kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Sebentuk Cinta & Secercah Damai di Matamu

And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love

(1 Corinthians 13:13)
 
Spiritual maturity isn’t measured by how long you’ve been a Christian, how much you know, or how often you go to church. Spiritual maturity is measured by the way you treat other people. It’s measured by the love you allow to operate in and through you. love is patient. It is kind. It does not envy; it is not proud. It is not rude. Love is not easily angered, and it keeps no record of wrong. Notice that these characteristics don’t have anything to do with feelings. Love is a choice. – Joel Osteen-
 
Tulisan ini pernah kubaca sebelumnya, mungkin pernah kujadikan postingan di blog, tapi yang kutahu untuk mencintainya aku perlu diingatkan berulang kali tentang ini. Ah, jika aku harus mencintainya dengan mengandalkan resep ibuku, bergantung pada nasehat para perempuan leluhurku, atau mengutip dari tulisan psikologi populer maka tidak ada satu pun yang cukup ampuh untuk membuatku mencintainya secara utuh. 
 
Untuk mencintainya aku butuh Tuhan, oknum yang tahu mengajari aku bagaimana mencintai tanpa syarat. Untuk mencintainya aku butuh iman & pengharapan. Plus baru-baru ini, untuk mencintainya aku butuh memandang matanya dengan dalam karena ketika tinggal aku sendiri, tak bisa dipungkiri aku bisa terlarut dalam gelap perasaanku & terhanyut dalam kelabu pikiranku. Namun ketika dalam diamku aku terhisap dalam sorot matanya, damai itu muncul, hangat itu menyelimutiku & itu semua menjadi energiku. 
 
NB : Jadi aku seringkali hanya memandangi mata sang pria ketika dia sedang berbicara (sambil terus berusaha mengikuti arah pembicaraan tentu saja). Sambil menyimak, aku sering menggunakan waktu itu untuk men-charge diriku sendiri. Ketika aku tidak bersamanya, kadang ada energi negatif yang membuatku ingin menghancurkan hubunganku sendiri. Namun ketika memandang matanya tiba-tiba semua menjadi termaafkan, semua menjadi ringan, semua menjadi sederhana. Oh iya sorot mata ini bukanlah sorot mata ketika ia bercanda, bukan ketika ia asik jadi komentator, tapi justru ketika ia sedang muncul dalam format yang paling biasa. 
 

One comment on “Sebentuk Cinta & Secercah Damai di Matamu

  1. Pingback: Merayakan 4 tahun | kisah guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/01/2011 by in cuapcuap and tagged , , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: