kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

10 Tahun Berkarya

Tulisan kali ini adalah cakap sampah. Haha! Beneran! Saya hanya akan menuliskan mengenai pekerjaan apa yang sudah saya pernah lakukan sejak saya lulus dari UI 10 tahun yang lalu. Memegang sarjana Psikologi, hal yang ingin saya bakar adalah skripsi saya sendiri. Jelek. Saya ingin mengulang penelitian tersebut secara lebih mendalam.Skripsi itu saya selesaikan secepat-cepatnya karena landasan praktis koq: ga ada duit buat bayar semester 8. Saya harus cepat lulus! Baiklah kita mulai saja ya apa yang saya pernah kerjakan untuk mendapatkan uang. Ya tentu lah lebih detail dari linkedin saya:

  • Asisten Guru lalu jadi Guru

Bener kata teman saya, tidak ada mantan guru. 10 tahun saya terjun ke dunia kerja, selalu jadi guru. Sekalipun saya sekarang hanya menerima murid les di rumah, tetap saja murid silih berganti datang. Murid-murid yang di masa kerja saya ajari sekarang sudah mulai masuk ke dunia kerja. Bahkan sudah ada yang punya anak. Haha. Maklum  ya. Di awal saya terjun ke dunia pendidikan, memang langsung berurusan dengan remaja jadi wajar kalau sekarang mereka sudah ada yang menikah dan merintis karir.

Oh ya mungkin profesi mengajar yang saya tidak mau kembali lakukan adalah mengajar sekolah minggu. Cukup sudah di dua gereja berbeda. Saya tidak tertarik melakukannya di masa depan.

Pelajaran apa yang saya pegang? Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Jika saya bilang melatih remaja berkebutuhan khusus memiliki ketrampilan khusus, sedikit yang paham dengan apa yang saya kerjakan. Sebenarnya saya pemegang D1 Pendidikan untuk Autisma. Namun apalah arti D1 yea kan.. Ketika saya menjadi guru untuk anak berkebutuhan khusus, saya melengkapi portfolio mereka dengan video jauh sebelum trend vlogger saat ini. Tentu saja video tersebut menjadi milik sekolah.

Saat ini saya menguasai cara mengajar Matematika, Bahasa Inggris, (dan akhirnya karena rayuan) Fisika.

  • Assessor

Saya pikir dunia saya akan di dunia ketenagakerjaan. Sayangnya ketika itu krisis moneter ringan di Indonesia. Saya tidak sabaran cuma menerima beberapa puluh ribu. Akhirnya saya kembali ke dunia pendidikan.

  • Kenek dan Kuli Pindahan

Ketika jadi asisten, tambahan uang bisa saya dapatkan jika menjadi chaperone. Halah buat saya jadi kenek lah. Jam 6 pagi sudah tiba di Kemang. Menyusuri Jakarta bukan cuma di kisaran Jakarta Selatan tapi sampai Bendungan Hilir. Ini yang meningkatkan kemampuan saya untuk tahu jalan tembusan di sekitar Jakarta.

Ketika saya mendukung Ramot untuk memulai wiraswasta, peran kenek juga ditingkatkan menjadi kuli. Jelek-jelek gini pernah sukses bongkar pasang lemari, tempat tidur, dan ranjang bayi. Dih gitu doang pamer! Ada gak cewek yang ga termehek-mehek pake obeng dan berbagai kunci L? Cuek bebek angkat-angkat kardus? Atau non stop mengawal pengantaran mobil ke Surabaya tanpa tidur Heh?? Heh??

Kalau sekarang saya sudah tidak pernah turun ke lapangan mengawasi kegiatan pindahan, itu semata-mata karena 3 tim utama sudah bisa diberi kepercayaan. Plus saya sudah memiliki staf yang asik untuk diajak kerjasama. Palingan saya sekarang bantu staf untuk menyiapkan material pindahan, cek mesin mobil, dan mengurusi media sosial.

  • Pembuat Aksesoris

Saat saya jadi guru, setiap sore saya punya waktu luang untuk sekedar minum kopi, ngobrol dan membantu teman membuat aksesoris. *ternyata saya rindu suasana sore di mana ada orang yang saya ajak bicara*

Di sinilah kemampuan saya membuat kalung, gelang, dan anting terasah. Sebenarnya saya sudah menyiapkan kalung swarovsky untuk saya pakai di hari pernikahan. Namun ketika itu saya sudah kehilangan semangat mendekati muak dengan pernikahan saya sendiri. Jadi rangkaian kalung tersebut hanya tergeletak di kotak plastik tempat saya menyimpan berbagai manik-manik. Saya pernah dapat uang seratus ribu rupiah dari membuat aksesoris ini tapi tidak saya lanjutkan karena… ada hal-hal penting lain yang harus saya kerjakan. Apakah hal-hal tersebut? Jawabannya di akhir tulisan ini

  • Penerjemah

Proyek menerjemahkan yang pertama kali saya kerjakan adalah menerjemahkan dari Indonesia ke Inggris untuk direktori apartemen. Jadi beberapa tahun kemudian ketika klien pindahan datang dari apartemen – apartemen tersebut rasanya geli-geli gimana gitu. Saya juga pernah menerjemahkan sebuah website resor yang baru-baru ini dipromosikan oleh salah satu selebtwit mengenai budget murah untuk ke Maladewa. Dari menerjemahkan ini, saya juga pernah mengerjakan verbatim wawancara FGD (focus group discussion) sehingga saya jadi tahu gonjang ganjing dua buah BUMN tercinta (sepertinya sih masih ya..)

  • Penulis Artikel

Tentu saja bukan artikel cetak, semua website. Yang paling menantang adalah menulis dari hulu ke hilir untuk sebuah website karoseri. Sayang sekali saya tidak ambil gambar sebelum website itu lupa diperpanjang oleh pemilik. Menurut saya itu adalah tulisan yang paling sulit yang pernah saya kerjakan karena saya benar-benar harus menguasai produk baru bisa menulis. Setelah itu ada pindahan, obat herbal, dan steril kucing.

  • Pengamat

Ketika waktu kuliah saya pernah jadi mystery shopper di Hagabank (yang lalu menjadi Rabobank.. lalu sekarang entah jejaknya ke mana). Ternyata setelah saya kuliah, teman saya meminta melakukan hal yang sama dengan target minimarket. Itulah sebabnya saya jadi tahu kalau kebelet pipis, eek, atau mau mbenerin pembalut, pergilah ke.. Indomaret hehehe. Pekerjaan ini membuat saya menjadi tahu daerah Jakarta Timur dan Depok secara lebih lengkap. Ditambah sempat jadi orang lapangan pindahan, ya pengetahuan saya di atas rata-rata sopir taksi lah.

  • Media Monitoring untuk Sebuah PR Agency

Ini pekerjaan saya jalani sejak menikah (2014). Tugasnya memang memantau berita tapi memegang kunci apakah sebuah kegiatan cukup ditanggapi dengan baik oleh media baik media cetak maupun media online.

  • Koordinator Steril Kucing

Ternyata pengalaman jadi koordinator Dansa UI, sales pindahan, dan lain-lain membuat saya cukup baik menangani klien steril (buasiii).

Tepat di 2012 saya berhenti bermimpi, berhenti memupuk renjana. Saya melakukan apa yang (menurut saya) cukup nyaman dikerjakan selebihnya saya memastikan bahwa saya bisa cukup mendampingi Ramot menjalani visi dia. Awal terjun di dunia kerja, saya berpikir saya akan mengejar karir atau ambisius mencari beasiswa. Ternyata tidak. Saat ini bisa membantu Ramot mengatur pelatihan untuk kantornya atau mencari info lokasi untuk kantor baru sudah cukup buat saya. 10 tahun telah membuat saya menguasai komunikasi marketing di dunia digital, edit video, dan tetap tenang berurusan dengan bawahan maupun klien.

2 comments on “10 Tahun Berkarya

  1. cumilebay.com
    02/06/2016

    Kak … Aku mau pasang lemari, masih bisa ?? Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 01/06/2016 by in cuapcuap.

Ranah Rana

#Repost @valeuccio85 #infosteril Jakarta Selatan Teman2 berikut adalah kucing2 yang mencari adopter:

1. Mimi dan Mumu. Bersaudara. Sudah ada yang berminat mengadopsi Mimi dan juga sudah ada yang mau adopsi Mumu. Tinggal tunggu

2. Momo. Anak ini selalu merasa perlu menerobos kandang dan menaklukan dunia >.< coba ini coba itu. Momo tidak ada yang nanyain. 
3. Mama Iming dan Anaknya Imong blas ga ada yang nanyaib sama sekali. Saya bingung sebenarnya. Mau mengembalikan Mama ke jalan, lalu cari adopter utk Imong saja. Namun itu pun Imong tidak ada yang minat

4. Nah ada si Sabrina bersama Harapan di bawah Mama Iming dan Imong

5. Ada TENANG yang mirip dengan Sabrina. Tenang dan Sabrina memiliki bulu yang warnanya biasa saja. tampang pun ala kadarnya. Saya tahu susah cari adopter. Apalagi Tenang yang sudah semakin besar.. tapi

Mengapa saya mencari adopter? Pertama, kucing2 lain ada di ruangan lain yang semuanya pilek parah tidak sembuh2. Kebetulan kucing yang kena pilek tersebut sudah vaksin dan sudah dewasa. Sementara mereka ini masi rentan. Kedua, setiap bulannya budget utk steril kucing jalanan terpakai jika kucing kecil masih penuh di Rumah Steril. Padahal fokus kami adalah mensteril sebanyak2nya kucing jalanan dari dana yang terkumpul oleh pendaftar. 
Tolonglah saya. Sudah banyak kucing jalanan yang saya dekati utk jd target berikutnya. Hi this is Sabrina because she was found inside Sabri's shop

Sebelum saya cerita Sabrina, saya cerita Sabri dulu. di tahun 2013-2015 saya tinggal di #pinggirpasar yang banyak saya ceritakan di blog pribadi. Saya mengontrak kios sederhana persis di sebelah kios Sabri. 
Sabri toko kelontong. Saya melanjutkan usaha pindahan. Saya dan Sabri sama-sama merintis usaha sekaligus tinggal di kios tersebut. Ga usah tanya soal higienis, ventilasi, dsb, dst. Yang penting bisa tidur. Cukup sudah. Sabri dari Aceh. Saya dari Pasar Minggu haha. 
Dari yang awalnya sepi, kios Sabri bertambah ramai. April 2014 saya menemukan Goofy di pembuangan sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Saya mengajak Goofy pulang tanpa tali dan ketika tiba saya sudah siap kl Sabri ga setuju.

Namun Sabri justru tidak berkeberatan. Sadar bahwa org yang beragama Islam menganggap anjing najis dan mungkin ada kekhawatiran bahwa pelanggan jd takut krn Goofy, saya pun berjanji segera mencari pemilik Goofy / adopter. Lalu Sabri malah bilang 'jangan buk. anjing bagus. ga ada salah apa2 juga' (dengan aksen Acehnya yang setengah mati saya pahami). Saya ingat makanan pertama Goofy adalah kornet dan telur hasil ngutang sama Sabri. Nah sampai sekarang saya masih akrab dengan Sabri untuk membeli kebutuhan bulanan kantor #peentar. Saya bisa saja belanja ke supermarket itung2 jalan2 tp saya ingin ikut membantu rejeki Sabri mengingat bertahun2 dia mengijinkan saya utang belanjaan bayar pas ada uang (trust me Sabri saved my life a lot. when I was so hungry but I did not have money, I took instant noodle from him)

Malam menjelang saya berangkat ke Pulau Seribu 3 hr yang lalu, Saya seperti biasa bayar belanja bulanan. Sabri sedang sibuk di bawah kolong. Ternyata ada anak kucing di dalam. Sabri minta tolong saya bawa pulang karena nyaris terjepit karung tepung. Ya sudah. Masuklah Sabri-na ke dalam tas dan memulai masa foto-foto-demi-dapat-adopter. guys seriously.

Jarang2 saya sampai harus screenshot spt ini cuma kalian perlu belajar untuk cari info dulu sblm ketik komentar.

Sudah dijelaskan bahwa semua soal steril dan lokasi bisa dicari di #infosteril Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget. Thank you very much for sharing your story with us.

#2016bestnine dari Rumah Steril sudah tayang. Ada cerita bahagia, ada cerita sedih, ada juga yang ga penting seperti Oreo yg main air dan Momo yang ngantuk jd objek foto demi mendapatkan adopter. Tanpa teman2 yang berbagi cerita, orang masih banyak yang bingung steril itu apa. 
Saya tidak pernah tahu sampai kapan urusan overpopulasi kucing dan anjing akan selesai di Indonesia. Yang saya tahu, semakin banyak org diajarkan tentang kesejahteraan hewan, semakin banyak org tergerak untuk membuat perubahan.

cek tagar #infosteril utk cari tahu info steril di kota terdekat. Iya kota terdekat. Ingat ga semua dokter hewan yang bs steril dan dbayar minim ada di kota kesayanganmu ;)

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: