kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

my own iep

mesti banyak baca utk bs nulis IEP😀

di tulisan sebelumnya tentang IEP, saya memang belum berpanjang menuliskan dengan detail bagaimana rupa IEP. Maklum butuh perjalanan panjang untuk menguasai penulisan IEP. Sampai saat ini pun saya masih belajar untuk mampu menuliskannya dengan lengkap dan terukur. Mengapakah harus terukur? Karena dari hasil pengukuran itu lah ditulis sebuah rapot. Hmm menjemukan..

Baiklah saya menggunakan diri saya sendiri sebagai seorang murid yang perlu dibuatkan sebuah Individual Educational Program dalam kaitannya menjadi partner yang lebih bisa bersosialisasi sekaligus menjadi pribadi yg mencatat keuangan lebih baik. Mengapa saya perlu membuat IEP untuk urusan ini? Begini latar belakangnya, tiba-tiba saja di penghujung tahun lalu saya berubah status menjadi partner seorang pria yang dalam beberapa hal berbeda dengan saya. Perbedaan itu sempat menimbulkan gesekan dan saya pikir sudah saatnya saya sendiri duduk & merumuskan hal-hal apa yang di dalam diri saya perlu diperbaiki demi hubungan yang lebih baik. Sama seperti murid-murid yang saya buatkan IEP, ada kondisi diri yang masih bisa dilatih untuk diperbaiki, ada juga yang memang tidak bisa diubah namun setidaknya bisa diarahkan sesuai kapasitas. Misalnya saya yang tidak suka lebih dari dua jam berkumpul dengan orang banyak untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul bisalah diarahkan sampai 4 jam asal setelah itu diberikan waktu to calm myself down :D Yang saya cantumkan disini adalah yang saya jadikan target utama dalam tahun ini karena saya nilai urgent.

Name of Student : Vivi

Curriculum Domain : Social & Communication Skills I

Annual Goal : Vivi will improve her communication skills toward partner’s family

Current Level Functioning : Vivi is showing her listening skills by nodding her head and saying ‘yes’ only

Objectives : During meeting sessions, Vivi will say at least 3 (three) sentences (3 words per sentence) within 10 seconds after a verbal request is mentioned

Evaluation method : Incidental checklist

Curriculum Domain : Social & Communication Skills II

Annual Goal : Vivi will be able to manage her non verbal interaction

Current Level Functioning : Vivi used to punch, hit, or pinch during meeting sessions with partner

Objectives : During meeting sessions, Vivi will not hit any body part in three days per week in two consecutive weeks.

Evaluation method : weekly checklist

Curriculum Domain : Independent & Life Skills

Annual Goal : Vivi will improve her skill in using money

Current Level Functioning : Vivi shows inconsistency in recording her money expenses

Objectives : Vivi will make a budget plan and make an expenses record for six consecutive months independently

Evaluation method : monthly budget plan in her agenda and book keeping

Curriculum Domain : Independent & Life Skills II

Annual Goal : Vivi will be able to manage her belongings properly

Current Level Functioning : Vivi lost or left her belongings quite often

Objectives : Vivi will complete all the checklists : (i) sebelum tidur (ii) sesudah tidur (iii) sebelum pulang (iv) sebelum berangkat (v) sebelum berenang independently with no more than two items missing or left in three consecutive weeks

Evaluation method : Daily checklist

Yah begitulah kira-kira contoh IEP yang saya buat. Tentunya untuk murid-murid jauh lebih banyak aspek yang dilihat, dari domain akademik sampai domain leisure & recreational skills. Kalau untuk saya sih cukup segitu aja, tapi sekalipun sedikit, tidak gampang untuk menjalaninya. Supaya ketahuan apakah target tercapai atau tidak dibuatlah condition yang jelas seperti yang saya garis bawahi ini:

During meeting sessions, Vivi will say at least 3 (three) sentences (3 words per sentence) within 10 seconds after a verbal request is mentioned

Buat murid yang menjalani IEP dia tahu harus mencapai target apa, buat guru maupun orang tua tahu apakah anak mencapai target atau tidak.. dalam pengukuran perilaku anak (atau manusia usia berapapun) tidak bisa subjektif berdasarkan pengamatan mata atau kemampuan memori. Ketika standar pengukuran jelas tercantum semua pihak akan sama-sama senang dalam menjalani🙂

4 comments on “my own iep

  1. pia
    25/02/2011

    hihihi….
    ada yang kurang vi…
    “vivi will work on her cooking skills at a minimum of 1 per week”
    piss!

    • vivi
      25/02/2011

      Oh IYAAAAAAAAAAAA.. boleh boleh dicantumkan yuk yak yuk

  2. Pingback: Rapotan ah « bahagia di tempat yg tak biasa

  3. Pingback: Rapot Akhir Tahun « bahagia di tempat yg tak biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/02/2011 by in lesson and tagged , , , , , .

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 1 hour ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 1 hour ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: