kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Soal Warung Kopi di Depok

Sama seperti tukang cukur (yang supaya membedakan dengan pangkas rambut jelata, menamai diri mereka : barber), warung kopi bergelimpangan di sepanjang Margonda. Persaingannya ketat. Saya pernah mencoba hitung tapi sering gagal karena warung kopi di Depok buka dan tutup secara sporadis seperti bar di Kemang. Saya cuma ingat beberapa nama: Ranah Kopi, Cillax, Juliette, MUG dan Kimung. Oh ya tak lupa Coffee Toffee. Saya secara niat mau bahas MUG dan Kimung saja ya. Mengapa bukan Coffee Toffee? Standar anak muda, penuk gelak tawa yang terlalu keras, kopinya biasa, jajanannya juga selera anak muda. Sedangkan warung kopi lain tidak saya masuki karena saya dasarnya tidak gampang mencoba ke tempat baru kecuali saya yakin benar tempat tersebut layak uji..

Saya sebenarnya rutin datang ke Kimung ketika saya masih tinggal di pinggir Margonda. Sekarang kalau mau ke sana lagi, saya mesti mikir-mikir dulu, apakah saya cukup berani (dan kuat) sepedaan ke Kimung. Begitu ada waktu saya akan menulis soal Kimung karena memang beneran enak. Saya senang melihat warung Kopi Kimung sekarang sudah diperbesar. Penting banget dikunjungi dalam waktu dekat nih😀

MUG

Mug ini sudah dalam pantauan radar saya ketika masih dekat dengan Apartemen Melati Margonda. Saya sudah perhatikan ramai, tapi saya sendiri ragu jangan-jangan tempat ini seperti Coffee Toffee. Ramai karena memang kopinya standar. Cocok untuk karakteristik pembeli di Depok. Akhirnya kesampaian ke MUG lagi ketika pindah ke lokasi yang berseberangan dengan Sushi Takarajima. Saya datang pertama kali Desember 2015 karena salah satu staf Ramot mau mengundurkan diri untuk membuka usaha startup (ta e lah.. aku lelah.. bilang aja sik usaha cuci kiloan.. perlu banget ya supaya terlihat masa kini semua aja pakai kata startup..). Ketika itu kami memesan kopi dan mie goreng. Memang mie gorengnya porsi bikin laper lagi tapi enak. Oh jangan membayangkan Mie Aceh ini setara Mie Aceh Bang Har di bawah flyover Arief Rahman Hakim. Beda jauh. Mie Aceh MUG ini menyesuaikan lidah anak muda. Setelah itu saya datang lagi. Entah kenapa koq kopinya jadi biasa saja ya? Apa mungkin karena saya memesan kopi yang berbeda? Yang jelas saya agak kecewa dengan pesanan hot dog hitam saya karena ternyata cuma hotdog diisi sosis, tidak ada effort lain lagi selain warnanya yang hitam. Pelayannya juga sedikit jadi kadang ngeliatnya ga tega mereka mondar mandir kaya setrikaan

Untuk Kimung menyusul ya..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/02/2016 by in makanan, Ulasan and tagged , , , , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: