kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

Pendidikan Karakter

Jutaan pendidik ataupun ahli pendidikan pasti sudah banyak yang menulis soal pendidikan karakter. Apa yang perlu apa dan bagaimana mengajarkannya kepada anak. Joko Widodo sebagai calon presiden RI pun mengusung ide ini sebagai kampanye dia. Saya tidak yakin bahwa hal tersebut dapat terlaksana karena buat saya keluarga lah yang punya peranan penting dalam pembentukan karakter. Anda sebagai orang tua tidak perlu banyak berbicara. Anda cukup berdiri teguh menjalani prinsip anda maka anak anda akan mengikuti anda. Saya merasa tidak adil jika memberikan contoh dari keluarga lain yang mana saya tidak melihat keseharian keluarga tersebut 24 jam dalam sehari 7 hari dalam seminggu. Saya akan mencoba mengingat masa kecil saya dan semoga ini tidak terlalu meleset dari saksi hidup yang lain yaitu ibu saya. Berikut adalah gaya hidup yang diterapkan dalam keluarga saya (ibu saya jelas dominan dalam urusan ini karena itu sudah menjadi kesepakatan bapak ibu saya, bapak cari duit, ibu mendidik saya. Alm Bapak kebetulan sering dinas ke luar kota). Gaya hidup tersebut (sepertinya) menjadi karakter saya. Saya akui saya dalam banyak hal menjadi kaku dan serius dari hasil didikan ini tapi tidak dapat dipungkiri itu yang membuat saya menjadi manusia yang bekerja secara efisien dan tahan banting (walaupun belum cukup makmur dan sakseis).

  1. SIGAP, RAPI & DISIPLIN. Hampir sebagian besar barang kami di rumah diletakkan sesuai tempatnya dan setelah digunakan dikembalikan lagi. Kami tidak pernah meletakkan kertas bon ataupun plastik kecil di sembarang tempat baru kemudian dibuang. Semua buku disampul, semua kunci diletakkan di wadah khusus, semua kunci serep disimpan terpisah. Rumah kami masih ada sudut-sudut berantakan koq karena kami tidak pernah memakai pembantu. Semua dikerjakan sendiri. Saat itu ada sampa,h saat itu dibuang. Saat itu dipanggil dan menjawab ‘dalem‘, saat itu juga datang. Tidak ada berlama-lama. Saya menjadi manusia yang sigap dan memang saya akui saya akhirnya suka gregetan kalau ada orang yang saya panggil tidak segera datang. Disiplin juga dalam hal waktu dan penulisan angka. Baik ibu maupun alm.bapak sangat tidak suka jika saya menulis terutama angka dengan tidak jelas. Bapak bisa langsung menarik kertas coret-coretan saya jika saya tidak menulis langkah per langkah mengerjakan soal matematika dengan teratur. Waktu ? Sekalipun saya liburan sekolah ibu saya akan tetap membangunkan saya di pagi hari bukan membiarkan saya bangun siang karena buat ibu saya orang bangun siang adalah orang malas. Ini berlaku untuk urusan membaca Alkitab dan pujian penyembahan di pagi hari. Disiplin waktu ini membuat saya cukup teliti dalam memprediksi alokasi waktu. Jarang sekali saya meleset dalam mengatur jadwal jam per jam sebuah kegiatan yang harus saya lakukan hari per hari
  2. TEKUN SAMPAI SELESAI. Ini adalah yang membuat saya ketika dewasa seringkali bingung dengan orang yang butuh mood untuk menyelesaikan pekerjaannya. Saya sejak kecil terlatih ‘suka tidak suka harus diselesaikan’ Sewaktu SD saya memiliki buku agenda yang mana digunakan untuk menulis apa tugas dari sekolah hari ini, ditandatangan orang tua lalu dikumpulkan besoknya ke guru. Banyak koq anak-anak yang sering alpa mengecek agenda sehingga tanpa tanda tangan. Saya juga melihat teman-teman saya tersebut ketika remaja tidak mengatur jadwal mereka secara rapi. Sementara ibu saya sangat serius soal agenda tersebut. Setiba dari sekolah, makan, tidur siang (bahkan tidur siang pun saya didisiplinkan jam 1-4. Ketika SMA saya dilatih untuk tidur cukup 30 menit sampai 1 jam), minum teh bersama bapak ibu baru kemudian cek agenda. Tidak ada alasan yang namanya ‘mau nonton dulu’, ‘mau main dulu’, ataupun ‘baca majalah Bobo dulu’ semua harus diselesaikan dahulu baru bermain. Tentu di masa SD saya seringkali sebal tapi begitu saya SMP semua berjalan secara otomatis. Saya sudah paham betul saya perlu agenda untuk mengingat apa yang harus saya lakukan dan saya tidak mengabaikan tugas saya demi kesenangan saya.
  3. BERTANGGUNG JAWAB. Sejak SD bapak saya melatih saya untuk menyimpan semua dokumen saya dari ijazah TK sampai sertifikat dalam 1 tas kulit pemberiannya. Jika orang lain butuh waktu untuk mencari ijazah atau pas foto untuk daftar ulang, maka saya ketika kecil cepat sekali menyiapkan kebutuhan saya sendiri. Semua saya simpan rapi, diurutkan dan diberi kapur barus supaya tidak lapuk. Bertanggungjawab ini juga termasuk mempertanggungjawabkan tindakan. Saya ingat ketika TK saya terlalu asyik ngobrol dengan teman saya di pelajaran Keterampilan sehingga saya lupa langkah melipat kertas menjadi babi. Ketika ibu membuka lembar PR dan saya kebingungan melipat kertas, ibu saya langsung menyuruh bapak saya mengantar saya ke sekolah untuk bertanya ke guru. Saya menangis tersedu-sedu karena saya takut campur malu bertanya kepada guru. Bapak saya saat itu tidak tega kepada saya dan sudah bersiap untuk bertanya sendiri tapi ibu saya tetap dengan keputusannya. Berangkatlah saya dengan bapak ibu saya ke sekolah. Ibu hanya menunggu di gerbang dan saya berjalan ke ruang guru. Itu adalah momen yang menakutkan sekali buat saya. Dengan terisak-isak saya bertanya soal melipat babi tersebut. Guru saya sebenarnya hanya tertawa lalu mencontohkan. Saya coba dua kali dan ingat. Saya pulang dengan plong dan mengulang kembali lipatan babi tersebut lalu menempel di buku & selesai. Saya masih ingat sampai sekarang dan akhirnya saya paham apa yang ibu bilang ketika itu ‘kalau berbuat salah harus bertanggungjawab’
  4. KREATIF. Saya dulu sering sedih bahwa saya tidak mendapatkan banyak hal dari yang saya minta sekalipun saya anak tunggal. Saya punya Barbie tapi saya tidak boleh membeli boneka dan baju Barbie karena mahal. Ibu saya kemudian menawarkan bagaimana jika rumah dari kardus dan kayu lalu baju dari kain perca digunting dan dibentuk sendiri. Saya ingat teman saya yang notabene anak tunggal dari polisi menertawakan Barbie saya yang memakai baju kain perca dan topi dari roti plastik sisa mainan masak-masakan saya. Ketika itu saya terpukul dan minder sekali. Saya tidak menceritakan hal tersebut ke ibu saya supaya ibu tidak sedih tapi sejak saat itu saya malah semakin semangat untuk menggunakan apa yang ada. Saya main masak-masakan dengan pelepah pisang, saya membuat buku baru dari lembar-lembar kertas putih yang masih tersisa, dan sekarang saya membuat tirai dari spanduk bekas hehehe
  5. EFISIEN & CEPAT. Ketika saya dewasa saya terbiasa untuk efektif dalam 1 hari menyelesaikan banyak hal, misalnya hari ini selain urusan merawat binatang (membersihkan pasir, memberi makan, mengganti air, mengajak jalan, mencuci kandang) saya juga memasang ulang tirai, memperbaharui tulisan di website, setor uang ke bank, cek gudang, dan menjawab urusan steril kucing. Kalau ini lebih karena saya sering mengamati ibu saya. Saya hampir selalu diajak ibu kemanapun dia pergi. Dia beralasan supaya saya tahu bagaimana keseharian ibu. Jadi tidak pernah saya cuma bengong di rumah sementara ibu saya mondar mandir ke sana kemari. Tanpa perlu banyak bicara, saya paham beginilah cara hidup orang dewasa. Semua harus diselesaikan dengan cepat, serius, dan sungguh-sungguh
  6. TANGGAP ING SASMITA. Nah ini yang saya bingung menjelaskannya dalam bahasa Indonesia. Berempati kali ya ? Saya terlatih untuk peka bahkan dengan bahasa non verbal sekalipun. Ini mungkin yang menjadi bumerang buat saya ketika saya sibuk mondar mandir ga karuan ada orang lain yang tidak tanggap ing sasmita cuma diam berpangku tangan karena ketika saya kecil saya sudah dilatih kalau orang sibuk jangan cuma diam saja tapi ikut cawe-cawe (opo meneh iki). Keuntungannya sih saya menjadi peka dalam memahami maksud orang walaupun itu cuma 1-2 kata. Kerepotannya adalah ketika saya berurusan dengan orang-orang yang di keluarganya do-based-on-order alias bergerak setelah diminta. Saya pasti akan memilih diam dan menyelesaikan sendiri kalau orang tersebut tidak memahami petunjuk-petunjuk yang saya berikan.

Begitulah kira-kira yang ingin saya bagikan dan bisa dipastikan akan saya ulangi ketika saya mendidik anak saya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Ranah Rana

Body Talk workshop. Further info please contact @drhrani :* So why some vets offer HUMAN birth control injection to cats? well many reasons I can't mention in social media of course. duuuhhh.

Is it safe? apakah aman? seminggu sekali saya selalu terima whatsapp org yang panik tanya apakah bisa steril kucingny pyometra segera. Begitu dari lubang vagina keluar cairan putih nanah, kejaran waktu dimulai antara : mendapatkan dokter hewan yang siap untuk tindakan operasi dan DANA. Kl pecah? ya RIP. sederhana. 
Lanjutkan suntik KB nya! lanjutkan sayang. Nangis2nya nanti ke dokter hewan yang suntikin ya. bukan ke saya.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Bulatan putih ini nanah yang kl sampai pecah berbahaya untuk kucingnya. 
Selain karena suntik KB, pyometra bisa terjadi karena beberapa sebab lainnya. #infosteril The main problem among Indonesian cat lovers: they can't afford neuter / spay fee. Even when they ask how much is it cost in Rumah Steril (±US$ 30), they still complaining the price is expensive. 
So what happen next? some vets in Indonesia offer human birth control injection. it is cheap with consequences. Pyometra for example. 
I do not mind. Feel free to keep doing it. not my cats anyway.

#Repost @rumahsteril with @repostapp
・・・
Belajar Yuk!
Ovarium yang sehat ada di kiri.
Ovarium yang tengah ada kista (bening jd memang susah keliatan sih).
Ovarium yang kanan penuh nanah. LANJUTKAN SUNTIK KB NYA. lanjutkannn.... #infosteril I don't know about other country, but in Indonesia, it is cheaper to bring your cat in food container like this instead of pet cargo. We call it 'rio basket' because you can find RIO sticker on it.

It can be found in pet shop or grocery store like this :) utk yang baru pakai instagram, begini cara mencari info steril. Masukkan tanda pagar (#) lalu kata kunci 'infosteril' seperti contoh di samping.

Kamu bisa menemukan banyak informasi steril di berbagai kota. Ada yang rutin seperti Steril Yuk di Bekasi, Steril di Jogja, Surabaya dan kami sendiri Rumah Steril di Depok.

Kalau sebuah kota tidak bisa rutin steril, maklumilah. Ingat:
1. dokter hewan tidak sebanyak rumah makan padang di kota kamu

2. tidak semua dokter hewan setuju dengan steril murah.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan

%d bloggers like this: