kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Liburan 2015 : Sadar Diri (Lanjutan)

Bagian 3 : Situ Cikaret – Mei 2015

Cerita liburan-kompensasi-ga-bulan-madu-karena-cicilan-ini-itu bagian dua dilanjutkan di sini saja. Bulan Mei kami sebenarnya meluncur ke Situ Cikaret di daerah Bojong. Sebuah Situ yang sederhana tempat beberapa remaja berlatih kano. Sayangnya saya tidak menemukan foto-foto di Situ Cikaret padahal tempat ini menarik jika digarap lebih serius. Beberapa bangunan pemerintah dibiarkan begitu saja tidak terawat. Yang menarik tentu saja mengamati para remaja ini berlatih kano dengan semangat walaupun fasilitas sederhana. *okelah gw masih sebel masalah foto yang raib*

Bagian 4 : Rengasdengklok – Juni 2015

1 Juni. Hari Lahirnya Pancasila dan Ramot memutuskan untuk berlibur ke Rengasdengklok. Ya ampun kurang nasionalis apa coba liburan kali ini. Jalan dari Depok setelah mengurus pasukan 1 peleton di Kedondong, kami meluncur ke Pepes Jambal H.Dirdja. Pemandangannya yang menarik. Makanan enak, sambelnya sedap, tapi harganya koq perkotaan banget ya. Nasi seporsi 4 ribu. Padahal di Depok masih 3 ribu. Udang goreng tepung di Pepes Jambal H. Dirdja adalah jebakan batman. Kemahalan. Kalau beli dan buat sendiri di Depok ga sampai segitu deh. Pokoknya total berdua habis 80 ribu. ihik.

This slideshow requires JavaScript.

Selepas Karawang, kami pun meluncur ke Rengasdengklok. Perjalanan menemukan rumah bersejarah tempat Soekarno dan Hatta dibawa oleh kaum muda untuk mengumumkan kemerdekaan sempat berputar-putar karena tanpa papan petunjuk. Ironis bahwa beberapa ratus meter dari rumah tersebut ada jalan raya Tugu Proklamasi tempat berdirinya kantor kecamatan megah, lapangan besar, dan monumen peringatan kemerdekaan. Terlihat bahwa biaya untuk membuat tiga bangunan tersebut tidak murah tapi toh ya juga tidak dirawat. Hebat sekali budget tersebut tidak sedikit pun terciprat untuk membuat papan petunjuk ataupun memperbaiki jalan. Sepertinya Pemerintah Indonesia entah orde lama dan orde setelahnya terlalu perih untuk mengakui bahwa rumah yang digunakan Soekarno adalah milik seorang petani keturunan Cina (alah ribet gw ngikutin negara ini,, Tionghoa lah, ganti lagi Tiongkok, ada lagi yg chinese.. yang penting lu ngerti kan maksud gw apa). Sang petani itu meninggal di tahun 50an kalau tidak salah. Masih bisa menikmati perayaan kematian yang meriah. Beberapa tahun setelah itu perayaan, aksara, dan semua kebudayaan Tionghoa tidak boleh dipertunjukkan di Indonesia sampai Gus Dur menjungkirbalikan semuanya. *Hore*.

Rumah tersebut tetap sederhana, generasi ketiga yang mengurus rumah tersebut mengisi hari-harinya dengan berjualan minuman instan di warung sederhana. Rengasdengklok yang merupakan kecamatan Karawang seperti daerah yang jauh dari dampak perkembangan ekonomi kota. Ada satu sudut menarik yaitu penyebrangan motor melalui sungai untuk menyebrang ke Bekasi sehingga perjalanan lebih cepat. Di papan petunjuk dituliskan bahwa mobil juga bisa. Kami sendiri tidak mencobanya karena kami mau melihat pantai Samudera Baru. Pokoknya begitu tiba di Jalan Raya Tugu Proklamasi, abaikan Google Map, dan gunakan Local Map alias tanya-tanya. Cukup tanya mana ‘RUMAH SEJARAH’ semua akan segera dapat memberi petunjuk. Ibu yang menjaga juga akan memberikan penjelasan singkat tanpa meminta biaya. Kamar Soekarno, kamar Hatta, dan meja sembahyangan pemilik rumah. Sederhana tapi terawat. Rimbun dan tetap bersahaja. Sebenarnya saya sedikit sedih di tempat itu. Hatta, apa yang sudah anda perjuangkan dikacaukan sama segelintir orang yang berkuasa di negeri ini.. Rumah ini memang tadinya berada dekat dengan sungai tapi akhirnya dipindahkan agar tidak tergerus. Saat ini Rumah Sejarah Rengasdengklok masuk dalam wilayah Desa Rengasdengklok Utara Rt 1/10 no 41.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah dari RUMAH SEJARAH, kami secara tidak sengaja mengambil jalan yang membuat kami menemukan Serabi Hijau Karawang yang terkenal itu. Untunglah saya datang di waktu yang tepat, saya cuma menunggu 10 menit. Jika saya terlambat beberapa menit saya harus menunggu orang sebelum saya yang memesan 80 buah serabi.. Satu kotak mendapat 12 buah bisa campur original dan durian. Memang gurih dan pandan terasa tapi jauh juga untuk kembali membeli

This slideshow requires JavaScript.

 

Perjalanan pun dilanjutkan menggunakan panduan Google Map untuk mengarah ke pantai Samudera Baru. Kami sempat memilih jalan yang sedang diperlebar sehingga harus putar balik dan melintasi Jalan Bayur. Di Google Map jalan ini tergambar seperti jalan kecil pemukiman biasa tapi ternyata jalan tersebut masih berbatu-batu dikelilingi sawah. Saya sempat khawatir apakah kendaraan dapat melalui apalagi senja semakin memburu. Ternyata kami dapat melewati jalan tersebut. Pemandangannya indah walaupun cuma ditangkap menggunakan kamera ponsel.

This slideshow requires JavaScript.

Setibanya di pantai Samudera Baru seperti dugaan pantai ini bisa menjadi luar biasa jika dibuat bersih. Pasir hitam yang halus nyaman untuk berjalan tapi laut yang hitam memang tidak aman untuk berenang. Pengelola bisa saja memanfaatkan pantai ini untuk wisata kuliner. Namun warung yang ada menawarkan menu yang seragam dan ketika kami datang sebagian besar tutup. Entah mungkin karena kami tiba menjelang Magrib atau warung tersebut justru buka larut malam.

This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

2 comments on “Liburan 2015 : Sadar Diri (Lanjutan)

  1. Pingback: Mimpi Soal Papan Surya | kisah pekerja lepas

  2. Pingback: 15|16 Mencoba Melangkah | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21/06/2015 by in liburan, Ulasan and tagged , , , .

Ranah Rana

Body Talk workshop. Further info please contact @drhrani :* So why some vets offer HUMAN birth control injection to cats? well many reasons I can't mention in social media of course. duuuhhh.

Is it safe? apakah aman? seminggu sekali saya selalu terima whatsapp org yang panik tanya apakah bisa steril kucingny pyometra segera. Begitu dari lubang vagina keluar cairan putih nanah, kejaran waktu dimulai antara : mendapatkan dokter hewan yang siap untuk tindakan operasi dan DANA. Kl pecah? ya RIP. sederhana. 
Lanjutkan suntik KB nya! lanjutkan sayang. Nangis2nya nanti ke dokter hewan yang suntikin ya. bukan ke saya.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Bulatan putih ini nanah yang kl sampai pecah berbahaya untuk kucingnya. 
Selain karena suntik KB, pyometra bisa terjadi karena beberapa sebab lainnya. #infosteril The main problem among Indonesian cat lovers: they can't afford neuter / spay fee. Even when they ask how much is it cost in Rumah Steril (±US$ 30), they still complaining the price is expensive. 
So what happen next? some vets in Indonesia offer human birth control injection. it is cheap with consequences. Pyometra for example. 
I do not mind. Feel free to keep doing it. not my cats anyway.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Belajar Yuk!
Ovarium yang sehat ada di kiri.
Ovarium yang tengah ada kista (bening jd memang susah keliatan sih).
Ovarium yang kanan penuh nanah. LANJUTKAN SUNTIK KB NYA. lanjutkannn.... #infosteril I don't know about other country, but in Indonesia, it is cheaper to bring your cat in food container like this instead of pet cargo. We call it 'rio basket' because you can find RIO sticker on it.

It can be found in pet shop or grocery store like this :) utk yang baru pakai instagram, begini cara mencari info steril. Masukkan tanda pagar (#) lalu kata kunci 'infosteril' seperti contoh di samping.

Kamu bisa menemukan banyak informasi steril di berbagai kota. Ada yang rutin seperti Steril Yuk di Bekasi, Steril di Jogja, Surabaya dan kami sendiri Rumah Steril di Depok.

Kalau sebuah kota tidak bisa rutin steril, maklumilah. Ingat:
1. dokter hewan tidak sebanyak rumah makan padang di kota kamu

2. tidak semua dokter hewan setuju dengan steril murah.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: