Setelah 9 Tahun: Kamu Berubah Maz..

Berhubungan dengan manusia manapun, kita pasti akan menemukan perubahan pada diri mereka kan. Tentunya perubahan usia yang membuat kita mulai menimang-nimang apakah ambil botox daripada ribet urus rupa-rupa perawatan muka. Berikutnya perubahan berat badan. Napsu makan 20an, metabolisme 30an. Berat badan dipastikan nambah perlahan.

November ini kami merayakan 9 tahun bersama. Seperti biasa penanggalannya berbeda. Ramot berkiblat ke tanggal pernikahan (baru 5 tahun), saya berkiblat ke angka kami memutuskan untuk bersama: 9 tahun. Saya sudah pernah bilang mengapa saya tidak pernah peduli dengan peringatan hari pernikahan saya. Lah wong fotonya tidak ada dipajang di ruang tengah seperti kebanyakan keluarga Indonesia. Apa? Foto yang di ruang makan kami? Itu foto dari 9 tahun yang lalu. Awal-awal kami bersama. Ha ha.

Satu hal penguji saya di awal sekali ketika memutuskan bersama Ramot adalah sebuah pertanyaan sederhana yang TIDAK DIJAWAB: aku begini cuma sama kamu ajah. Karena percayalah, kalau ketika itu, Ramot bilang seperti itu pasti saya mungkin terlihat mangguk-mangguk percaya tapi dalam hati : ‘cakap sampah. lu pikir gw ogeb apah’ lalu dadah. Saat itu juga saya tahu saya salah memahami maksud Tuhan bahwa Ramot yang tepat buat saya. ahhahaa.

9 tahun bersama Ramot tentu saya merasakan sekali perubahan pada Ramot yang mana terjadi bukan karena saya pandai bersabda. Dia berubah ya karena dia melihat bahwa perubahan tersebut membuat dia dan sekitarnya lebih nyaman. Seperti yang saya sebutkan di atas, jangankan hubungan modal komitmen seperti kami, hubungan keluarga saja bisa berubah kan? Manusiawi aja sih sebenarnya.

Saya sendiri tahun ini cukup berubah: Saya berani menyahuti orang. Ca e lah. Nyautin doang Pih. Eh tapi ini beneran. Selama ini saya cuma diam, nangis. Sekarang saya bisa dengan tenang : ‘kemarin itu setelah dibentak seperti itu, gue nangis bentar loh tapi sekarang udah baik-baik saja’. Coba kembali ke 9 tahun yang lalu. Dipastikan saya pendam selama seminggu sambil nunggu momen yang tepat untuk… selengkat balik.

Berikut ini adalah kumpulan tulisan yang menggambarkan hubungan kami:

2019?

Saya bersyukur Ramot berubah, saya plong bahwa kami bisa belajar dari beberapa peristiwa yang kami alami dan itu membuat kami lebih kompak bukan menjadi renggang . Tentu kekompakan ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk menuju berat badan ideal. Namun satu per satu petualangan ini diselesaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s