kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Pendidikan Ala Balapan Kuda

Image

Seperti yang sudah pernah saya sebutkan, pembicaraan soal pendidikan di Indonesia adalah pembicaraan yang paling sunyi, tidak populer, dan jalan termudah untuk tidak disukai keluarga besar yang membangga-banggakan anaknya bisa dapat di sekolah favorit A, bisa dapat rangking sekian. Mengapa ? Karena sudah puluhan tahun orang terkotakkan dengan pola pikir yang sama Tapi toh ini blog saya sendirišŸ˜€ Kali ini yang saya prihatinkan ya ini fenomena siswa digiring ikut olimpiade sebagai standar anak tersebut itu sangat sukses belajar sekali. Entah ya buat saya itu seperti anda memiliki anak untuk dilatih jadi kuda pacuan, dimasukkan pelatihan ini itu (dalam hal ini berbagai-bagai les), mencarikan pelatih yang mumpuni (entah itu dengan sekolah dengan kombinasi kurikulum ini itu dari Internasional sampai Nasional atau guru privat), lalu hiya di saat yang dinanti-nantikan, sang kuda, eh sang anak, dimasukkan dalam pacuan, orang tua bertepuk tangan di pinggir gelanggang, lalu jreng dapatlah hasilnya. Entah itu di sekolah favorit tingkat Kota/Propinsi/ Nasional, juara olimpiade, atau apapun yang bisa menjadi obat mujarab untuk kepercayaan diri orang tua bahwa mereka berhasil membesarkan seorang anakšŸ™‚

Sebenarnya setiap kali pembicaraan membanggakan prestasi anak, saya tergoda untuk bertanya, ‘kalau anda bagaimana, apa yang bisa anda banggakan dari menjalani passion anda? Oh ga tau ya passionnya apa ? Ya udah begitu-begitu aja terus ya. gapapa’. Saya nikmati saja balapan kuda eh anak-anak manis Indonesia ini mengejar prestasinya.

One comment on “Pendidikan Ala Balapan Kuda

  1. Pingback: #SuaraAnak | kisah guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21/07/2013 by in lesson and tagged , , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: