kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Mencoba Menikmati Yang Terhormat Ibu

Hujan, sendiri dan Senin sepertinya kombinasi yang tepat untuk menuliskan pameran yang baru saya lihat tepat di ulang tahun ibu saya. Saya menemukan pameran Yang Terhormat Ibu secara tidak sengaja ketika perjalanan naik becak menuju Graha Sabha UGM. Sudah lama saya tahu tentang Sri Astari Rasjid. Wajahnya cukup sering saya lihat di majalah Dewi yang rutin saya beli edisi bekasnya ketika SD (sepertinya ketika saya baru kepala 1, saya sudah asyik membayangkan kehidupan sosialita..)

Saya pun akhirnya meluncur ke ruangan pameran yang tidak jauh dari stand job fair PT. Harmonix Technology Peentar. Kebetulan memang saya perlu membeli permen untuk membuat brosur lebih menarik🙂
Saya memasuki ruang pameran dengan santai. Sesuai dugaan cuma saya yang hadir pagi itu. Bukan karena kurang gaung, tapi mungkin orang Indonesia bukan penikmat seni kontemporer. Saya tentu berharap banyak mahasiswa seni baik dari UGM maupun kampus sekitar untuk meluangkan waktu. Tentu dengan asumsi bahwa mahasiswa-mahasiwa tersebut masih terpanggil membuat hasil karya dengan rupa mahluk hidup tanpa takut melanggar ajaran agamanya😉
Seperti pagelarannya di Singapura, kebaya raksasa dipajang di depan pameran. Pintu masuk dibuat menyerupai sanggul raksasa.

Mengingatkan saya kepada inang-inang yang berlomba-lomba paripurna sanggulan demi datang ke pesta Batak.
Saya mencatat nama di buku tamu lalu saya justru mendapatkan majalah bukan katalog tentang pameran ini.

Saya melihat satu per satu dan detail informasi yang dapat hanyalah nama karya, material dan tahun pembuatan. Beberapa wanita muda menjaga di dalam tapi mereka tidak bercerita apapun. Hanya duduk dan sesekali berjalan. Terasa berbeda ketika saya menghadiri dua idola saya yang lain : F.Widiyanto dan Didi Budiarjo. Ketika pameran F.Widiyanto saya masih sempat berbicara dengan beliau. Sementara di pameran Didi ada tim pengarah tur yang membimbing kami dan bercerita dari satu karya ke karya lainnya.

Jadi secara umum saya tidak tahu apa latar belakang cerita dari karya-karya ini. Ada karya yang menyentuh seperti ini :

Namun ada juga karya yang ingin saya tahu latar belakangnya

 

Di akhir bagian pameran, Sri Astari Rasjid menampilkan sedikit gambaran keluarganya. Bisa dilihat dia memang terlahir mapan🙂

3 comments on “Mencoba Menikmati Yang Terhormat Ibu

  1. cK
    03/03/2016

    Pamerannya bagus yaaa😀

    • vivi
      03/03/2016

      sayang ga ada penjelasannya sih..

  2. Pingback: Blog di Apps Mobile WordPress | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29/02/2016 by in Pertama Kali and tagged , , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: