kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Seputar Muka dan Tubuh : My New Favorite Eye Shadow – Lancome

Kegembiraan saya menjadi dewasa adalah kebebasan saya untuk berdandan dengan segala resikonya. Hehe. Saya ingat dulu ketika kecil sukses memecahkan 1 botol parfum Fendi, merusak lipstick Ultima II dan masih banyak kekacauan lain yang saya buat di meja rias. Pada dasarnya saya suka mencorat-coret muka dan sekarang ketika saya bisa mengatur uang sendiri ada kemerdekaan tak terkira untuk berdandan muahahaha.

My mum is a strict mum. Do not ever touch her make up stuffs without her permission. I could not remember how many times she shouted to me every time I made a mess and I wept in the corner of her room😀 Namun ketika saya kuliah, ibu saya yang mendorong saya untuk belajar make up. Alasannya ? Loh ke kampus koq klumus-klumus ? (bahasa jawa untuk tampang kusam) cuma ketika itu teman kampus saya tidak ada yang ber-make up jadilah saya ke kampus dengan pakai maskara dan bedak saja. Ehehe.

Jadi saya juga baru serius make up ketika 2 minggu setelah wisuda semata-mata kerena diterima bekerja jadi asisten guru. Padahal sik di sekolah itu ga ada yang makeup-an dengan niat tapi sabodo teuing my works maybe so cliche but I must look fabulous. Ibu saya pun mewariskan kuas lipstik Lancome dan beberapa item Lancome dan Ultima II lainnya. Baru saya sadar sekarang beberapa produk yang dia beli tidak sanggup saya beli. Yah laga belagu saya sih : cintailah ploduk ploduk Indonesia terus beli Make Over Indonesia, padahal sik kalau disuruh beli Lancome lagi bakal muntah darah.

Pucuk dicinta ulam tiba, klien saya memberikan sekantung peralatan make up yang sudah tidak dia pakai. Saya sendiri baru memeriksanya setelah tiba di rumah dan menemukan eye shadow Lancome ini. Setelah beberapa kali mencoba saya baru berani mengulas soal eye shadow ini. Eye shadow ini nama lengkapnya adalah Lancome Color Design Ombre Mono Effects Sensationnels dengan 4 warna terdiri dari Daylight, Optic, New Black, dan Spontaneous.

New Blacknya bagus glittery gitu tapi untuk 3 warna lainnya memang perlu dilakukan aplikasi berulang sebelum warnanya belum muncul. Mungkin juga kesalahan terjadi di aplikator saya ya. Yang jelas saya jadi teringat dengan eye shadow Inez saya yang seri Venice. Sangat pigmented cuma ya gitu shimmery. Untuk yang suka doff memang Lancome ataupun Inez kurang cocok tapi untuk tampilan yang berani dan bikin semangat eye shadow ini cocok banget. Lancome menjadi eye shadow favorite saya semata-mata karena gratisan sik ehehe. Kalau harus beli, saya kembali kepada Inez atau mencoba Make Over😀

3 comments on “Seputar Muka dan Tubuh : My New Favorite Eye Shadow – Lancome

  1. Pingback: Mencoba Neutrogena | kisah pekerja lepas

  2. Pingback: Wardah Matte Lipstick yang Tidak Matte | kisah pekerja lepas

  3. Pingback: Masami Shouko Pakai Sampai Habis | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25/07/2015 by in makeup, Ulasan.

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: