kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Bela Beli di Depok : Ulasan Pecel Lele di Depok (Fried Cat Fish in Margonda Depok)

Sebenarnya saya bingung mengapa lele goreng dan lalapan ini bisa disebut Pecel Lele dan puluhan penjual nasi pecel lele (atau ayam) berbaris di sepanjang Margonda Depok. Namun apalah arti sebuah nama saya pun berpetualang dari satu warung tenda ke warung tenda lainnya. Pecel Lele Lela sudah saya coret sejak pertama kali saya mencoba. Sama seperti Coffee Toffee yang ramai dikunjungi, saya gagal paham mengapa Pecel Lele Lela ramai padahal rasanya biasa bangettttt.

Jadi dari hasil petualangan saya ada dua warung tenda yang menurut saya enak. Pertama warung tenda Gembira (berada di seberang apartemen Margonda Residence). Menempati depan toko bangunan di sebelah Klinik Kecantikan Wijaya. Ikannya besar, digoreng dengan seksama dan sambalnya enak sekali.

Warung kedua adalah yang warung tenda Cak Gilang yang kebetulan mangkal di SSC Margonda di depan gang tempat saya tinggal. Sebenarnya tidak sengaja mencoba warung ini. Bagian dari petualangan tanpa berharap banyak. Ternyata enak. Dia menjual Lele Goreng Mentega yang sausnya saya jilati sampai bersih. Begitu juga Lele Saus Padang dan asam manisnya. Selain variasi pilihan rasa Lele Goreng, Warung Cak Gilang menawarkan variasi tumis kangkung yang tidak ada di Warung Tenda Gembira. Sebenarnya konsep ini lah yang ditawarkan oleh Pecel Lele Lela. Namun Cak Gilang membuatnya jauh lebih nikmat karena bumbu lebih berani. Sambal memang biasa dibanding Warung Tenda Gembira tapi dengan saus kaya rasa, sambal yang biasa terampunilah

Actually I am puzzled why people call this food ‘Pecel Lele’ not ‘Lele Goreng’ (fried catfish). Dozens fried catfish seller (or chicken) lined in Margonda Depok. Most of them are similar : rice, fried catfish, fresh vegetables and traditional chili sauce. Even though I am curious about the history behind its name, I take an adventure from one stall to another. From quite tent to crowded one. I have obliterate Pecel Lele Lela from my list since the first time I tried. Just like overcrowded Coffee Toffee, I fail to understand why Pecel Lele Lela is so popular while its taste is … mediocre.

So from the results of my adventure there are two stalls tent that I think is finger licking good fried catfish in Depok. First is Warung Tenda Gembira (located opposite the Margonda Residence I Apartment, next to Wijaya Beauty Clinic). The catfish is enormous, it is fried carefully and the best traditional chili sauce to be added.

The second is Cak Gilang who open his stall in front of SSC Margonda close to where I live. I was coming to this place unintentionally. For me, it is part of my journey without any expectation. It turned out delicious. He sold delicious Fried Margarine Catfish. Likewise fried Padang sauce catfish and fried sweet sour sauce catfish . In addition to various Fried catfish, Warung Cak Gilang offers a variety of stir-fry kangkung. Actually, this concept was offered by Pecel Lele Lela. However Cak Gilang makes it more mouthwatering because the flavor is more tasty. However his sambal is so so compared Gembira but with a rich sauce flavors, his regular chili is forgiven

One comment on “Bela Beli di Depok : Ulasan Pecel Lele di Depok (Fried Cat Fish in Margonda Depok)

  1. Akbar Yaya
    29/07/2016

    Coba pecel lele siang malam pelangi di citayam dekat stasiun depok lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/02/2015 by in makanan and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: