kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Ada di Mana Mie Aceh terbaik di Depok?

Ketika saya masih tinggal di Pasar Minggu, Mie Aceh yang saya tahu ya di Tanjung Barat atau Bang Jaly yang ada di Blok M Mall-Terminal. Namun karena saya pindah ke Depok sejak 5 tahun yang lalu. Saya pun menyesuaikan perputaran hidup saya hanya di sekitaran Depok. Tadinya saya pikir Mie Aceh di Margonda yang si ibu pemilik selalu jutek itu sudah enak, ternyata ada yang lebih enak di dekat Pasar Kemir Muka.

Posisi Mie Aceh Bang Har (Nyohoka) ini di Jalan Arief Rahman Hakim di bawah jalan layang. Jika dari arah Nusantara posisi sudah di kiri jalan, jangan naik jalan layang, ambil jalan kecil (muat 1 mobil dan memang jalan 1 arah) yang mengarah ke Stasiun Depok Baru/ Pasar Kemiri Muka. Begitu mencoba Bang Har, rasanya Mie Aceh yang lain sudah disesuaikan lidah Jawa haha. Bang Har ini bumbunya kerasa sekali, kalau kebetulan dapat tempat duduk dekat area memasak, bisa dipastikan bersin-bersin ketika bumbu ditumis. Saya sejujurnya tidak tahu bumbu apa yang digunakan.Yang jelas ada pedas yang dihasilkan oleh lada dan selalu membuat saya diare setelah makan. Koq ga kapok? Karena enak ahahaha. Padahal setiap kali pesan saya selalu minta tidak pedas tapi tetap saja saya selalu berakhir murus.

img_20160513_194509.jpg

Nah yang asyik dari Mie Aceh Bang Har ini adalah mengamati bagaimana koki begitu berambisi mengaduk mie dan memastikan bumbunya merata. Setara dengan melihat ibu-ibu di pesisir Pantura yang masih mempertahankan pembuatan jenang di wajan raksasa secara bergiliran. Nah seperti itu: penuh semangat.

Memang kelemahan Mie Aceh Bang Har ini keterbatasan pilihan minuman dan ventilasi ruangan. Penataan meja bisa dibuat lebih muat banyak, sayangnya tidak dibuat beberapa exhaust fan sehingga ruangan lebih nyaman (tidak pengap). Nah soal minuman, semua orang yang mengelola jualan makanan, untung terbesar dari penjualan minuman. Sayangnya Bang Har belum ada kerjasama dengan pihak lain untuk mengadakan kopi atau teh tarik khas Aceh.

Saya sendiri ketika menemani Ramot service Bajaj di Karunia Motor Jl. Jagakarsa depan Kecapi menemukan penjual kopi dan teh tarik enak. Dibuat oleh orang Aceh asli yang kebetulan sambi berjualan beras di situ. Saya dan Ramot sebenarnya terpikir andai saja si tukang kopi ini bisa berkolaborai dengan Bang Har (Nyohoka)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24/05/2016 by in makanan, Ulasan and tagged , .

Ranah Rana

don't you grateful that your kitten is willing to take care her little friend like this? They are not sisters but they can comfort each other. Harapan (Hope) is crying everytime Sabrina is not around and I am blessed I have Sabrina to stay with Harapan.

Ibu mertua saya (dan banyak org di luar sana yang tidak pelihara hewan) menanyakan mengapa saya cari masalah dengan pertambahan krucil ini yang kemungkinan dpt adopter tak semudah itu. Saya biasanya cuma membalas dengan senyum Pak Harto yang generasi Langgas biasanya bingung bentuk senyum ini seperti apa.

Sebenarnya ini semata2 karena saya tahu rasanya hidup sendiri. Sehari-hari di Depok saya lebih banyak berkomunikasi dengan org lewat mengetik drpd tatap muka dan berbicara. Sejak 2011 saya sendirian saya sudah melihat rupa kejadian yg bikin deg2an di Depok. saya bs merasakan kebingungan Goofy ketika dia harus mengais sampah, Maxi yang lumpuh ditinggal di pinggir jalan ataupun banyak kucing yang sudah saya tangani.

Semua mahluk mungkin bisa bertahan hidup sendirian tapi tidak semua sanggup menjalani hari dengan kesepian. Semua mahluk butuh mahluk lain sehingga ia merasa diperjuangkan, diutamakan dan diperhatikan. ini kandang no 2 kl ga salah disebutnya di kalangan pet shop. kl hujan2 begini saya suka bingung kenapa Mimi dan Mumu di kandang, Momo selalu bisa lolos. Saya jd iseng nungguin mereka kelar makan padahal kondisi saya jg sedang demam. Oalah ternyata dari celah bawah. Sip besok dipasang tali rafia melintang supaya ga menghilang pas lg sayang2nya eh pas lagi hujan deras maksudnya.

Momo sampai sekarang belum ada yang nanyain padahal Momo anak yang aktif dan mandiri sekali. Kl memang masih ada rejeki, bermentallah mbayar walau itu dgn nabung, bukan cari gratisan (lirik komentar2 tayangan lama). Ta jamin penjenangan cepet sugih royo royo (segenap pengikut hening seketika ga ngerti gw ngomong apa apa)

#infosteril #Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: