kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Di dalam Tata Rias Paripurna, Ada..

Di tulisan yang sebelumnya saya sudah secara khusus membahas beauty blender dari Masami Shouko. Sekarang saya mau bahas secara keseluruhan bagaimana proses pembelajaran berdandan yang saya lalui. Saya banyak membaca dari racunwarnawarni.com, instagram @belanjamimo, dan ulasan orang awam beauty alley. Jika ada waktu, saya belajar dandan setiap sabtu pagi. Saya mengabaikan tulisan beauty blogger dan video Youtube yang terkesan mengulas sebuah produk tapi sebenarnya hanya perpanjangan tangan produsen untuk mempromosikan produk tersebut.

Sama seperti memasak dan naik sepeda, saya tidak bisa langsung mahir. Ketika saya belum paham betul mengkoreksi wajah saya sendiri, peletakan shading pernah salah. Kesimpulan saya dalam proses belajar ini adalah sebagai berikut:
Dari sudut perlengkapan dandan
1. Beli alas bedak yang bagus dan pas untuk kulit. Saya angkat tangan dengan merek lokal, tapi tidak serta merta beli barang bermerek dari luar negeri.
2. Perona mata dari Inez (dan beberapa merek lokal lainnya) tetap yang terbaik. Standar saya bagus itu: warna benar-benar menempel, tidak perlu berulang-ulang aplikasi, tidak rontok ketika sedang aplikasi
3. Alis paripurna adalah kunci.
4. Marcks sebagai bedak tabur adalah solusi tanpa perlu khawatir Senin harga naik.

Dari sudut pandang aplikator

Saya pernah bodoh beli aplikator satu set tanpa merek yang dijual di toko-toko ITC. Ternyata, sama seperti beli eye shadow dengan warna banyak biasanya kualitasnya tidak merata, aplikator satu paket itu kebanyakan tidak kita pakai semua. @belanjamimo sebenarnya menawarkan banyak aplikator, tapi saya cari yang lebih murah lagi. Di situ lah saya menemukan Masami Shouko.

Sekarang kita bahas penggabungan perlengkapan yang ciamik, aplikator yang mumpuni, latihan tak jemu-jemu dan minum Milo setiap hari dalam tampilan berikut ini :

1. Masami Shouko Beauty Blender saya pakai untuk :
a. pakai alas bedak Cover Girl Outlast Stay Fabolous 3 in 1 shade 857 – Golden Tan. Terbukti cocok untuk kulit saya yang sawo matang tukang panas-panasan. Si Beauty Blender ini ditepuk-tepuk ya bukan diseret (nyuk opo kuwi koq bawa diseret-seret segala). Tepuk ke seluruh wajah, tunggu sebentar masuk lagi tahap dua. Alas bedak yang bagus buat saya : bisa ditumpuk berkali-kali tanpa menjadi seperti topeng, tidak mengkilap setelah beberapa jam pemakaian manusiawi (ya kale gw lari-lari terus masih tetep berharap matte. Mungkin pake Aquaproof bisa awet mattenya), tidak membuat wajah menjadi seperti keperakan (merek lokal biasanya gagal di sini.

b. shading di bawah pipi memakai Make Over Ultra Cover Liq Matt Foundation 07 Caramel. Lupa Harganya

c. aplikasi perona pipi yang warnanya super tipis ini di kulit saya. Blush On Make Over Cruise Coral no 8 seharga Rp. 75.000 (harga 2014 ya)
2. Aplikator kuas besar tanpa merek, tanpa nomor, beli satu set Rp. 50.000 tahun 2010. Jadi per batang harganya kurang dari lima ribu rupiah. Saya pakai untuk mengaplikasikan bedak Marcks. Bedak tabur Marcks ini saya pakai paling akhir setelah semua bagian riasan beres. Tadinya saya pakai bedak PAC cuma saya perhatikan kalau saya banyak berkeringat malah menjadi gumpalan-gumpalan kecil Sementara Marcks yang murah meriah seperti mengunci minyak jadi setelah naik motor dan kepanasan, hasil riasan masih oke.

3. Aplikator untuk membubuhkan warna pada mata juga bagian dari kuas tanpa merek, tanpa nomor. Untuk mengaplikasikan Inez Eye Shadow seri Amazon. 

4. Aplikator Masami Shouko 215 M Dome Brush Rp.42.000 (dibeli di Zalora Januari 2016) untuk :

a. shading di batang hidung. Shading di hidung sendiri menggunakan eye shadow CoverGirl warna coklat gelap

b. membaurkan dua warna eye shadow di mata

5. Masami Shouko Detail Eye Liner Rp.42.900 (dibeli di Zalora Januari 2016) membuat eyeliner di bawah mata.

6.Aplikator angled-brush tanpa merek untuk mengisi alis dengan eye-shadow coklat dari LT Pro

Aplikator yang tidak terlihat adalah pemulas bibir bawaan La Splash Latte Confession Rp. 160.000 (dibeli Desember 2015) dan Ofra Long Lasting Liquid Lipstick Santa Ana dicampur jadi satu

Terus sisanya saya pakai tangan untuk:

  • Meratakan MakeOver Serum (tidak akan beli lagi)
  • Meratakan MakeOver Corrective Cyan (tidak akan beli lagi)

Dan yang terpenting pastikan kualitas kamera depan anda cukup mumpuni menghadapi selfie. Hasil foto ini dipersembahkan oleh Xiaomi Mi4i asal cepret

Karena Manusia Berencana , Tuhan Bercanda; maka  percayalah pada rias muka & busana paripurna :D

Karena Manusia Berencana , Tuhan Bercanda; maka percayalah pada rias muka & busana paripurna😀

3 comments on “Di dalam Tata Rias Paripurna, Ada..

  1. cumilebay.com
    04/04/2016

    Eh aku pake serum dari inez,
    lagi ada masalah jerawat, ama temen disaranin pake inez aja tp bukan anti jerawat nya dan alhamdulillah inez berjaya

    • vivi
      04/04/2016

      oh gitu ya? *dicatet dengan seksama*

  2. Pingback: Pertama Kali : Beli Make Over Karena Masih Penasaran Arsir Muka | kisah pekerja lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/04/2016 by in makeup, Ulasan and tagged , , , .

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: