kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Lipstick Kamu Apa ?

Pemerah bibir alias lipstick sudah menjadi bagian dari perlengkapan wanita untuk berdandan. Lipstick juga menggunakan kelas. Yang muda dan uang bukan masalah akan membeli lipstick Anastasia Beverly Hills (yah mengingat Lime Crime lebih banyak masalahnya kan – di sini saya sujud syukur kepada Tuhan, untung belum beli Lime Crime yg sudah pernah saya cantumkan di wish list 31) dan teman-temannya. Yang berusia matang dan uang bukan masalah masih loyal kepada Channel, She Eumura, Dior dst. Lalu bagaimana dengan saya yang untuk makan saja harus berhitung dengan tepat ? Saya sudah beberapa tahun ini tidak beli lipstick. Muahahahahahahaa. Oh ya sebelum bahas stok lipstick. Saya mau bahas 2 kutub berpikir perempuan yang saya suka bingung sendiri : 1. Beli banyak lipstick padahal bibir cuma 1 dan yang dibeli seringkali warnanya sama. Pemakaian lipstick kan sebenarnya bisa dipakai sampai satu tahun tapi entah kenapa perempuan merasa perlu beli lipstick berulang kali dalam setahun kemudian menumpuk dan akhirnya dikasi ke orang (soal ini saya sendiri pernah kecipratan lipstick Clarins warna nude karena klien tanpa sadar memiliki lipstick yang sama persis.. thank you Mam!) Ini biasanya berlaku dalam hal sepatu, tas, dan baju. Saya sendiri mungkin hemat mengarah pelit njelimet sejak hidup di Depok masih memakai tas Mango saya dari tahun 2008, Channel warisan emak, ransel Deuteur dari 2009, dan tas Maika dari tahun 2010. Begitu juga sepatu hanya 7 pasang dan pakaian tidak bertambah sejak 3 tahun tinggal di Depok. Lipstick ? Hihihi 1 kali beli Ultima 2 dan tahun lalu membeli Red A seharga Rp. 15.000. Sisanya selalu dikasi. Muahahahaha *dih bangga* 2. Aduh gak mau ah pakai lipstick (terus sekalinya pakai lipstick dicoba dikurangi-kurangi dengan menempelkan di tisu). Heh neng, kalau jaman kecil abis mandi pake bedak udah keliatan seger, situ nggak nyadar umur udah berapa digit ? Modal mandi doang ya kurang manis. Lipstick juga sekarang ada yang matte daripada ditempel-tempelin tisu (saran gw sih kalau budget terbatas Make Over Indonesia Rp. 90.000 ; jangan cari yang lebih murah kalau ga mau bibir kering) dan ngobrol aja sama penjualnya yang cocok untuk pengguna pemula lipstick apa. Hih! Kalau dulu saya sih sebagai pengguna lipstick pemula memilih warna tembaga. Oke boong! gw ga pernah jadi pemakai lipstick pemula ketika mulai kerja karena di masa SMP gw udah iseng-iseng pakai lipstick tipis-tipis ke sekolah! Yoi doi! SMP pake kuas lipstick xixixi Okeh, ini adalah lipstick yang ada di tas make up saya. 3 buah saja eh maksudnya 5 buah saja

  1. Lipstick Revlon Colorburst 016 Bordeaux saya dapatkan 3 tahun yang lalu dari teman saya Mira. Warnanya ungu. My favorite color
  2. Sariayu Kilau Martapura Liquid Lip Color Merak Kasmaran yang saya dapatkan dari souvenir pernikahan teman Ramot. Sebenarnya warna nude seperti ini kurang kelihatan di muka saya tapi ya sudahlah namanya juga pemberian
  3. Red A no 613 saya beli akhir 2014 karena setidaknya wanita punya lipstick warna yang berani (cat kuku yang saya pakai di foto itu adalah Maybelinne Mint Mojito 404 Rp. 25.000)
  4. Wardah Longlasting Lipstick no 8 yang bernuansa merah terang Rp. 34.000
  5. NYX Matte Lipstick Indie Flick yang bernuasa oranye Rp. 115.000
  6. Max Factor Lip Gloss saya masukkan sekalian hanya karena ini pemberian ibu. Saya sendiri jarang mengkategorikan lip gloss sebagai lipstick. Lip gloss ini sebenarnya tanpa warna cuma memberi efek berair di bibir jadi jarang sekali saya pakai

This slideshow requires JavaScript.

Singkat kata singkat cerita, selama anda tidak menjalani ajaran agama secara keras yang membuat anda berpantang berdandan coba simak kata-kata Miund.

embrace yourself girls!

embrace yourself girls!

5 comments on “Lipstick Kamu Apa ?

  1. Pingback: Beli Make Up dengan Budget 100 ribu | kisah pekerja lepas

  2. Ira Kahar
    16/04/2015

    Hai mba🙂
    salam kenal, aku Ira.
    Aku suka pake lipstick brand Oriflame. cocok dibibirku. Warnanya aku suka yang fuchsia, merah terang dan orens muda🙂. Belinya juga pas lagi discount😛
    Dulu sadis sih beli lipstik bisa hampir tiap bulan ada yang discount, tapi sekarang harus berhemat hehehe jadi ndak pernah beli lagi, pake yang ada sajah. Tapi emang lama sih mba habisnya ni lipstick🙂

  3. Pingback: Catatan #PinggirPasar : rumah | kisah pekerja lepas

  4. Pingback: Seputar Muka dan Tubuh: Wardah Matte Lipstick yang Tidak Matte | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/03/2015 by in makeup and tagged , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: