kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Ulasan Tas Bagoes : Karena Gaya Hidup Hijau itu Butuh Usaha Jendral!!

Image

Pack Batik dari Tas Bagoes

Image

Tekat Nekat Mengurangi Sampah Plastik

Saya mengenal produk Tas Bagoes ini di tahun 2011 ketika partner saya membawakan oleh-oleh berupa tas kain yang dilipat mungil dengan pengait untuk dijadikan gantungan kunci. Partner saya tersebut mendapatkannya dari acara Climate Smart Leader yang diadakan oleh LEAD (sebuah LSM dalam bidang Pembangunan Berkelanjutan). Saat itu saya belum paham sekaligus merasa repot dengan tas kain ini karena harus melipat kecil dengan rapi (rapi jelas bukan cara kerja saya. tolong catat dengan baik). Akhirnya tas Bagoes hitam mungil tersebut hanya tergeletak di lemari tas. Tahun ini saya pun sadar pemakaian tas plastik memang dikurangi. Beberapa kali saya membeli tas pakai ulang di supermarket ataupun minimarket tapi hanya berapa kali pakai saya sudah lupa entah hilang jejak di mana termasuk Tas Bagoes pemberian partner saya. Sudah seminggu saya berjuang mencari di tempat saya tinggal & belum berhasil menemukan. Saya yakin sekali tas Bagoes hitam manis itu masih ada tapi saya merasa perlu memberi pelajaran kepada diri saya sendiri. Akhirnya saya pun memesan secara online Jumat lalu. Saya pikir karena menjelang libur Lebaran, saya baru akan menerima setelah cuti bersama. Ternyata saya beruntung, Mbak Ranita berbaik hati memasukkan pesanan saya hari itu juga dan sampailah Batik Pack tersebut di Depok hari ini.

Dari tas pakai ulang yang pernah saya miliki memang seringkali saya lupa membawa tas tersebut, akhirnya saya terpaksa menerima tas plastik karena belanjaan yang cukup banyak. Saya salut dengan ide Tas Bagoes yang menjadikan tas ini sebagai gantungan kunci. Pas sekali untuk saya yang setiap kali keluar pasti harus bawa kunci. Tidak ada lagi penyesalan karena lupa bawa tas untuk angkut belanjaan karena sebentar lagi 2 tas ini akan segera menggantung di kunci saya dan partner😀 Yang perlu saya lakukan adalah belajar melipat.

Oh ya mengapa saya beli batik pack yang harganya Rp. 160.000 ? Karena saya teringat dengan kata-kata alm Bapak saya : beli barang sebagai bentuk apresiasi kreativitas jangan lihat harga. Jadilah saya langsung membeli paket ini dan sungguh-sungguh puas ketika menerima barang pesanan😀

Image

Isi Pack Batik : Tas luar bisa untuk apa aja, lalu dua tas batik biru dan merah ini untuk ganti kresek, dan karton tsb utk tempat pensil di meja

Selain Tas Bagoes, saya juga mengulas produk lain yang berkualitas dan punya pengaruh positif terhadap alam dan masyarakat sekitar yaitu :

NB : Semua ulasan produk ini merupakan pendapat saya pribadi, gratis, dan semua produk saya beli dan gunakan😀

4 comments on “Ulasan Tas Bagoes : Karena Gaya Hidup Hijau itu Butuh Usaha Jendral!!

  1. ayodiki
    02/12/2013

    Ulasannya keren, salam hijau🙂

    • vivi
      10/12/2013

      terima kasih. masih terus berjuang nih😀

  2. Ranita
    17/12/2013

    Hai Mbak Vivi, Apakabar?🙂
    Udah lama pengen meninggalkan jejak alias komen di tulisan ini, tapiii baru sempat sekarang.

    Terimakasih untuk apresiasi buat tas baGoes ya, Ulasannya menarik dan sangat enak dibaca🙂 keep writing Mbak Vivi, tulisan yang lain juga keren-keren.

    Salam,

    • vivi
      17/12/2013

      hai hai ranita. kabar baik. hahaha senang berbagi informasi kalau emang produknya bagus. Tas Bagoes jg suka aku ceritain di kelas kalau topic soal go green

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 06/08/2013 by in aksesoris and tagged , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: