kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Penjara Setan:Menguji Ketakutan

Kalau buat orang rumah hantu (atau dalam hal ini : Penjara Setan) untuk menguji keberanian, maka buat saya penjara setan di PRJ adalah untuk menguji ketakutan.

Apa sih yang lebih menakutkan di hidup ini selain : punya utang ga tahu bagaimana mbayarnya? atau Klien pindahan yang protes pelayanan tidak sesuai harapan #eeaa – Viviong

Nah sebenarnya saya ini (hampir) tidak pernah nonton film horor. Jadi memasukkan diri ke dalam Penjara Setan ini cuma menguji seberapa takut saya ini menghadapi teror di luar utang atau keluhan pelanggan. Menyadari bahwa wahana ini menempati area seluas 700 meter persegi, saya lebih perlu memastikan diri berapa lama saya harus menghadapi teror. Menurut petugas, kalau berjalan santai cuma butuh waktu 5 menit.

Saya suka seperti ini: ada kepastian waktu berapa lama saya harus menghadapi sebuah tantangan bukannya sabar-aja-jalani-aja-dulu-sampai-dapat-restu-orangtua. Alur waktu macam apa ituhhh!!

Mana ada orang memasuki sebuah tantangan berjalan dengan tenang sih Mas?? Kurang lebih itu jeritan di dalam hati saya. Untung ketika saya mendarat di wahana Penjara Setan yang berada di Gedung Niaga Lantai 2 (Hadap-hadapan sama Matahari), saya belum berbelanja apa jadi saya cuma ribet dengan 1 tas. Dasar kepedean, saya masuk aja tanpa menanyakan apakah ada penitipan tas atau tidak. Sumpahlah begitu di dalam, bawa 1 tas saja sudah benar-benar menyiksa. Saya juga masih sempat-sempatnya bawa HP untuk…. foto-foto!!

Dengan membayar tiket sebesar Rp. 30.000 kita sudah bisa masuk wahana dengan memperoleh pinjaman kacamata 3D berbahan karton. Nah petugas sepertinya perlu menyediakan karet gelang deh untuk orang yang berkacamata seperti saya, karena kacamata ini tidak bisa terpasang dengan paripurna di batang hidung karena sudah ada kacamata saya. Efek 3D ini memang bikin tambah merinding ya. Kalau di bioskop kan kita tinggal duduk dan pegang bahu bangku erat-erat. Lah ini? lu harus jalan demi keluar dari Penjara Setan tersebut (okeh, lu berhak lari sih, keluar ke pintu exit sebelum wahananya selesai juga boleh banget).

Baru masuk saya harus melintas sebuah jembatan yang karena efek kacamata jadi lebih memutar. Oh ya, kacamata ini perlu dipasang karena kalau tidak warna cat di tembok jadi terkesan norak kaya ngeliat grafiti anak STM yang kurang terampil pake cat. Begitu pakai kacamata 3D jadi seram-seram cantik *oke yang ini gw memang udah level sarap. serem aja koq perlu estetika to ya*

Begitu narator bilang ‘maaf setan-setan pada lepas‘ eh kampret ruang jalan kita koq menyempit ya.. saya mulai mengingat-ingat bahwa perjalanan baru 1 menit pertama. Apa kabar 4 menit sisanya massss?? Saya pun mulai menggunakan nalar ‘ah ini palingan nanti ketemunya mesin-mesin ditopengin. udah maju aja‘ Lah koq ga gituuuuuuuuuuuuuu.

Saya berulang kali melihat pintu exit untuk yang takut tapi setiap kali saya melihat pintu itu, saya merasa seperti ‘punya utang tapi kabur ndak mau bayar‘ Gak ah harus dituntaskan!

setelah jalan sempit berliku-liku, ternyata  Saya berakhir di ruang seperti kamar mayat. Gede sih tapi koq banyak hal-hal yang ga kepengen diliat bersamaan ya.*sumpah ya kalau ini bentuknya labirin harus cari jalan keluar sendiri, gw pasti memutuskan keluar di chicken exit! bodo amaat!* Eh ternyata mereka ga mendekat.. ya udah poto-poto aja *mulai sarap* Begitu saya keluar ruangan besar itu, saya pikir oh ini sudah selesai entar lagi keluar deh kayanya.. iya kayanya ternyata saya harus bertemu dengan mahluk lain dengan jarak yang sangat dekat sebelum akhirnya saya tiba di penghujung wahana muahahhaa.

Plong lah ketika bisa keluar. Langsung foto-foto di area lukisan 3D. Saya memang lagi gandrung foto-foto di sketsa seperti ini sejak di Jogja. Nah pas keluar baru deh saya cari-cari informasi ini yang baru saya liat apaan sih? Ternyata di dalam Penjara Setan ini ada 12 ruangan (mak mana gw itungin ya) dan memang menggunakan teknologi 3D Chromadepth plus ditambahin lampu yang berkedip dan efek kabut asap *rese kan*

Ga perlu takut akan terjadi kesurupan deh! Ini menikmati seni 3D dalam suasana ditakut-takutin dengan suara aja koq. Kesurupan itu (buat saya) cuma bentuk reaktif berlebihan manusia Indonesia terhadap imajinasi mereka sendiri, setaralah dengan tiba-tiba sakit ketika ditagih utang #eeaa Buat yang doyan coba dengan segala sesuatu yang berbau teknologi 3D, wahana penjara Setan perlu dicoba. Mampir aja ke sini sebelum belanja jadi ga ribet dengan kantong belanjaan.

2 comments on “Penjara Setan:Menguji Ketakutan

  1. Pingback: Jangan ke PRJ Tanggal 5 | kisah pekerja lepas

  2. astiitah.as
    17/06/2016

    Serem amat tuh pocong-pocongan gelantungan mbaa, tapi terlalu banyak ikatannya yak malah mirip buras hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Ranah Rana

#Repost @lindalbs11 with @repostapp
・・・
Tolong bantu repost dan share ya . Mungkin ada empus2 yg butuh di steril dn ownernya mempunyai dana yg minim bisa bergabung disini. Terimakasih. motorbike taxi to send your cats home :p

I am not feeling well today while at the same time I need to push myself to clean my place & go to work. I am grateful I can easily order motorbike taxi so I still have time to manage stuffs here. it costs ± US$ 2 for each bike. *will collapse in 5..4..3..2..1*

Oh ya, trio Mumu-Mimi-Momo + Iyan saya titipkan ke @pdhribery krn dua alasan. 
1. mimi, mumu, momo masih kecil jd butuh pengawasan full. sewaktu2 mereka sakit, penanganan cepat

2. Iyan baru sembuh dari kencing batu. Masih perlu minum obat selama rawat jalan. Namanya kencing batu bisa sewaktu2 kambuh jd saya titip ke sana supaya kl Iyan ga bs pipis ada yang bantu kuras kantung pipis.

Nah kenapa Sabrina tidak saya titip? Karena sebenarnya Sabrina baru saya ambil beberapa jam sebelum keberangkatan. Jd sudah malam sekali. 
Okeh ceritanya berlanjut nanti. saya hrs kembali bekerja tak jemu2.

#Repost @pdhribery with @repostapp
・・・
Yiiiipiiieee kami naik Ojek Online...😄😄 breakfast time for Sabrina and Harapan. Wet food + warm cat milk. Clean plate in 5 min >.< Depok mendung berpotensi hujan deras. Harapan sudah di kandang ditemani Sabrina. Kucing yang dibuang org di warung. Cerita soal Sabrina nantj ya. mau buru2 cari lampu. Sabrina mau satu kandang sama Harapan udah puji syukur. koq bs Harapan jejeritan ga ngeong2 di tas selama di kereta? antara kebetulan atau dia tahu saya tidak punya uang naik taksi Kota - Depok. hehe Turun dr kapal, meluncur ke Stasiun Kota. Makan di salah satu restoran ayam di situ supaya ayam bisa dikasi ke Harapan. Sekarang perjalanan naik kereta menuju Depok. Untung kucing Harapan cukup kooperatif. Tidak ngeong dan tidak buang air. 
Jangan ditiru ya >.< kl ketahuan sebenarnya saya hrs turun dari kereta

Kicauan

  • nunggu bagasi ky nunggu dikawinin kamu. kburu mati gaya 1 hour ago
  • emang dah. detik2 long wiken k bandara + hujan sore hari bikin wkt abis d jln 1 hour ago
  • bapak sopir hiba cm bs saranin si ibu ini ngojek dr pintu tol tp d luar gerimis 1 hour ago
  • 5 jam. depok cirebon itu mah buat gw. ini cm buat k CGK 1 hour ago
  • makanya kenapa gw males terbang skrg. dr Depok udh hrs pergi 5 jam sblm jam boarding. 3 jam utk perjalanan. 2 jam utk dpt boarding pass 1 hour ago

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: