kisah pekerja lepas

dan kesehariannya

1 Guru yang Menginspirasi Mungkin Hanya di Glee

Saya sulit untuk setia menonton film serial, sama seperti sulitnya saya menyelesaikan permainan Hercule Poirot di Wii. Saya tidak suka hal-hal yang berkelanjutan. Dari episode 1 ke episode berikutnya. Dari … Continue reading

20/12/2012 · Leave a comment

Ranah Rana

foto atas feses anjing Kashmere yang berdarah dan ada cacing yang tewas. Foto bawah dari @y.niko7 di Medan. Foto kanan obat cacing yang saya gunakan

Kadang kl ada info begini langsung saya bagikan, dengan pemikiran kali aja ada 1 nyawa tertolong. Terus kl ada yang males scroll dgn alasan follower baru, pengen deh jempolnya gw suruh fitness biar rajin dikit naik turun baca kiri kanan.. Saya menemukan pengumuman ini ditempel di Pesona Khayangan Margonda. Kali aja ada yang butuh. Seinget saya ini yang latih Polisi dari Kelapa Dua. 
Inget ga ada anjing nakal, yang ada pemilik yang ga bisa mendidik. Sudah itu saja. Terimakasih banyak untuk semua dukungannya. Saya baca hampir semua komentar, tagged, wa dsb. Kalau saya lambat menjawab, semata2 karena memang saya lg kosong saja sementara saya juga harus sehat untuk menyelesaikan kerjaan dan mengurus yang sehat.

Komentar dari @danupurwoko cukup menarik. Saya punya semua perlengkapan dan obat yang dibutuhkan. Masalahnya memang kondisi O Mungil terus menerus menuju tinggal landas dari siang kemarin sampai pagi ini. Sebenarnya saya sudah lama mau buat postingan kotak P3K Kucing/anjing sehingga yang di daerah bisa nyicil stok cuma waktu dan tempat belum memungkinkan (bilang aja males ya hehe)

untuk yang menanyakan koq sebutnya Steril Gotong Royong (padahal saya sudah pernah post). Sederhana saja prinsipnya : kita smua gotong royong transpor, makan, peralatan steril sehingga banyak kucing liar yang tertolong.

Saat saya mengurus O Mungil RIP, saya juga menerima kabar terbaru soal tekanan steril bersubsidi di satu tempat. Namun bukan berarti kami tidak saling berkoordinasi. Balik lagi ke prinsip kami, gotong royong karena kami tahu SMUA BISA TERTOLONG ;) tolong wa aja kirim ke mana ya ;) #Repost @kittymeowdel with @repostapp
・・・
Kucing kecil itu lucu lucu ya. Tapi kalau jumlahnya sebanyak ini? Dan terus bertambah tanpa henti?

Ini adalah #ceritasteril kucing-kucing di rumah. Awalnya, sebelum bener2 melihara kucing, saya menganggap sterilisasi itu adalah tindakan egois manusia yang tidak ingin berbagi ruang dengan kucing. Kucing sebenarnya kan punya hak buat beranak pinak, kata overpopulasi menunjukan bagaimana hegemoni manusia terhadap ruang bumi.
Tapi ketika di rumah kedatangan satu mama kucing beserta dua anak gadisnya, yang lalu mulai saya pelihara, saya mulai merasa bertanggungjawab terhadap nasib mereka. Ketika mereka sama sama hamil, saya jelas memikirkan nasib anak-anak mereka juga. Kemudian melihat proses reproduksi kucing yang begitu sering, saya jadi membayangkan, kalau para mamah muda hamil lagi, lalu anak2nya ikutan hamil, lalu cucunya juga hamill.. astaga! 😵😵😵
Saya nggak sanggup, kalau saya jadi satu2nya yang mengurusi nasib mereka beserta keturunannya. Karena nyatanya, gak semua orang merasa bertanggung jawab dengan nasib mereka. Karena nyatanya, kita berada di antara manusia yang tidak mau berbagi ruang, apalagi rejeki dengan kucing. Nyatanya, ketika kucing terus beranak lalu dibuang adalah hal yang begitu sering terjadi. Dan ketika kita sudah peduli, menyakitkan rasanya melihat nasib kucing2 terlantar yang tak bisa kita tampung karena jumlah peranakan kucing kita sudah terlalu banyak.
Sampai saat ini saya merasa sterilasi bukanlah tujuan akhir, tapi pada keadaan di mana TNR bahkan street feeding masih dianggap kurang kerjaan, steril adalah solusi yang paling tepat 👌
Karena itu, akhirnya kucing2 ini akhirnya saya steril, walau masih dalam daftar antre. Yang jantan juga, karena biar kucing juga gak boleh patriarkis, jangan cuma mencegah kucing betina hamil tapi juga mencegah kucing jantan untuk tidak menghamili kucing lain. Eak, hahaha.
Buat dedek dedek kucing di rumah, maafkan mbak mu yang ikutan kontes melulu 😅 #Repost @smaratusr with @repostapp
・・・
Mau ikutan share #CeritaSteril juga

Waktu saya bilang mau steril kucing saya, banyaaaaaak banget yg nanya "Buat apa?", "Ngga kasihan nanti ga bisa (maaf) berhubungan badan?" Agak gerah juga sih 😂 karena mereka ngga tau bahwa steril itu manfaatnya banyak dan bahwa jaaauuuuhh jaaauuuuhh lebih kasihan lagi kalau sampai ngga di steril dan akhirnya anak2 kucingnya harus DIBUANG di pasar/ di rumah sakit atau dimanapun tempatnya. 
Sebelum cerita, saya domisili Magetan, Jawa Timur. Steril bisa di salah satu klinik di Magetan atau yang paling deket bisa ke Madiun.

Kenalin namanya Fifi betina umur 2 tahunan, ngga terlalu tau pasti berapa umurnya karena Fifi hasil adopsi. Baru aja hari Sabtu lalu pulang dr klinik karena baru selesai steril. Doain cepet pulih yaa 😽😽
Awal dirumah cuma ada 2 kucing. 1 jantan kucing kampung sama si Fifi. Dan setelah 1 tahun jadi bagian keluarga kami, sekarang ada 8 kucing di rumah 😂 6 yg lain anaknya Fifi sama si kucing kampung. Sebenernya udah mau di steril pas setelah lahiran yang kedua, tp keburu kecolongan 😂 pas di bawa ke dokter ternyata udah ada isinya 😂
Sekarang abis lahiran yang ketiga, waktu anaknya usia 2 bulan langsung berangkat steril. 3 hari di dokter hewan. 1 hari nginep buat puasa+kontrol kondisi badan, 1 hari buat sterilnya trus besoknya udah bisa di ambil 😇. Total biaya yang keluar 780 ribu udah termasuk inap+steril+infus. Selain Fifi cuma ada 1 lagi kucing betina dirumah, tp umurnya masih 2 bulan. Jadi masih ada waktu buat nabung sebelum waktunya steril.

Kicauan

Perpustakaan

Page Rank

Follow kisah pekerja lepas on WordPress.com

Profil Pekerjaan