kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Mengintip @Headfonia

Urusan perlengkapan musik sebenarnya membingungkan buat saya. Ramot yang sebenarnya lebih mengerti Headfonia daripada saya. Namun sebagai orang yang buta nada, ada hal lain yang saya lihat di Headfonia. Mereka adalah orang-orang yang memang mencintai headphone, earphone dan kroni-kroninya. Saya sebenarnya suka hasil suara musik yang bagus. Itu sebabnya saya rela-rela saja beli SS sound system beberapa tahun yang lalu. Penggunaan SS ini sendiri belum optimal, karena 4 tahun berjalan colokan microphone 2 buah belum pernah dipakai sebagaimana fungsinya.

 

Kembali ke Headfonia. Toko Headfonia 1 menempati sebuah sudut tidak jauh dari McDonald. Saya sendiri sebenarnya kurang paham mengapa Headfonia 2 berada tidak jauh dari Headfonia 1. Mungkin bagian dari perluasan toko yang terpisah jarak *hmm*. Sama seperti toko headphone lain yang menjajarkan headphone untuk dicoba, di Headfonia juga ada headphone berjejer manis.

headfonia-stc.jpg.jpeg

 

Yang membedakan adalah cara mereka menjabarkan produk yang mereka miliki. Saya boleh buta soal apa fungsi headphone bagi hajat hidup orang banyak di NKRI, tapi malang melintang mengurus lapak sendiri, saya bisa melihat apakah seseorang menjual sebuah barang karena memang menyukai apa yang mereka jual atau sekedar untung cepet. SS dan Headfonia adalah salah dua yang memang benar-benar paham produk yang sesuai untuk tiap calon pembeli.

Di Headfonia ada caption yang bisa kita pakai untuk berfoto dan akan mendapat kantung kain dari Headfonia senilai Rp.30.000. Sayangnya Ramot menolak difoto di sudut yang menarik becak itu. Biasalah gengsi om om.

headfonia-senayan.jpg.jpeg

Salah satu caption di pojok kanan sebagai propaganda konsumerisme!

Kekonyolan terjadi ketika pembayaran. Saya membeli produk ini di Tokopedia gara-gara saya tidak tahu bahwa pembelian menggunakan kartu kredit di Headfonia bisa langsung diubah ke cicilan BCA. Yo wis lah ya. Untunglah proses di Tokopedia berjalan cepat. Memang sempat error ketika memasukkan alamat, tapi dengan mencoba berulang-ulang, transaksi disetujui Tokopedia dan BCA, barang diproses, lalu muncullah headphone pilihan Ramot : Plantronics BackBeat Pro Noise Canceling Headphones. Mari kita berdoa bersama headphone ini akan bertahan sampai 10 tahun yang akan datang. *hore*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10/04/2016 by in musik, Ulasan and tagged .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: