kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Program Homeschooling demi Sosialisasi

Program homeschooling selalu dikhawatirkan nantinya anak akan susah bersosialisasi karena hanya belajar dengan orang tua dan di rumah saja. Saya sendiri tidak berniat membuat anak tergantung kepada saya selama 24/7. Selain karena saya bukan 7/11 saya juga bukan sumber ilmu satu-satunya. Fungsi saya sebagai orang tua sekaligus pendidik untuk anak tentunya adalah membuat garis besar akan dibentuk seperti apa anak yang sudah dititipkan Tuhan kepada saya.

Dibandingkan melihat anak sebagai kertas putih, saya lebih melihat anak sebagai sebuah lempung yang siap dibentuk mau dijadikan bejana air atau patung mahal sekelas karya F.Widiyanto. Buat saya hal mendasar dari anak adalah membentuk kebiasaan baik sejak dini. Jadi tahun pertama homeschooling adalah membangun rutinitas yang benar sebagai seorang manusia :

  1. Bangun pagi
  2. Bersyukur kepada Tuhan dengan berdoa dan pujian
  3. olahraga (ah ini akan perjuangan berat untuk saya juga karena saya sudah lama berhenti)
  4. membuat sarapan (ya buat sarapan, bukan cuma tinggal makan. Tentunya usia dini paling cuma sekedar menyendoki buah, dan seiring pertambahan usia, bisa dibuat makin rumit.. saya membayangkan sarapannya akan sehat seperti buah, susu kedelai (bye bye susu kaleng). Namun tidak mentabukan nasi uduk, bubur ayam, lontong sayur (ok mulai ngaco)

Lanjut ke mandi dan belajar. Mau belajar apa ? Berhitung melalui kegiatan memasak atau berbelanja ke tukang sayur? Belum terpikir. Yang saya tahu mereka akan banyak sesi berinteraksi dengan orang lain. Kalau tertarik futsal, maka saya akan titipkan ke klub futsal, begitu juga berenang, bernyanyi, melukis, prakarya, sampai mau belajar jadi sukarelawan binatang terlantar. Semua kegiatan tersebut akan membuat anak dalam kelas dan berkelompok sementara saya punya waktu untuk mengerjakan hal lain.

Makan siang, tidur siang,bermain dengan tetangga, dan acara minum teh sore juga bagian dari rutinitas.

Lalu bagaimana dengan belajar sains, sejarah Indonesia, dan Pancasila ? Saya membayangkan pengajaran tersebut akan lebih tematik. Misalnya mengenai Kerajaan Majapahit, maka pembahasan bisa memakan waktu 1 bulan penuh (bukan ala kurikulum Nasional yang mengajar kulitnya lalu diulang-ulang dari SD-SMA dan tetap anak-anak tidak belajar apa-apa).

Bagaimana supaya mereka benar-benar tahu Majapahit? Ya pergi berlibur dan melihat Trowulan saat ini, main ke rumah Tante Naya yang punya buku-buku sejarah lengkap. Saya mau mereka paham betul tentang 1 topik sampai mereka bisa membuat sebuah presentasi sederhana dan dipahami orang lain.

Ujiannya ? Kumpulkan teman bermain mereka di waktu minum teh sore. Minta waktu 10 menit untuk anak bisa presentasi, kalau teman-teman bermain bisa paham dan bertanya bisa menjawab, artinya anak sudah paham betul. Kalau teman-teman tersebut masih terbengong-bengong berarti perlu berlatih lagi🙂 Belajar menyampaikan informasi di depan orang banyak juga kan ?

Lalu bagaimana kalau mau tahu tentang binatang ? Lihat di habitat mereka. Ayo ke hutan, ayo ke laut. Bukan ke Kebun Binatang atau Sea World. Mereka binatang-binatang sengsara yang rindu kebebasan. Belajarlah dengan orang-orang yang paham betul tentang binatang-binatang tersebut. Sukarelawan penangkaran hewan liar, pedagang ikan segar, peternak bebek, atau dokter hewan. Tentu bertanya dan berinteraksi langsung dengan para ahlinya melatih mereka untuk berani bersosialisasi dengan orang dewasa kan😉

Biaya yang disediakan ? Ya sesuai kondisi keuangan saat itu. Di situlah saya juga mengajarkan kepada mereka soal iman dan pengharapan. Kalau mereka ingin tahu seperti apa ikan paus yang artinya berangkat ke Papua, maka dengan berdoa dan bersama-sama atur budget maka kami sekeluarga bisa berangkat tepat pada waktunya. Termasuk itu membeli segala kebutuhan belajar mereka. Keterbukaan soal keuangan saya pikir melatih mereka untuk bijak dan bertanggung jawab terhadap berkat yang sudah Tuhan berikan.

One comment on “Program Homeschooling demi Sosialisasi

  1. Pingback: Menyusun Impian : Sekolah Komunitas Indonesia | kisah guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/04/2013 by in lesson and tagged .

Ranah Rana

Body Talk workshop. Further info please contact @drhrani :* So why some vets offer HUMAN birth control injection to cats? well many reasons I can't mention in social media of course. duuuhhh.

Is it safe? apakah aman? seminggu sekali saya selalu terima whatsapp org yang panik tanya apakah bisa steril kucingny pyometra segera. Begitu dari lubang vagina keluar cairan putih nanah, kejaran waktu dimulai antara : mendapatkan dokter hewan yang siap untuk tindakan operasi dan DANA. Kl pecah? ya RIP. sederhana. 
Lanjutkan suntik KB nya! lanjutkan sayang. Nangis2nya nanti ke dokter hewan yang suntikin ya. bukan ke saya.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Bulatan putih ini nanah yang kl sampai pecah berbahaya untuk kucingnya. 
Selain karena suntik KB, pyometra bisa terjadi karena beberapa sebab lainnya. #infosteril The main problem among Indonesian cat lovers: they can't afford neuter / spay fee. Even when they ask how much is it cost in Rumah Steril (±US$ 30), they still complaining the price is expensive. 
So what happen next? some vets in Indonesia offer human birth control injection. it is cheap with consequences. Pyometra for example. 
I do not mind. Feel free to keep doing it. not my cats anyway.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Belajar Yuk!
Ovarium yang sehat ada di kiri.
Ovarium yang tengah ada kista (bening jd memang susah keliatan sih).
Ovarium yang kanan penuh nanah. LANJUTKAN SUNTIK KB NYA. lanjutkannn.... #infosteril I don't know about other country, but in Indonesia, it is cheaper to bring your cat in food container like this instead of pet cargo. We call it 'rio basket' because you can find RIO sticker on it.

It can be found in pet shop or grocery store like this :) utk yang baru pakai instagram, begini cara mencari info steril. Masukkan tanda pagar (#) lalu kata kunci 'infosteril' seperti contoh di samping.

Kamu bisa menemukan banyak informasi steril di berbagai kota. Ada yang rutin seperti Steril Yuk di Bekasi, Steril di Jogja, Surabaya dan kami sendiri Rumah Steril di Depok.

Kalau sebuah kota tidak bisa rutin steril, maklumilah. Ingat:
1. dokter hewan tidak sebanyak rumah makan padang di kota kamu

2. tidak semua dokter hewan setuju dengan steril murah.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: