Untuk Pria

Di mata saya, kaum pria sepertinya menjalani hidup di dunia lebih berat semata-mata karena tuntutan peran mereka sebagai laki-laki. Seorang teman saya pernah curhat bahwa dia enggan bertemu dengan keluarga pacarnya karena pertanyaan mereka semua senada : kapan *!@#$ (nama pacarnya) kamu kawinin ?

Pertanyaan klasik ini juga pastinya disodorkan ke kaum pria satu paket dengan tuntutan untuk memiliki karier yang jelas dan pekerjaan yang pasti sebagai jamin.

Saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa hanya orang yang happy yang bisa orang lain happy. Saya banyak melihat pria bertahan dalam sebuah pekerjaan semata-mata untuk membahagiakan keluarga. Pria, dengan logikanya,berpikir bahwa selama semua kebutuhan  dan pencapaian hidup (harta, posisi, apapun itu lah) terpenuhi mereka sudah bahagia. Kenyataannya tidak.

Saya merasa tidak berhak mengganggu gugat pemikiran konvensional seperti itu. Namun ijinkanlah melalui posting ini saya menuliskan pesan kepada siapapun yang akhirnya nekat menikahi saya :

Sejak dulu gw cuma punya kriteria 1 utk cowok : yg cukup gila ngajakin gw kawin!

4 thoughts on “Untuk Pria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s