kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Rumah dalam Mimpi

 

5 Juli 2010

Aku bermimpi dengan aktif. Bukan cuma sekedar melamun di waktu lengang, tapi melakukan kegiatan iseng sebagai bagian dari kegiatan bermimpi. Jumat lalu motoran ke Bogor sekedar untuk bermimpi dimana enaknya lokasi beli rumah. Aku juga dengan telaten mengumpulkan beberapa gambar rumah impian dari tumblr karena aku tidak bisa membuat sketsa.

Di blog ini sebenarnya aku telah pernah menulis soal rumah impian. Namun aku terpikir untuk menambah beberapa item yang belum ada.

Entah mengapa aku tidak tertarik memiliki ruang tamu di rumahku nanti. Aku hanya ingin memiliki teras yang besar dengan ayunan sehingga semua tamu bisa menikmati tamanku.

Aku ingin punya satu ruangan untuk semua pakaian anggota keluargaku (ceritanya dressing room gicu) dan menempel dengan kamar mandi (minus bath up). Aku ingin ada ruangan khusus untuk belajar anak-anakku. Kamar mereka hanya untuk tidur. Aku ingin punya dapur dengan kompor empat tungku sekaligus ada ovennya. Lalu ada meja makan kecil sekedar untuk keluarga inti. Aku berpikir jika aku ingin menjamu tamu-tamuku, aku akan menggunakan teras untuk menata makanan prasmanan😉

Karena aku suka ruang terbuka, karena aku suka jendela, aku suka kamar mandi yang mendapat sinar matahari langsung, begitu juga di dapur yang langsung dekat dengan kompor, apalagi di kamar tidurku.. Jendela. Terang. Transparan.

Tulisan di atas adalah tulisan 4 tahun yang lalu, tulisan yang dihasilkan ketika saya masih lajang berusia 26 tahun yang menghabiskan waktu luangnya dengan duduk di teras kost atau sekedar melihat gambar-gambar indah dari tumblr. Hidup yang sederhana. Jam kerja yang biasa saja dengan pendapatan yang secukupnya. Lalu datanglah hari ini, orang yang menulis tentang rumah impian tersebut ternyata mengendapkan semua khayalannya selama ini ke dalam alam bawah sadar. Ditekan begitu rapi agar terlihat tegar menghadapi realita. Namun alam bawah sadar mempunyai kuasanya sendiri. Pemicunya sederhana, ini karena saya bersama dua anak kecil tetangga berjalan-jalan waktu malam bersama anjing peliharaan yang baru saja saya temukan dua minggu terakhir. Kami bertiga ternyata memikirkan hal yang sama ketika kami menatap rumah yang hampir selesai dibangun di dekat SDN Kemirimuka 03 Pagi. Rumah yang biasa tapi halaman yang lapang. Saya sudah tidak pernah lagi mengkhayalkan seperti apa rumah saya nanti tapi saya sejujurnya terhibur menikmati rumah tersebut setiap kali saya melintas bersama Goofy.

Lalu akhirnya saya tertidur dan saya bermimpi sedang memilih rumah di Pesona Khayangan. Kecerdasan intrapersonal dan ilmu psikologi yang saya pernah pelajari sebenarnya hanya saya pakai untuk menganalisa diri saya sendiri. Saya paham betul setiap kali di dunia nyata saya tidak bisa melakukan apa yang saya ingin lakukan maka saya akan berakhir dengan bermimpi sedang melakukan hal tersebut. Jadilah dua hari ini saya dihantam mimpi pergi liburan dan memilih rumah. Saya terbangun dengan merana. Saya merasa diri sebagai mahluk yang mengenaskan. Jiwa kelas menengah ngehe saya ternyata tidak setangguh pedagang-pedagang di sini yang setiap hari berjualan tanpa meratapi liburan atau mengkhayalkan rumah. Saya kembali mencoba tegar. Kopi dan biskuit di tangan kembali melanjutkan hidup dan menikmati kenyataan. *baru nyadar Goofy belum jalan-jalan*

7 comments on “Rumah dalam Mimpi

  1. rast20
    29/03/2014

    Menurut terawangan mbah rumahnya minimal LB 130,5 m LT 200 m

    • rast20
      29/03/2014

      Berikut contohnya dengan LB ~150 LT 228

      • rast20
        29/03/2014

        Gak keliatan… klik link ini aja:

      • vivi
        30/03/2014

        Trimakasih desainnya:D

    • vivi
      30/03/2014

      Gw blm approve koq komentarlu ter-approve otomatis ya

  2. Pingback: Perenungan Bahagia & Sukses di Pinggir Danau UI | kisah pekerja lepas

  3. Pingback: Bersembunyi di Tiga Lima Home Stay | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29/03/2014 by in rumah dan pulang and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 1 hour ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 1 hour ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: