kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

De Mata Trick Eye Jogja: Solusi Ngeceng

ngeceng tuh bahasa gaul tahun berapa sih? Sepertinya sudah tidak digunakan di kalangan millenials lagi ya. Ah biarin lah. Yang penting maksud dan tujuannya sampai #tsah. De Mata Trick Eye Jogja ini tanggap ing sasmita (nyuk opo iki) dalam memahami kebutuhan wisatawan lokal yang liburan ke jogja semata-mata untuk foto-foto. Hahahaha. Mungkin ini didorong dari kebutuhan manusia yang paling cukup mendasar akhir-akhir ini yaitu to-see-and-to-be-seen di media sosial. Muncullah istilah #instagramable banget untuk setiap sudut yang dikunjungi dengan harapan decak kagum (ya kalau di media sosial sebatas like dan komentar positif sih).

Saya pikir De Mata Trick Eye Jogja ini cukup aman untuk memenuhi kebutuhan foto layak masuk instagram atau media sosial PamerAnakTahtaHarta tanpa perlu khawatir di screen capture lalu disebar ke grup whatsapp ataupun media sosial lainnya yang lebih besar. Mengapa kekhawatiran itu perlu? Karena sekarang sedang trend apa yang dipampang di media sosial kecil bisa menyebar ke media sosial yang lebih banyak pemirsanya. Belum lagi pertanyaan seputar apakah liburan ini menggunakan uang negara atau tidak.

Liburan ke Jogja apalagi ke De Mata Trick Eye Jogja jelas aman dari komentar-komentar miring karena murahnya tiket. Nah karena saya tidak bisa mengingat harga, maafkan saya kalau salah menulis angka di sini. Harga tiketnya Rp. 45.000 karena saya datang di hari Sabtu. Kalaupun salah biasanya tidak jauh-jauh lah. Saya sendiri cuma ke De Mata karena ketika tiba sudah cukup malam (sekitar jam 7 malam). Saya menggunakan taksi 3737 ketika itu dan saya lupa berapa argonya.

Yang saya tahu ternyata jadi foto model itu melelahkan. Ketika saya datang, ada yang dengan penuh niat pakai gaun dan bermake up lengkap untuk berfoto dari satu adegan ke adegan lain. Sementara saya sendiri tidak sanggup menyelesaikan semua adegan. Selain karena mungkin saya sudah lelah dari aktifitas sebelumnya, menyesuaikan posisi tubuh menyesuaikan dengan adegan yang disiapkan memang tidak mudah. Di beberapa adegan memang diberikan petunjuk titik terbaik memotret, namun banyak yang tidak diberikan petunjuk. Sehingga yang 1 bagian sering dipotret dua sampai tiga kali belum lagi jika posisi model tidak pas sehingga menjadi tidak terlihat masuk akal. Oh ya ekspresi wajah juga penting di sini. Jadi kalau kaku ya susah juga terlihat seperti nyata.

Kesimpulan: De Mata Trick Eye cocok memang untuk tujuan wisata alternatif di Jogja. Yang tidak mau mikir banyak soal lingkungan ataupun sejarah di Jogja silakan main-main ke De Mata. Ruangan nyaman karena ada AC. Pastikan saja tidak hari libur Nasional karena dugaan saya cenderung terlalu ramai dan mengantri (atau rebutan adegan).

 

One comment on “De Mata Trick Eye Jogja: Solusi Ngeceng

  1. Pingback: Penjara Setan:Menguji Ketakutan | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/04/2016 by in liburan and tagged , , , , , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: