tertidur pulas di tempat tidurku..). Sambil menikmati liburan pun aku masih mengurusi aplikasi s2.

Pemikiran & Pembelajaran Hidup
Aku senang bahwa seiring pertambahan usia aku merasakan hidupku di bumi seperti di surga. Semua ini bukanlah karena sekedar kenaikan digit usia tapi semata-mata proses pendewasaan dan belajar untuk menjadi bijak. Ditengah-tengah pendapatan yang seret karena tidak ada murid les, laptopku rusak. Mau tidak mau aku harus membeli yang baru. Dalam proses mengurus s2, surat keputusan final aku diterima di salah satu universitas belum muncul juga sementara deadline beasiswa sudah semakin dekat. Belum lagi ada pernyataan dari orang-orang sekitar yang secara tidak sengaja membuatku tersinggung. Untunglah aku memilih untuk tetap dalam damai. Aku tidak mau meletup-letup terbawa dalam turbulensi emosi yang berlebihan. Tentu ada rasa sedih, ada kecewa dan bingung, tapi toh semua itu terjadi bukan atas kehendakku. Banyak faktor diluar sana yang membuatku belajar untuk mengalir dan sungguh-sungguh percaya bahwa : SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA.

Aku juga puas telah berbicara dengan ibuku selama beberapa hari mengenai rencanaku di masa depan. Semua rencana itu mungkin bisa berubah tapi setidaknya aku dan ibuku telah kompak dan sepakat untuk sesuatu yang akan terjadi di depan jadi akan lebih mudah untuk menghadapinya.

Liburan ini indah untuk dikenang, tapi bukan berarti aku termangu dan enggan beranjak menghadapi hari-hari selanjutnya. Aku percaya hari-hari yang lalu telah berjalan luar biasa dan aku percaya hari-hari yang akan datang juga akan berbuah manis. Waktu terus berjalan dan sudah saatnya aku berangkat ke supermarket dan membeli tiket nonton 3D untuk nanti malam. Besok adalah hari yang kusiapkan untuk berkencan dengan seorang teman, lusa adalah hari untuk murid-murid sekolah minggu. Dilanjutkan Senin hari untuk murid-muridku.

NB : aku bersyukur bisa menggunakan netbook teman kost.. Walaupun luar biasa aneh, bodynya yang mungil membuatku bisa duduk mengetik sambil menghadap tamanku, menikmati pergantian langit dari yang mendung sampai akhirnya muncul semburat matahari..

 

One comment on “Puas [bagian 2]

  1. Pingback: Jangan ke PRJ Tanggal 5 | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16/07/2010 by in cuapcuap and tagged .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: