kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Pameran F Widayanto : Drupadi

Sulit mengharapkan saya mondar mandir di mall ketika akhir pekan. Jadi kali ini yang saya lakukan adalah menyambangi pameran keramik F Widayanto. Bagaimana kekaguman saya kepada Beliau ada di cerita saya setahun yang lalu gedubrakan ke TEDx. Pameran diadakan di Galeri Nasional sampai tanggal 30 Agustus. Tidak ada tiket masuk alias gratis. Bagi para penikmat seni tentu saja bisa membeli berbagai rupa Drupadi tersebut. Lukisan dijual seharga Rp. 5 juta rupiah sedangkan patung-patung Drupadi yang bobotnya mencapai 80 kg tersebut bisa dibeli antara 250 – 400 juta rupiah.

Saya datang sebagai penikmat seni gratisan. Bahkan untuk membeli ubinnya saya belum sanggup.

Image

Namun menikmati buah tangan seseorang yang pernah ditertawakan karena masuk Jurusan Keramik sudah memuaskan buat saya.

Siapakah Drupadi ? Penikmat kisah wayang dan Mahabharata pasti tahu siapa doi. Yang menarik adalah bagian perubahan kisah dari yang tadinya istri Pandawa Lima (digilir setiap tahunnya) menjadi istri Yudistira seorang di masa Kerajaan Demak (kerajaan Islam pertama kali berdiri di Jawa). Sayang sih tapi ya sudahlah setidaknya tidak seperti di Afghanistan yang mana patung Budha dihancurkan.

 

bertahan

bertahan

F Widayanto membuat berbagai bentuk Drupadi yang menggambarkan bagian terkenal dari kisah perempuan yang satu ini : ketika Drupadi ditarik bajunya dan mempertahankan untuk tidak telanjang dan bagian yang mana dia bersumpah tidak akan menggelung rambutnya sampai orang yang menjambak rambutnya mati.

Yang baru pertama kali saya lihat adalah karya F Widayanto dengan warna tanah kelabu. Beda dengan yang biasa saya lihat, penuh warna dan mengkilap. Foto tanpa cahaya lebih bisa menggambarkan bagaimana F Widayanto mewarnai wajah Drupadi yang pakai bedak dan lipstik. Oh ya, sunting konde juga dibuat detail tapi tentu saja yang membuat bukan F Widayanto melainkan Alfons Stephanus. Akhir pekan ini memuaskan sekali. Dalam satu hari 2-3 tugas dikerjakan sekaligus mendapat penyegaran dengan menikmati Drupadi🙂 Untuk hasil foto lengkap silakan klik tautan di bawah.

tanpa cahaya kamera, semua terlihat lebih pas

tanpa cahaya kamera, semua terlihat lebih pas

hasil foto lengkap di Pameran Drupadi F Widayanto

2 comments on “Pameran F Widayanto : Drupadi

  1. Pingback: Pertama Kali : Kesempatan Kedua dari Didi Budiarjo | kisah guru

  2. Pingback: Mencoba Menikmati Yang Terhormat Ibu | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: