kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

‘Memasak itu Hemat’ Sungguh Tidak Terjadi Padaku

Beberapa kali orang bilang kepadaku, memasak itu lebih hemat. Namun fakta itu tidak terjadi padaku karena meracik makanan buatku adalah sebuah hobi baru. Nah, buatku memiliki suatu minat atau hobi = menyikat uang. Keinginanku untuk meracik dan membuat makanan sesuai selera membuat belanja makananku membengkak. Aku tidak berkutik untuk membeli baju apalagi sepatu cuma karena beli wajan, panci, cetakan, kecap sushi, dan pengeluaran (nyaris) harian ke tukang sayur untuk cari sedikit ini sedikit itu. Itu juga melebar untuk membeli pembersih khusus kerak, plastic containers, dan yang terakhir : lemari plastik 4 susun untuk menyimpan semua bahan itu.

 
Keinginan untuk membeli lemari ini terpikir ketika aku sudah kelelahan melihat  tumpukan bumbu, toples, dan berbagai rupa perkakas di dalam kamar kost. Kelemahanku adalah kalau ingin sesuatu harus terlaksana sekarang. Jadilah hari Senin aku langsung menyambangi toko furniture langganan, Cipta Bangun Jaya, untuk mencari plastic cabinet daaaaaaaaaaaaannn berakhir membeli lemari dengan alasan : BIG is better plus desain pintu kupu-kupu membuat mudah mencari bahan yang kubutuhkan. Si Doraemon ini dipasang dengan bantuan partner & sahabat kost yang bersedia malam-malam menyusun semua bagian. Kutampilkan foto lemari itu tanpa dalam keadaan terbuka karena aku tidak ingin menunjukkan betapa lemari ini telah penuh dengan semua ‘senjata’ masak. Saat ini aku puas dengan lemari 400 ribuan ini walau tidak bisa menahan gelora untuk membeli blender bulan depan dan mixer bulan berikutnya sambil pura-pura menutup mata bahwa ada tagihan STNK yang mesti dibayar, menebus celana jeans yang sudah dipesan, dan kebutuhan lainnya. Aku tetap berpegang teguh dimana ada keinginan, disitu ada cara 

One comment on “‘Memasak itu Hemat’ Sungguh Tidak Terjadi Padaku

  1. meewa meewa
    10/09/2011

    Like this🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 07/09/2011 by in cuapcuap and tagged , , , , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: