kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

I Love Monday. I Hate ..

Bisa dihitung dengan jari berapa kali saya tidak menyukai hari Senin dalam hidup saya. Sulit membuat saya terseret-seret di hari Senin. Mungkin terkadang saya nyaris tidak tersenyum di pagi hari karena saya harus menyelesaikan kekacauan semalam (baca : membersihkan ompol Pippo yang belum sukses toilet training, segala kertas dan mainan kucing yang berserakan dst dst) dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Entah itu Senin yang sibuk atau Senin yang santai, saya dalam hati selalu berbisik, ‘mari selesaikan minggu ini dengan sekuat tenaga’ Saya sepertinya menempatkan diri saya dalam sebuah medan peperangan dan merasa perlu menghancurkan banyak benteng sebelum memperoleh kemenangan. Benteng itu kadang berbentuk laporan, kadang berbentuk memberikan obat kucing tepat waktu atau merapikan hasil mulung saya. Dalam pertempuran ini, saya melihat berkomunikasi dengan manusia lain sebagai sebuah diskusi rapat sebelum menghancurkan benteng berikutnya.

Kadang ketika pertempuran itu begitu sengit dengan kondisi beberapa benteng harus diruntuhkan dalam rentang waktu yang pendek, saya akan lebih banyak diam dengan raut muka yang menegangkan. Sebenarnya paling malas harus menjelaskan kepada partner mengapa wajah saya terkesan cemberut (hello dude lu kan ga ngawinin gw karena muka gw yg selalu tersenyum ramah ala Kate Middleton..) karena di saat yang bersamaan kepala saya sedang menyusun rencana dan strategi bagaimana membuat ini semua selesai tanpa ada detail seujung debu yang terlewat.

Ketika semua itu berlalu, saya akan bercerita kepada kelompok di whatsapp tentang apa yang saya lakukan. Apakah saya menelpon? Gak. Saya cuma mengetik singkat. Ditanggapi syukur, ga ditanggapi ya sudah cari kelompok lain. Persis seperti seorang tentara di medan perang yang menulis surat untuk keluarganya sebagai pelipur lara kesunyian di malam hari. Do I make call to my mum? Almost never unless my mum ask me to and on that case there is no small talks, chit chat ngalor ngidul ga ada ujung. Everything has an emergency purpose like borrow money, sell motor bike, or her beloved cat is sick. Even my mum and I did not spend time in calling each other to talk about my wedding gown and my wedding ring. Everything only in short messages. Tapi ya sudahlah,, mari kita selesaikan satu benteng lagi di minggu ini dan mengarahkan jari tengah ke udara sambil bilang ‘minggu ini selesai lagi dengan paripurna’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13/07/2015 by in cuapcuap.

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 2 hours ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 2 hours ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: