kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Pertama Kali : ICE Serpong

Sebenarnya saya sudah mendengar soal ICE dan peresmian perdananya dari bulan lalu cuma saya tidak tertarik untuk ke sana sampai saya lihat ini

Selebihnya foto-foto Bricktopia 2015 dari @pitra bisa dilihat di sini

Serpong sebenarnya buat saya yang tinggal di Depok jauhnya bukan main tapi karena penasaran dengan Bricktopia hayulah. Parkir sempat mengantri tapi akhirnya bisa masuk juga dan membayar ke pihak karang taruna setempat Rp.10.000. Jika Tangerang Selatan ini adalah Panem, maka Bumi Serpong Damai ini sebenarnya seperti the Capitol, bersih, rapi, steril, homogen. Yang miskin dan hidup terseok-seok tidak boleh terlihat dalam jangkauan mata. Kota satelit ini dikelilingi tembok, hanya orang yang cukup jeli yang bisa melihat pintu-pintu kecil menuju perkampungan ekonomi lemah Tangerang Selatan. Dari perkampungan inilah pegawai minimarket, satpam dan kerja remeh temeh lainnya (seperti tukang parkir karang taruna yang saya sebutkan di atas) berasal sementara penghuni BSD sendiri berjuang di negeri seberang, DKI Jakarta.

ICE sendiri berdiri untuk menyaingi Jakarta Convention Centre dan JICC Kemayoran sehingga warga barat Jakarta bisa memiliki ruang pameran tanpa harus terseok-seok ke Jakarta. Pameran yang diselenggarakan di ICE ini sebenarnya rangkaian acara pembukaan ICE sendiri. Cuma soal pameran ini tidak diworo-woro. Yang lebih banyak dipromosikan adalah konser Chris Brown (dibatalkan oleh pihak artess), Big Bang (yang pelaksanaannya acak kadut), Sam Pek Eng Tay oleh Teater Koma, dan Raisa (seperti biyasaa). Tanpa @pitra saya tidak akan tahu ada Bricktopia. Ternyata arena Bricktopia tidak besar dan sangat ramai sehingga saya tidak lama di situ (I have problem with crowded people, now you know why I can’t stand in Indonesian wedding reception for more than 2 hours). Saya jadi iseng mengelilingi stand yang lain. Ternyata banyak stand produk Indonesia. Persis di depan Bricktopia sendiri ada stand UGM & ITB yang memamerkan hasil karya teknologi mereka. UI ? Mbuh. Kepedean sama reputasi kali ya.

This slideshow requires JavaScript.

Sayang stand-stand tersebut tidak banyak dikunjungi orang. Warga hanya terpusat di Bricktopia. Apakah karena stand lain tidak menarik? Hmm jangan salah. Banyak hal menarik buat saya yang selalu tertarik dengan beragam industri. Namun untuk warga Capitol eh BSD belum tentu. Semua industri ini buatan Indonesia (kecuali ada 1 stand nyeleneh yaitu Samsung). Ada dua hal yang menarik buat saya. Kumpulan industri coklat, Raspberry PI dan VIAR.

Produk dari PERINTIS (Penggiat Raspberry PI untuk Indonesia) ini sudah beragam. Dari telepon VOIP, sms gateway sampai komputer bermain untuk anak-anak. Raspberry itu apa? google ya. VIAR ternyata mulai merintis motor listrik. Kami sempat lama di sini karena keasyikan memberi masukan prototype yang ditampilkan VIAR. Sayang kunci motor sedang tidak dipegang tim marketing, kalau ada mungkin saya bisa pakai berputar – putar di arena pameran yang memang luas. Beberapa stand industri kopi akhirnya sudah tutup karena saya kelamaan di VIAR hehe. Menarik bahwa karoseri VIAR sudah bisa membuat mini dump truck, mini food truck, and mini pet salon. Urusan mini mini begini bakal laku di Depok yang jalannya konsisten sempit😀

Syukurlah stand kopi banyak yang sudah tutup.  Bisa ludes uang saya beli ini itu kalau stand mereka buka saat itu. Berikutnya yang menarik adalah pabrik mesin yang spesialisasinya adalah pengolahan biji dan bubuk. PT Kerta Laksana dengan produknya Protech memproduksi mesin penggiling biji coklat yang sudah diekspor ke Jerman. Mesin mereka ini sendiri juga digunakan untuk industri rumahan di Kampung Coklat Blitar (lah kampung gw cuma 1 jam dari Blitar tapi gw baru tahu ada Kampung Coklat T.T), Sulawasi Selatan dan Sulawesi Tengah. Seperti kopi, coklat memiliki beragam bentuk biji dan ukuran tergantung lokasi budidaya. Saya jadi terpikir, andai industri rumahan ini membuat coklat berbentuk ikon khas daerah mereka pasti bisa digunakan cenderamata. Seperti singapura dengan coklat merlionnya yang biasa banget rasanya tapi lucu buat oleh-oleh. Oh ya penjelasan soal coklat saya dapat dari penjaga stand Protech ini yang memang adalah pembuat mesin tersebut. Dia pun memberikan coklat hasil percobaannya sendiri. Makk enakk. Mau nambah gengsi..

This slideshow requires JavaScript.

Selain itu ada stand jaket kulit dari Garut. Sekedar informasi, karena daya beli berkurang selama hampir setahun ini, industri kulit di Garut termasuk yang mengalami hantaman. Hal ini juga terjadi di industri batik Pekalongan dan tentu saja penyewaan pickup di Depok (ada curcol di sini..). Melihat semua stand pameran di sini, saya tahu Indonesia memiliki banyak potensi, sekalipun mereka harus bergerilya sendiri. Bahkan bagian batu akik yang menjadi bahan tertawaan kaum menengah🙂 Pameran ini berlangsung sampai 9 Agustus 2015 jadi masih ada waktu 1 minggu lagi untuk melihat sendiri

This slideshow requires JavaScript.

One comment on “Pertama Kali : ICE Serpong

  1. Pingback: Berburu Coklat ke Blitar | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/08/2015 by in lesson and tagged .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: